p-Index From 2014 - 2019
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Distilasi
Rifdah, Rifdah
Universitas Muhammadiyah Palembang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG PEDAGANG JAGUNG REBUS DAN RUMAH TANGGA SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI TERBARUKAN DENGAN PROSES KARBONISASI

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.034 KB)

Abstract

Biomassa merupakan sumber energi potensial yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar dari fosil. Biomassa dapat diubah menjadi briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti untuk proses pengeringan dalam pengolahan karet remah dan sit asap. Briket arang biomassa atau biobriket dibuat dari arang biomassa baik berupa bagian yang memang sengaja dijadikan bahan baku briket maupun sisa atau limbah proses produksi/pengolahan agroindustri. Misalnya kayu, tempurung kelapa, arang tempurung kelapa sawit, limbah bambu, tongkol jagung, sekam padi, dan limbah batang tembakau dapat menjadi bahan baku untuk biobriket. Selain itu, limbah dari industri karet remah berupa tatal juga dapat dijadikan biobriket. Teknologi pembuatan biobriket banyak tersedia. Pembuatan biobriket memerlukan bahan penunjang seperti tanah liat, lem kanji, air, dan bahan pencampur lainnya. Komposisi bahan tersebut sangat tergantung dari jenis bahan baku untuk pembuatan biobriket. Sebelum dibuat biobriket, biomassa harus diubah terlebih dahulu menjadi arang, kemudian arang tersebut dihaluskan, dicampur dan dicetak dalam berbagai bentuk briket seperti silinder, kubus dan telur. Dari beberapa hasil penelitian, secara umum nilai kalor yang dihasilkan dari biobriket ternyata tidak berbeda nyata dibandingkan dengan briket batubara. Oleh karena itu, biobriket dapat digunakan sebagai bahan bakar proses pengeringan karet alam.

PEMANFAATAN KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ETHANOL GEL DENGAN MENGKAJI PENGARUH KONSENTRASI DAN JUMLAH CMC

Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.633 KB)

Abstract

Dalam sejarahnya Ethanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Ethanol adalah salah satu bahan bakar alternatif (yang dapat diperbaharui) yang ramah lingkungan. Ethanol cair banyak memiliki kekurangan terutama dalam segi transportasi dan safety yaitu sulit untuk dibawa kemana – mana karena bahan bakar cair mudah sekali tumpah. Dari segi safety, bahan bakar cair mempunyai resiko yang besar untuk disimpan karena sifat volatilenya dan mudah sekali tersambar api. Karenanya perlu dilakukan pembuatan Ethanol gel. Ethanol gel dibuat dengan cara mencampurkan etanol cair dengan bahan pengental (CMC) dan diaduk dengan kecepatan hingga 1000 rpm. Pada laporan ini dilakukan variasi konsentrasi etanol cair dari 50%, 60%, 70%, 80%, dan 96% serta variasi jumlah CMC dari 1 gr, 2 gr, 3 gr, 4 gr, dan 5 gr. Setelah ditambahkan CMC, viskositas etanol meningkat dan membentuk gel. Diperoleh etanol gel terbaik pada konsentrasi 70% dengan temperatur nyala 476 oC dengan lama waktu nyala 1.84 menit. 

PENGARUH OPERASI TEMPERATUR PEMANASAN,WAKTU PEMANASAN TERHADAP PERSEN YIELD PADA PROSES PENGURASAN MINYAK BIJI KEMIRI MENGUNAKAN PERALATAN EXPELLER PRESSING

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.341 KB)

Abstract

Kemiri ( Aleurites sp ) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di areal termasuk di lahan kritis dan juga merupakan salah satu komoditas perkebunan yang potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini termasuk termasuk dalam familia Euphorbiaceae ( jarak-jarakan ).  Tanaman kemiri tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis dari sebelah Timur Asia hingga Fiji di kepulawan Pasifik. Di Indonesia sendiri tanaman ini  tersebar luas  hampir di seluruh wilayah Nusantara. Inti biji kemiri mengandung 60%  -  66% minyak kemiri.  Biji kemiri bermanfaat sebagai obat tradisional yaitu sebagai obat sakit gigi,demam dan bengkat sendi. Selain  itu juga digunakan sebagai bahan campuran  dalam pembuatan gula aren karena biji kemiri memudahkan pembekuan nira aren serta memberikan aroma dan rasa lebih nikmat pada gula aren tersebut.    Percobaan dilakukan terhadap pengurasan minyak kemiri dengan temperatur pemanasan, waktu pemanasan dan umur  biji kemiri yang berbeda. Temperatur pemanasan dilakukan  pada  40ºC; 500C; 600C; 700C; 800C, waktu pemanasan adalah 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit, dan umur biji kemiri adalah 1 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu. Setelah pemanasan, inti biji  kemiri dipress hingga menghasilkan minyak dan minyak tersebut dianalisa. Uji atau analisa yang dilakukan meliputi dencity, indeks bias dan bilangan penyabunan.

KAJIAN PENGARUH WAKTU DAN UKURAN LEMPENGAN TERHADAP LIMBAH CAIR INDUSTRI KAIN TENUN SONGKET DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI

Jurnal Distilasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.53 KB)

Abstract

Salah satu metode alternatif pengolahan limbah yang berkembang saat ini adalah metode elektreokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses koagulasi dengan menggunakan arus listrik searah melalui peristiwa elektrokoagulasi yaitu gejala dekomposisi elektrolit digunakan untuk mengolah air limbah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat efisiensi penurunan kadar COD, pH dan TSS yang  terkandung dalam limbah cair industri  kain  tenun songket  setelah melalui proses elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan elektrokoagulasi menggunakan lempengan alumunium sebagai anoda dan katoda. Penelitian ini mengolah limbah  cair  kain  tenun  songket di dalam beaker gelas dan dialiri listrik supaya ion–ion yang ada pada limbah cair  teradsobsi oleh ion–ion pengikat yang dilepaskan oleh elektroda pada alat elektrokoagulasi sehingga akan terjadi ikatan antara ion senyawa organik yang yang ada pada limbah cair dengan ion yang disebabkan oleh proses elektrokoagulasi. Sampel diambil kemudian dianalisa. Hasil analisa ini menunjukkan penurunan pH tertinggi  dan relatif baik yang dicapai pada tegangan ukuran lempeng 5 x 8 yaitu sebesar 20,73 % dalam waktu 60 menit.  Penurunan nilai COD tertinggi  diperoleh, pada  ukuran lempeng 5 x 8, yaitu sebesar 33,01 % dalam waktu 60 menit.  Penurunan nilai TSS tertinggi  diperoleh, pada  ukuran lempeng 5 x 8, yaitu sebesar 54,45 % dalam waktu 60 menit.

PEMBUATAN BIOGASOLINE DARI LIMBAH AMPAS TEBU DAN ECENG GONDOK DENGAN PROSES THERMAL CATALYTIC

Jurnal Distilasi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.714 KB)

Abstract

Pemanfaatan biomassa yang dikonversikan menjadi bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil. Hal  ini dilakukan agar produksi bahan bakar fosil dapat beralih ke bahan bakar alternatif. Biomassa ini menjadi permasalahan yang cukup serius bagi pemerintah dikarenakan akan limbah yang menumpuk akan tetapi pemanfaatannya yang sedikit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengolah biomassa limbah ampas tebu dan e ceng gondok menjadi biogasoline.  Dalam pemanfaatan biomassa ini menggunakan metode thermochemical salah satunya adalah metode thermal catalytic. Metode thermal catalytic adalah pendekomposisian bahan dengan menggunakan panas dan dibantu dengan adanya katalis untuk mempercepat reaksi tersebut. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh waktu (30,60,90,120,150,180,210,240 menit), temperatur (200,250,300?C), dan katalis (zeolite alam dan serbuk besi). Dari   data hasil penelitian ini diketahui %yield tertinggi pada kondisi optimal temperatur 300?C, waktu 150 menit, dan menggunakan katalis zeolite alam dengan %yield sebesar 64,40 %.