Kusrima, Anita
Fakultas Teknik UMMU

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN PELEDAKAN OPTIMAL TAMBANG BAWAH TANAH METODE UNDERHAND CUT AND FILL Kusrima, Anita
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis terhadap parameter peledakan yang dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat produksi peledakan yang dihasilkan adalah geometri dari pemboran dan peledakan yang meliputi : burden, spacing, kedalaman lubang dan stemming, serta fragmentasi batuan yang dihasilkan. Hasil analisis diperoleh produksi sebesar 937,803 ton/hari atau 26.258,45 ton/bulan dengan ukuran fragmentasi yang dihasilkan sebesar:  11,469 cm dalam cut dan 13,57 cm di luar cut, dengan prioritas bukaan heading perhari adalah 3 (tiga. Hal ini menandakan bahwa target produksi yang ditetapkan tidak tercapai, yaitu sebesar 30.000 ton/bulan. Setelah dilakukan perubahan terhadap desain peledakan, maka didapat hasil produksi 1.343,055 ton/hari atau 37.605,54 ton/bulan dengan fragmentasi baik,  yaitu : 10,328 cm di dalam cut dan 19,2 cm di luar cut
Kajian Karakteristik Fisik Dan Mekanik Pastefill Yang Digunakan Pada Penambangan Emas Bawah Tanah Metode Cut And Fill Di PT. Nusa Halmahera Minerals–Gosowong Halmahera karim, Razak; kusrima, Anita
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.893 KB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) merupakan perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di daerah Kencana Gosowong Desa Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Dari hasil evaluasi, metode Underhand Cut and Fill (UCF) dipilih karena beberapa pertimbangan ; cash flow rendah, recovery tinggi, dan lebih aman saat berhadapan dengan kondisi batuan yang buruk. Namun permasalahan yang dihadapi adalah mengenai kekuatan material backfill jenis pastefill yang digunakan untuk bertindak sebagai atap dan dinding terowongan produksi bagi para pekerja dan peralatan yang berada disekitarnya. Kajian sifat fisik dan mekanik pastefill ini dilakukan berdasarkan hasil pengujian di Laboratorium Geomekanika Puslitbang Tekmira Kementerian ESDM di Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung kekuatan fisik dan mekanik pastefill yang digunakan untukmengisi ruang- ruang kosong pada terowongan produksi setelah pengambilan bijih emas. Hasil uji sifat fisik vulkanik tuff terlihat adanya peningkatan bobot isi dari kondisi kering ke kondisi jenuh rata-rata 0,17gr/cm3. Kadar air pun mengalami peningkatan dari kondisi natural ke kondisi jenuh rata-rata 20.82%, hal ini dikarenakan jumlah air yang masuk ke dalam pori-pori meningkat. Banyaknya kadar air asli rata-ratasebesar 23,83% dan kadar air jenuh rata-rata 44.65%, derajat kejenuhan berkisar 14.74–91.2% serta nilai porositasnya 38.12–43.94% dan angka pori rata-rata 0.7. Penggunaan pastefill untuk mengisi ruang-ruang kosong (stope) pada tambang emas bawah tanah Kencana harus dirancang dengan nilai c berkisar 0.5–2 MPa, t berkisar 0.05–0.2 MPa, kohesi (c) berkisar 0.07–0.3 MPa dan sudut gesek dalam (ϕ) berkisar300–450, sebagai persyaratan sifat mekanik untuk melakukan penambangan bijih disamping dinding pastefill harus memenuhi UCS minimal 0.5 MPa, sedangkan penambangan dibawah pastefill, UCSminimal 1.2 MPa. Blok pastefill di dalam stope yang diinterpretasi dari hasil uji diperoleh kondisi stabil untuk dilakukan penambangan dengan pastefill sebagai dinding terowongan yaitu kandungan semen 6%pada umur 14 hari, kandungan semen 12% pada umur 7 hari, dan kandungan semen 14% pada umur 3 hari. Sedangkan jika penambangan dilakukan dibawah pastefill atau sebagai atap terowongan menunjukkan kondisi tidak stabil kecuali persentase kandungan semen 14% pada umur 28 hari akan stabil, artinya penambangan dapat dilakukan pada umur pastefill antara 21-28 hari dengan diberi perkuatan. Desain sifat mekanik pastefill disesuaikan dengan rencana penambangan, jika sikluspenambangan membutuhkan waktu yang sangat cepat maka persentase semen akan dinaikkan, dan jika siklus penambangannya membutuhkan waktu yang lama, maka persentase semen akan dikurangi denganmenunggu umur pastefill mencapai kekuatan dan faktor keamanan yang dipersyaratkan untuk melakukan penambangan berikutnya, baik disamping maupun dibawahnya.