Articles

Found 3 Documents
Search

Corak Pemikiran Modern Pendidikan Islam Munawir, M
JIE (Journal of Islamic Education) Vol 1 No 1 (2016): (Mei 2016)
Publisher : STITMUH BANGIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Natsir proposed a concept of education by potraying a dichotomy between general seducation and religious education. He suggested the oneness of God (Tawheed) as a priciple of education. The Islamic education ideology is based on the Tawheed. He states that the ideology of education should have a definite vision, mission, and objectives so that it could produce a positive contribution to the nation. This is relevant with the condotion of educational traits ini Indonesia in which it is hoped to be able to manage the characteristic of Indonesian identity. People recognize Natsir as preacher and a political figures. However, they don’t know his role in education. He is actually a great thinker on education field. His concept actually place the Tauheed as the font liner in developing education by the idea that it will guide to the better future of Indonesians throughout the education sector. His ideas are taken as reference by many Islamic scholars and thinkers. Because of this. He is called as neo-modernist.
ANALISIS SPASIAL DINAMIKA KONVERSI LAHAN DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN Munawir, M; Barus, Baba; Sudadi, Untung
TATALOKA Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 (in progress)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.21.2.%p

Abstract

Intensitas pembangunan di Kota Makassar serta integrasi wilayah ke dalam KSN Mamminasata menyebabkan terjadinya proses transformasi fisik-spasial dan berakibat terhadap tingginya konversi lahan di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis konversi lahan, dan faktor penentunya di Kabupaten Gowa dalam lima titik tahun (1998, 2003, 2007, 2011 dan 2016), serta (2) Menganalisis dinamika konversi penggunaan lahan tersebut. Analisis yang digunakan meliputi (1) analisis penggunaan lahan dan analisis konversi lahan, (2) analisis faktor penentu konversi lahan, dan (3) analisis dinamika konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konversi penggunaan lahan di Kabupaten Gowa selama periode tahun 1998-2016 sebesar 3.23%. Penggunaan lahan yang mengalami peningkatan luasan paling tinggi yaitu lahan terbangun, sedangkan yang mengalami penurunan luasan paling tinggi yaitu sawah, dan ladang/tegalan. Faktor penentu yang signifikan mempengaruhi konversi penggunaan lahan sawah menjadi lahan terbangun meliputi kepadatan penduduk, jarak dari ibukota kabupaten, jarak dari ibukota kecamatan, jarak dari pasar, kebijakan pola ruang Kabupaten Gowa, dan Integrasi ke dalam KSN Mamminasata, sedangkan konversi ladang/tegalan menjadi lahan terbangun dipengaruhi faktor penentu kemiringan lereng, kepadatan penduduk, jarak dari jalan arteri, jarak dari kota kabupaten, jarak dari objek wisata, kebijakan pola ruang Kabupaten Gowa, dan Integrasi ke dalam KSN Mamminasata. Penggunaan lahan yang paling dinamis berkembang yaitu lahan terbangun dan semak belukar, sementara penggunaan lahan yang paling dinamis menurun meliputi sawah, ladang/tegalan, dan hutan. Intensitas konversi yang tertinggi yaitu pada transformasi penggunaan lahan sawah, ladang/tegalan, semak belukar menjadi lahan terbangun. Tingkat intensitas konversi lahan yang berlangsung cepat terjadi pada periode tahun 2007-2011, dan 2011-2016.
KENDALA DAN TANTANGAN PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI Apriana, Enika Dwi; Munawir, M
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 03 MEI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.462 KB)

Abstract

Education will develop more and more, of course, supported by the existence of information and communication technology so that it becomes digital education that can support the advancement of the world of education. However, this technology-based education is still experiencing various obstacles and challenges. For example, remote areas that still lack the introduction of digital technology and networks so that there is a delay in the development of technology-based education.