Niakurniawati, Niakurniawati
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Supervisi Ketua Jurusan terhadap Kinerja Dosen pada Politeknik Kesehatan Aceh Imran, Herry; Niakurniawati, Niakurniawati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2017): AcTion Vol 2 No 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v2i1.36

Abstract

Delegative leadership is a leadership style undertaken by the leadership to subordinates who have the ability, in order to run its activities that for a time can not be done by the leadership for various reasons. The purpose of this research is to know the influence of leadership style and supervision of Head of Department toward lecturer performance. The research method is descriptive analytic. The study population of all heads of departments and lecturers amounted to 88 people. Data collection techniques using questionnaires. The result of the research shows the positive and significant influence between leadership style of Head of Department toward lecturer performance (p= 0,001), the leadership style of its delegation leadership style has reached a good level where ability and willingness of subordinate have high. Its supervision there is no influence to lecturer's performance (p= 0,292). It gives meaning together with lecturer's performance can be predicted by both independent variables. In conclusion, the leadership style it has a positive effect on the performance, in contrast, the supervision of the department chief does not show the effect on the improvement of the lecturer's performance at the Health Polytechnic of Aceh. Advice, to improve the performance of lecturers then the leader should adopt a leadership style in a delegation manner.Keywords:      Leadership style, supervision, head of the department, lecturer performanceKepemimpinan delegatif merupakan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya yang memiliki kemampuan, agar dapat menjalankan kegiatannya yang untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan oleh pimpinan dengan berbagai sebab. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan supervisi ketua jurusan terhadap kinerja dosen. Metode penelitian adalah deskriftif analitik. Populasi penelitian semua ketua jurusan dan dosen yang berjumlah 88 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan  signifikan antara gaya kepemimpinan ketua jurusan terhadap kinerja dosen (p= 0,001), gaya kepemimpinan ketua jurusan yaitu gaya kepemimpinan delegatif sudah mencapai tingkatan yang bagus dimana kemampuan dan kemauan bawahan telah tinggi.  Supervisi ketua tidak menunjukan pengaruh terhadap kinerja dosen (p= 0,292). Hal ini memberi makna secara bersama-sama dengan kinerja dosen dapat diprediksi oleh kedua variabel bebas tersebut. Kesimpulan, gaya kepemimpinan Ketua berpengaruh positif terhadap kinerja, sebaliknya supervise ketua jurusan tidak menunjukan pengaruh terhadap peningkatan kinerja dosen di Politeknik Kesehatan Aceh. Saran, untuk meningkatkan kinerja dosen maka pemimpin harus menganut gaya kepemimpinan secara delegatif.Kata kunci:   Gaya kepemimpinan, supervisi, Ketua Jurusan, kinerja dosen
PENGETAHUAN TENTANG MENYIKAT GIGI DAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID SEKOLAH DASAR Imran, Herry; Niakurniawati, Niakurniawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v9i4.298

Abstract

Menyikat gigi adalah Cara umum yang dianjurkan untuk membersihkan seluruh deposit lunak dan plak pada gigi. Efektifitas menyikat gigi selain tergantung kepada frekuensi dan Cara menyikat gigi juga tergantung dengan waktu menyikat gigi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menyikat gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut pada murid SD Negeri Garot Geuceu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji Statistik chi-square dengan derajat kepercayaan (α = 0,05). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 31 Maret 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 murid dengan sampel menggunakan total populasi melalui pemeriksaan langsung serta melakukan wawancara. Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang frekuensi menyikat gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut dengan x^2hitung sebesar 1,708, ada hubungan pengetahuan tentang waktu menyikat gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut dengan x^2hitung 6,893 dan ada hubungan antara teknik menyikat gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut denganx2hitung sebesar 7,39. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang frekuensi menyikat gigi, ada hubungan antara pengetahuan tentang waktu dan teknik menyikat gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut. Disarankan kepada murid SDN Garot Geuceu untuk dapat meningkatkan pengetahuan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kata kunci: Murid sekolah dasar, Kebersihan gigi dan mulut, Pengetahuan
PERBEDAAN INDEKS DEBRIS SEBELUM DAN SETELAH MENYIKAT GIGI DENGAN POSISI LAP TO LAP PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PAUD AL JANNAH Niakurniawati, Niakurniawati; Imran, Herry; Nasri, Nasri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : WAHANA RISET KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.353 KB)

Abstract

Karies merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi mulut dan tingginya tingkat akumulasi plak merupakan factor prediposisi terjadinya karies gigi. Akumulasi debris dapat dikendalikan dengan menyikat gigi merupakan metode pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang efektif dan sering digunakan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada usia 2-3 tahun. Jenis penelitian eksperimental semu dengan pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian terdapat perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh. Hal ini berarti menyikat gigi dengan posisi lap to lap secara signifikan dapat menyebabkan penurunan indeks debris pada anak yang berusia 2-3 tahun. Indeks debris sebelum menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori sedang dengan skor plak 1,9 dan Indeks debris setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori baik dengan skor debris 0,2. Diharapkan menyikat gigi dengan posisi lap to lap dapat diperkenalkan kepada masyarakan luas melalui sosialisasi dibidang kesehatan (promotif), guna menambah pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak dan meningkatkan kepedulian orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Kata kunci: Menyikat gigi, Lap to Lap
Efektifitas Metode Pendidikan terhadap Perubahan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Murid MIN Mesjid Raya Banda Aceh Niakurniawati, Niakurniawati; Usman, Said; bin Abdurrahman, Faisal
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hasil studi pendahuluan, sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh pernah melakukan penyuluhan kesehatan, tetapi penyuluhan tentang kesehatan gigi hanya dilakukan setahun sekali. Dari wawancara 17 murid didapati menderita karies, 5 murid yang memiliki pengetahuan yang baik dan masih ada murid acuh tak acuh tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode pendidikan terhadap perubahan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap 173 murid kelas VI, diambil secara total populasi. Pengumpulan data dan intervensi dari tanggal 2 sampai 28 September 2016 dengan menggunakan kuesioner. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre test post test non equivalent group design terhadap 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang terdiri dari metode diskusi di kelas VI A (42 murid), metode simulasi di kelas VI B (44 murid), metode demonstrasi di kelas VI C (44 murid) dan kelompok kontrol di kelas VI D (43 murid). Intervensi diberikan dua kali, rentang waktu pre test dan post test selama empat minggu. Analisis data menggunakan t-test dan oneway anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), perubahan terhadap sikap (p=0,001) dan perubahan terhadap tindakan (p=0,001) tentang kesehatan gigi dan mulut. Saran: Di antara ketiga metode tersebut, ternyata metode diskusi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kerjasama pihak sekolah dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kunjungan program UKGS ke sekolah-sekolah melalui UKS dengan difokuskan pada pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut.
Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pedesaan di Teubang Phui Baro Aceh Besar dan Masyarakat Perkotaan di Lampaloh Banda Aceh Imran, Herry; Niakurniawati, Niakurniawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 2 (2019): April 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v10i2.418

Abstract

Teeth are one part of the body that has an important role so that dental health must be maintained as early as possible so that it can last long in the oral cavity. People who live in cities have higher knowledge of dental and oral health than people who live in villages. The aim of the study was to describe the knowledge of dental and oral hygiene of rural communities in Teubang Phui Baro Aceh Besar and urban communities in Lampaloh Banda Aceh. The research was conducted in March 2017. The study samples were 85 people aged 20-60 years in Lampaloh Banda Aceh and Teubang Phui Baro Aceh Besar, who were selected by simple random sampling technique. The results of this study indicate that the knowledge of rural communities, at most, is in the category (39%), while the knowledge of urban communities, at most in the good category (72%). Keywords: knowledge, rural communities, urban communities ABSTRAK Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang mempunyai peranan penting sehingga kesehatan gigi harus dijaga sedini mungkin agar dapat bertahan lama dalam rongga mulut. Orang yang tinggal dikota, memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tinggal di desa. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pengetahuan kebersihan gigi dan mulut masyarakat pedesaan di Teubang Phui Baro Aceh Besar dan masyarakat perkotaan di Lampaloh Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Sampel penelitian adalah 85 orang yang berusia 20-60 tahun di Lampaloh Banda Aceh dan Teubang Phui Baro Aceh Besar, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat pedesaan, paling banyak adalah dalam kategori (39%), sedangkan pengetahuan masyarakat perkotaan, paling banyak dengan kategori baik (72%). Kata kunci: pengetahuan, masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan