Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Faktor Lingkungan Yang Memengaruhi Kejadian Malaria Di Desa Telagah Kecamatan Namu Kabupaten Langkat Tahun 2016 Lubis, Hamidah Syukriah; Boy, Elman
Buletin Farmatera Vol 2, No 1 (2017): Buletin Farmatera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.747 KB)

Abstract

Abstrak:  Kejadian malaria dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik seperti suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin, intensitas cahaya matahari ,topografi, dan lingkungan biologis yaitu berbagai jenis tumbuhan seperti semak, hutan, kebun, sawah dan kandang hewan ternak disekitar lingkungan rumah. Untuk mempelajari bagaimana gambaran faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian Malaria di Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling, jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 98 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat memiliki ketinggian 94 mdpl, suhu udara rata-rata  27,4 °C, kelembaban udara rata-rata 82 %, intensitas cahaya matahari rata-rata 199,6 W/m2, kecepatan angin rata-rata 2,45 m/s, curah hujan rata-rata 161,3 mm. Ditemukan semak disekitar 58 rumah, kebun disekitar 33, hutan disekitar 21 rumah, kandang hewan ternak disekitar 43 rumah dengan jarak dari kandang hewan ternak ke rumah yang terbanyak adalah ≤10 meter yaitu 26 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat memiliki ketinggian tempat, suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, curah hujan yang optimal bagi perkembangan nyamuk. Berdasarkan observasi yang paling banyak dijumpai disekitar tempat tinggal responden adalah semak yaitu sebanyak 58 rumah.Kata kunci: lingkungan, malaria                 Abstract Malaria is influenced by physical environmental factors, such as temperature, humidity, rainfall, wind speed, light intensity, topography and biological environments namely the various types of plants, such as shrubs, woods, farms, fields and livestock enclosures around the house. To study how the environmental factors affect Malaria in Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat in 2016. This research is descriptive using Cross-Sectional Design. Sampling is using Consecutive Sampling Method, the total sample is about  98 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat is 94 masl, average temperature 27.4oC, average humidity 82%, average light intensity 199.6 W/m2, average wind speed 2.45 m/s, average rainfall 161.3 mm. With shrubs around 58 houses, farms around 33 houses, woods around 21 houses, livestock enclosures around 43 houses, with length from livestock enclosures to the houses at most ≤10 meters are 26 respondents. Desa Telagah Kecamatan  Namu Ukur Kabupaten Langkat have the temperature, humidity, light intensity, wind speed and rainfall that optimal for mosquito’s reproduction. By the observation, the most factors that found around the respondent’s house are shrubs, in 58 housesKeywords: environment, malaria
Efektifitas Pelatihan Kader Kesehatan dalam Penanganan Tuberkulosis di Wilayah Binaan Boy, Elman
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 4, No 2 (2015): JULI
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.711 KB)

Abstract

Background: Medan is an area with the largest TB patients in the North Sumatra Province. Since 2014, Medan Denai Distric is a target area of Medical Faculty of University Muhammadiyah North Sumatra (FM UMSU). One of the implemented program is  formulating a Community Forum on TB Care. The objective of this study is to find out the effectiveness of TB management training by improving the knowledge of health cadres. Method: This was a one-group pre test-and post-test design. Participants of the research were all the TB care Forum members that was selected by inclusive criterias. Data collection was conducted by using quesionnaires of knowledge. Data analysis used Wilcoxon test with significancy level = 0,05.Results: The cadres knowledge significantly rise after the TB management training.Conclusion: TB management training for health cadre was effective in improving knowledge of health cadre. 
Perbandingan Efektifitas Chitosan Sisik Ikan Bandeng Dengan Gentamisin Terhadap Perkembangan Escherichia Coli Khaira Ummah, Zahdatul; Sari, Novita; Fortuna, Jelita; Boy, Elman
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.992 KB)

Abstract

Setiap infeksi yang disebabkan bakteri dalam pengobatannya diperlukan zat antibiotik. Penggunaan antibiotik telah dilaporkan terjadi resistensi pada semua bakteri patogen penting dikarenakan penggunaan yang tidak tepat. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki kekayaan alam perikanan. Ikan bandeng, Selain dagingnya bisa dikonsumsi, sisiknya memiliki manfaat sebagai antimikroba. Chitosan adalah suatu polisakarida dari hasil deasetilasi chitin, yang didapat pada eksoskeleton ikan dan kulit hewan Crustacea. Chitosan memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat mikroorganisme seperti jamur dan bakteri karena memiliki gugus fungsional amina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas Chitosan pada sisik ikan bandeng dengan antibiotik gentamisin terhadap perkembangan E. coli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan metode post test only control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan antara Chitosan dengan gentamisin terhadap perkembangan bakteri E. coli pada taraf kepercayaan 95%  melalui uji One way ANOVA yang menyatakan angka signifikan antara Chitosan dan gentamisin sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan  penelitian ini, Chitosan memiliki tingkat efektifitas yang cukup tinggi dengan konsentrasi 0,25%. Akan tetapi pada konsentrasi 0,25% masih dibawah kemampuan antibiotik gentamisin yang menunjukkan tingkat zona hambat yang lebih tinggi dari Chitosan dengan konsentrasi 0,25%.
PREVALENSI MALNUTRISI PADA LANSIA DENGAN PENGUKURAN MINI NUTRITIONAL ASESSMENT (MNA) DI PUSKESMAS Boy, Elman
Herb-Medicine Journal Vol 2, No 1 (2019): Herb-Medicine Journal April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.515 KB)

Abstract

Lansia merupakan fase akhir kehidupan manusia sehingga terjadi penurunan fungsi  organ. Kurang gizi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Hal ini akibat tidak tercukupinya asupan energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hasil penggunaan instrumen pengkajian status gizi pasien geriatri di Puskesmas Kota Matsum Kota Medan tahun 2018. penelitian ini adalah penelitian deskriptif kategorik yang dilakukan secara cross sectional, sampel diambil menggunakan rumus Slovin dipilih secara consecutif sampling. Jumlah sampel sebanyak 93 orang. Pada penelitian ini didapati responden tebanyak pada usia 60-74 tahun (89,3%) dan berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan (54,8%). Status gizi berdasarkan IMT didapati hasil terbanyak responden dengan gizi nomal (64,5%) dan berdasarkan MNA didapati hasil terbanyak pada responden dengan resiko malnutrisi (59,2%). Pada penelitian ini didapati hasil terbanyak pada usia 64-70 tahun dan perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dilihat dari segi status gizi, didapati hasil tebanyak dan yang beresiko malnutrisi.
Profil Utilisasi Jaminan Kesehatan Nasional di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara Hariaji, Ilham; Boy, Elman
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 2, No 2 (2019): Anatomica Medical Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.193 KB)

Abstract

Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam suksesnya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterapkan Pemerintah Republik Indonesia sejak 1 Januari 2014.Implementasi layanan rumah sakit dapat dilihat dari utilisasi jaminan kesehatan di rumah sakit yang terlibat dalam program JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui utilisasi JKN, menganalisis kelompok masyarakat pengguna JKN dan pola penyakit dominan dari seluruh pasien peserta BPJS di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara sejak Desember 2016-Maret 2018. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode cross sectional.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untilisasi JKN di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara sejak Desember 2016-Maret 2018 menunjukan trend yang menetap, kelompok masyarakat pengguna JKN berasal dari kelompok masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah serta pola penyakit dominan adalah bidang kebidanan dan penyakit kandungan, diikuti dengan penyakit saluran cerna dan pernafasan. RSU Muhammadiyah Sumatera Utara disarankan untuk memperbaiki kualitas manajemen dan layanan agar dapat meningakatkan utilisasi JKN sehingga diharapakan mampu menjadi penyedia layanan JKN yang optimal.