Hasanah, Trisna
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4, No 2 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa skala psikologi yang mengungkap aspek-aspek penelitian berupa aitem- aitem pernyataan. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala bersyukur dan skala kesejahteraan subjekif. Skala bersyukur dirujuk dari teori Al- Ghazali yang operasionalisasinya berdasarkan tafsir dari ayat-ayat mengenai syukur. Sedangkan skala kesejahteraan subjektif dirujuk dari teori diener yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif terdiri dari dua dimensi, yaitu afektif dan kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang yang berjumlah 83 orang. Teknik   pengambilan   data   dalam penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yang berarti bahwa setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Koefisien korelasi dari hasil analisis data adalah sebesar 0,156 (rxy= 0,516 p<0,05). Deskripsi umum dari data penelitian menunjukkan bahwa tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan persentase sebesar 56% dan tingginya kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita sebesar 62%. Hal ini berarti bahwa orang tua anak tunagrahita mampu bersemangat dalam mendidik anaknya dan menerima keadaan   anaknya   dengan   lapang   dada.

Hubungan Bersyukur dengan Kesejahteraan Subjektif pada Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kota Padang

KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4, No 2 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa skala psikologi yang mengungkap aspek-aspek penelitian berupa aitem- aitem pernyataan. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua skala, yaitu skala bersyukur dan skala kesejahteraan subjekif. Skala bersyukur dirujuk dari teori Al- Ghazali yang operasionalisasinya berdasarkan tafsir dari ayat-ayat mengenai syukur. Sedangkan skala kesejahteraan subjektif dirujuk dari teori diener yang menyatakan bahwa kesejahteraan subjektif terdiri dari dua dimensi, yaitu afektif dan kognitif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang yang berjumlah 83 orang. Teknik   pengambilan   data   dalam penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yang berarti bahwa setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara bersyukur dengan kesejahteraan subjektif pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB Negeri 2 Padang. Koefisien korelasi dari hasil analisis data adalah sebesar 0,156 (rxy= 0,516 p<0,05). Deskripsi umum dari data penelitian menunjukkan bahwa tingkat bersyukur orang tua anak tunagrahita termasuk ke dalam kriteria tinggi dengan persentase sebesar 56% dan tingginya kesejahteraan subjektif orang tua anak tunagrahita sebesar 62%. Hal ini berarti bahwa orang tua anak tunagrahita mampu bersemangat dalam mendidik anaknya dan menerima keadaan   anaknya   dengan   lapang   dada.