Chotimah, Anggun Chusnul
IAIN Ponorogo

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Discovery Learning Pada Materi Mendeskripsikan Perubahan Sifat Benda

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.95 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa LKS yang sering digunakan di Sekolah Dasar saat ini cenderung hanya berisikan rangkuman materi dan latihan soal. Siswa mempelajari materi dan evaluasi berdasarkan LKS yang mereka gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan LKS berbasis Discovery Learning yang tidak hanya berisikan rangkuman materi dan soal, namun juga disertai praktikum yang akan melatih siswa untuk berfikir secara ilmiah. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning pada materi perubahan sifat benda. Dampak penggunaan LKS dilihat dari respon guru dan siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning, serta bagaimana dampak penggunaan LKS terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda. Hasil penelitian ini yaitu respon guru terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning yang telah diterapkan dalam pembelajaran memperoleh respon baik.  Hasil angket respon guru yaitu lebih dari 50 % jawaban guru termasuk dalam kriteria sangat setuju. Respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning memperoleh respon positif dari siswa. Hal ini dapat diketahui dari presentase jawaban siswa yaitu dari 10 pernyataan memiliki kriteria baik yaitu nilai presentase ≥ 50 %. Selaini tu, dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda yaitu memiliki dampak positif. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian pretes dan postes. Pada hasil pretesterdapat 2 siswa yang memperolehnilai di bawah KKM. Sedangkan pada nilai postes siswa mengalami peningkatan yaitu hanya 1 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM.