Serom, Serom
Faculty of Agriculture, Janabadra University

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Adaptation of New Superior Varieties and Planting Systems on Growth and Production of Rice

Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.742 KB)

Abstract

This study aims to obtain adaptive varieties with appropriate cropping systems on growth and yield of wetland rice. Design used is Split Plit Design, varieties as main plot and planting system as subplot. Varieties consist of two levels, namely Inpara 2 and Inpari 30. Plant spacing consists of five levels, namely tile planting system, legowo 2:1(20-40)x10cm, legowo 2:1(20-50)x10cm, legowo 2:1(25-40)x12.5cm, and legowo 2:1(25-50)x12.5cm. There are 10 treatment combinations, repeated three times, in total there are 30 plot experiments. Results: Inpara 2 and Inpari 30 varieties there were no significant differences to plant height, number of panicles per hill, panicle length, number of grain per panicle, percentage of unhulled grain, number of grains per panicle, and weight of 1000 grains. Legowo 2:1(20-40)x12.5cm has significant effect on plant height, 81.28 and 80.39cm respectively. Treatment  legowo 2:1(25-50)x12,5cm, (25-40)x12,5cm, and (25-40)x10cm systems had highest number of panicles per hill: 12.94;12,44;and 11.72 panicles. Grain per panicle, percentage of unhulled grain, and grains number per panicle have same pattern, that is highest with 2:1 legowo system (20-40)x10cm, highest 1000 grain of legowo 2:1 planting system (20-40)x10cm and (25-50)x12.5cm respectively 24.51 and 25.35 g. Yield of Inpara 2 and Inpari 30 varieties with legowo 2:1 system is significantly different from tile planting system. Key-words: legowo, adaptation, rice paddy

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapatdigunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dandiketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasidalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yangdigunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang palingdiminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasisangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknyadisesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnyainovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalahleaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen)dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen danbrosur 6,67 persen.

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapat digunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dan diketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasi dalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yang digunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang paling diminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasi sangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknya disesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnya inovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalah leaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen) dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen dan brosur 6,67 persen.

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapatdigunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dandiketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasidalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yangdigunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang palingdiminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasisangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknyadisesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnyainovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalahleaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen)dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen danbrosur 6,67 persen.

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapat digunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dan diketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasi dalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yang digunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang paling diminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasi sangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknya disesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnya inovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalah leaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen) dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen dan brosur 6,67 persen.

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapatdigunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dandiketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasidalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yangdigunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang palingdiminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasisangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknyadisesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnyainovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalahleaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen)dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen danbrosur 6,67 persen.

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu inovasi teknologi pertanian ditentukan oleh seberapa banyakteknologi itu diadopsi dan digunakan oleh pengguna teknologi. Agar teknologi itu dapatdigunakan oleh pengguna maka faktor yang sangat penting adalah teknologi itu dikenal dandiketahui oleh pengguna teknologi. Penelitian ini bertujuan melihat peran media komunikasidalam transfer teknologi di Taman Agroinovasi Kalimantan Barat.Metodologi yangdigunakan adalah diskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa media komunikasi yang palingdiminati adalah leaflet, kunjungan lapang/penyuluhan dan pelatihan. 1. Media komunikasisangat berperan dalam percepatan transfer teknologi, 2. Bentuk media komunikasi hendaknyadisesuaikan dengan permintaan petani karenaberpengaruh dalam adopsi teknologi khususnyainovasi teknologi di Taman Agroinovasi.3. Bentuk media yang paling diminati petani adalahleaflet (30 persen), media komunikasi berupa kunjungan lapang/penyuluhan (23,33 persen)dan pelatihan (16,67 persen), siaran TV sebesar 13,33 persen, siaran radio 10 persen danbrosur 6,67 persen

PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT

Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of an innovation agricultural technology determined by how a lot oftechnology it was adopted and used by user of the technology. So that that technology can be used by the user so the factor that is very important is that technology known and acknowledged by user of the technology. This study examines the role of media communication in transferring technologies in the garden of “agro-innovation west Kalimantan”. The methodology used is descriptive. The results are that media is a communication that most attractive to is leaflets, the visit roomy / counseling and training. 1. a medium of communication play an important role in the acceleration of transferringtechnologies, 2. Form of media communication should be adapted to the request farmers because of its effect in adopting technology especially technological innovations in the garden of agro innovation. 3 . Form of media most attractive to farmers is: 30 percent from the leaflets, a medium of communication in the form of a visit roomy / information ( 23,33 percent ) and training of 16.67 percent ) , TV live as much as 13,33 percent, radio broadcasts 10 percent kilometers long percent and brochure

PENAMPILAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIMA VARIETAS BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) DI KALIMANTAN BARAT

BUANA SAINS Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction of high yielding varieties of red onion (Allium ascalonicum) is an effort that can be done to increase red onion production in West Kalimantan. This research aims to introduce new varieties that can adaptive for the conditions of the land in West Kalimantan in order to obtain location-specific varieties as well as to accelerate the deployment of red onion Agency for Agricultural Research and Development. The research was conducted from May to July 2014 at the Visitor BPTP Plots of West Kalimantan. Research using randomized block design with four replications. The varieties used are Katumi, Bima, Mentes, Pikatan and Manjung. Variables observed included: height of plant (cm), number of tillers (clumps), number of leaves (strands), bulbs diameter (mm), weight bulbs (g), production (tons / ha). The results showed that of the five varieties of onion were tested superior results achieved ranged from 6.11 to 9.37 tons / ha. The Varieties Bima and Katumi to give the highest production of 9.37 tons / ha and 9.09 tons / ha. Both of these varieties are recommended for development in West Kalimantan.