Iswanto, Sufandi
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi nilai-nilai Budaya Toleransi dalam pembelajaran sejarah (Studi kasus SMA Negeri 1 Banda Aceh) Azis, Abdul; Haikal, Muhammad; Iswanto, Sufandi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3, Agustus 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.641 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v3i3.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya toleransi kepada siswa di SMA Negeri 1 Banda Aceh melalui pembelajaran sejarah, pada dasarnya dalam budaya toleransi tersebut terkandung nilai-nilai yang berkaitan dengan keberagaman, suku, etnis, sosial dan agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta mengkaji dokumen dan arsip pembelajaran. Hasil penelitian ini yaitu; (1) mendeskripsikan pemahaman guru tentang nilai-nilai budaya toleransi; (2) mendeskripsikan nilai-nilai budaya toleransi dalam pembelajaran sejarah; (3) mendeskripsikan faktor-faktor kendala internalisasi nilai-nilai budaya toleransi dalam pembelajaran sejarah SMA Negeri 1 Banda Aceh. Dengan demikian, maka kesimpulannya adalah; (1) pemahaman guru terhadap nilai-nilai budaya toleransi dipahami secara mendasar dan baik, dikarenakan hal tersebut penting untuk diajarkan kepada siswa yang mengandung nilai kebebasan, kebudayaan, saling menghargai, aktifitas sosial, agama serta dapat diterapkan dalam beberapa mata pelajaran yang relevan ; (2) proses internalisasi nilai-nilai budaya sikap toleransi dalam pembelajaran sejarah dilaksanakan oleh guru sejarah melalui tiga tahapan kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, yang disimpulkan dalam RPP; (3) faktor-faktor kendala dalam internalisasi nilai-nilai budaya sikap toleransi pada pembelajaran sejarah adalah rendahnya tingkat keaktifan siswa, kurangnya pemahaman siswa dalam menyerapi materi, dan kesulitan dalam mengerjakan tugas serta keterbatasan alokasi waktu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.