Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR PASANGAN TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI TAHUN 2012) Risky, -; Harsanti, Titik
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.939 KB)

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2010 mencapai 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49 % (BPS, 2010). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan Program Keluarga Berencana (KB). Salah satu program keluarga berencana adalah menggunakan metode kontrasepsi. Jumlah pengguna kontrasepsi di Indonesia semakin lama semakin meningkat, akan tetapi persentase pengguna metode kontrasepsi IUD menurun setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor pasangan terhadap penggunaan metode kontrasepsi IUD. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Hasil regresi logistik biner secara parsial dengan tingkat kepercayaan 95 persen menunjukkan bahwa variabel-variabel yang signifikan memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi IUD di Indonesia adalah tempat tinggal, jumlah pengetahuan suami, pendidikan suami, jumlah anak yang dimiliki dan akses suami terhadap media. 2). Akses suami terhadap media, daerah tempat tinggal dan pendidikan suami merupakan variabel dengan kecenderungan tertinggi. Dengan demikian diharapkan pemerintah dan instansi terkait dapat meningkatkan sosialisasi tentang metode kontrasepsi khususnya IUD kepada suami agar meningkatkan peran serta suami.
PENGARUH FAKTOR INDIVIDU, IBU DAN LINGKUNGAN TERHADAP PREVALENSI BALITA PENGIDAP INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2013 Belawan, Arista Roza; Harsanti, Titik
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.588 KB)

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the major causes of under-five children’s morbidity and mortality in the world - both in developed countries and in developing countries - including Indonesia. Based on RISKESDAS 2013 data, the prevalence of ARI under five children aged is 25.8 percent in which NTT is a province with the highest prevalence of ARI in Indonesia. The purpose of this study was to determine the factors that influence the prevalence of children living with ARI in NTT. The methods used are descriptive and binary logistic regression using data Riskesdas 2013. The results showed that age, parental smoking status, type of household cooking fuel and area of residence classification affect the status of ARI in infants. More specifically, the tendency of children to suffer from ARI occurs in infants 1-4 years, have smoker parents, stay at home with less good cooking fuel (kerosene, charcoal and firewood) and live in rural areas. 
Determinan Perilaku Merokok pada Remaja Sekolah di Indonesia Harsanti, Titik; Wicaksono, Febri
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 9 No 1 (2017): Journal of Statistical Application and Computational Statistics
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/jurnalasks.v9i1.93

Abstract

Saat ini merokok telah menjadi masalah kesehatan secara global dan menjadi beban ekonomi yang berat. Di Indonesia, tren merokok cenderung semakin meningkat dan kencenderungan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok bagi kalangan remaja yang bersekolah di Indonesia dengan menggunakan model logistik multivariat biner. Analisis dilakukan dengan menggunakan 5.986 sampel siswa dari Global Youth Tobacco Survey 2014 (GYTS) 2014. Hasilnya menunjukkan bahwa 25% siswa pernah merokok dan 15% siswa saat ini merokok. Peluang siswa untuk merokok lebih tinggi di kalangan anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Risiko merokok yang lebih tinggi teramati di antara siswa yang memiliki teman dekat yang merokok dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki teman dekat yang merokok. Siswa yang salah satu atau kedua orang tuanya merokok lebih cenderung merokok dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya tidak merokok. Siswa yang pernah melihat gurunya merokok atau pernah melihat orang-orang merokok di rumah mereka dan tempat-tempat umum lebih cenderung merokok dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melihat gurunya merokok atau tidak pernah melihat orang merokok di rumah mereka dan tempat umum. Temuan ini menunjukkan bahwa penegakan peraturan untuk mengurangi aksesibilitas rokok diperlukan untuk mengekang penggunaan rokok di kalangan siswa. Selain itu, intervensi dan kampanye pendidikan yang menargetkan siswa sekolah menengah juga diperlukan.