Articles

Found 4 Documents
Search

Deteksi Gen Litik BRLF1 Epstein-Barr Virus pada Penderita Karsinoma Nasofaring Ningsih, Tri Yulia; Wahyono, Daniel Joko; Gumilas, Nur Signa Aini
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.1.517

Abstract

Rosenmuller fossa. Epithelial malignancy is often found in Chinese populations and Southeast Asia including Indonesia. Undifferentiated nasopharyngeal carcinoma (NPC WHO-3) type is 100% associated with Epstein-Barr virus (EBV) infection. Bam-HI R Leftward Reading Frame 1 (BRLF1) lytic gene has an important function as a transition mediator of latent phase to the lytic phase in EBV cycle. Detection of BRLF1 gene by PCR can be used for NPC diagnosis. The aim of this study is to identify BRLF1 lytic genes as molecular markers of Epstein-Barr virus in nasopharyngeal carcinoma patients with conventional PCR method and to determine the sensitivity of conventional PCR method to detect BRLF1 gene. The research design was cross sectional study. A total of 22 DNA samples were isolated from venous blood of NPC patients from RSUD Prof dr Margono Soekarjo, Purwokerto with informed consent. BRLF1 gene identification is done with conventional PCR technique. The results of this research showed that BRLF1 genes as molecular markers lytic cycle of Epstein-Barr virus in nasopharyngeal carcinoma patients can be identified conventional PCR technique that will produced DNA 157 bp. BRLF1 gene was detected in 16 samples (72.73%) of 22 samples of this study.
Ekspresi Relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus dari Biopsi Jaringan Tumor dalam Blok Parafin sebagai Petanda Biologi Patogenesis Karsinoma Nasofaring Estania, Andreanne Poppy; Sulistyo, Hidayat; Wahyono, Daniel Joko
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.409

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas pada sel epitel nasofaring dan merupakan penyakit multifaktor yang bersifat endemik. Tipe KNF tidak berdiferensiasi (KNF WHO-3) telah terbukti konsisten dengan infeksi EBV. Gen litik BRLF1 berperan sebagai mediator transisi dari fase laten menjadi litik. Pengukuran aktivitas mRNA EBV di lokasi tumor primer perlu dilakukan karena lebih mencerminkan patogenesis KNF yang  sesungguhnya dari pada diagnosis serologi dan pengukuran DNA EBV di sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus pada beberapa tingkat stadium tumor penderita KNF sebagai  petanda biologi potensial dalam patogenesis KNF. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berbentuk studi seran lintang. Sampel penelitian ini adalah biopsi jaringan tumor dalam blok parafin penderita KNF sebanyak 24 sampel. Sampel tersebut telah didiagnosis pasti sebagai KNF WHO-3 dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi pada Poli Patologi Anatomi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto serta memenuhi kriteria inklusi sampel. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan ekspresi relatif mRNA BRLF1 stadium yang berbeda. Nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada 24 sampel KNF berkisar 99,04415959-1097,496026. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada stadium awal (n = 5; 544,72420 + 142,614733) lebih tinggi 1,8 kali dibandingkan dengan stadium lanjut (n = 17; 395,68612 + 293,172201), namun peningkatan  ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV tidak bermakna secara statistik karena didapatkan nilai p=0,130 (p>0,05). Oleh karena itu, ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV dari biopsi jaringan tumor dalam blok parafin tidak berpotensi sebagai petanda biologi molekul patogenesis KNF, khususnya progresivitas tumor pada stadium lanjut KNF.
Ekspresi mRNA LMP2A Epstein-Barr Virus dari Biopsi Jaringan dalam Blok Parafin Berpotensi sebagai Biomarka dalam Diagnosis Karsinoma Nasofaring Afriansya, Roni; Pramono, Hendro; Sulistyo, Hidayat; Wahyono, Daniel Joko
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.3.323

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor epitel yang terletak di nasofaring dan merupakan penyakit genetik multifaktor yang endemik. Penyebab utama KNF adalah infeksi oleh Virus Epstein-Barr (EBV). Keberadaan EBV pada penderita KNF dapat diketahui dengan ditemukannya DNA EBV dalam spesimen biopsi jaringan penderita KNF. Genom EBV dan ekspresi sebagian dari produk gen laten virus secara konsisten terdeteksi hampir di setiap sel dalam kanker ini, salah satunya adalah gen Latent Membrant Protein (LMP). Aktivitas mRNA EBV lebih mencerminkan patogenesis KNF yang  sesungguhnya dari pada diagnosis serologi dan pengukuran DNA EBV di sirkulasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium PA RSUD Margono Seokarjo, Purwokerto/Lab PA Fakultas Kedokteran dan laboratorium genetika/molekuler Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Analisis Ekspresi mRNA LMP2A EBV dengan teknik one step RT-PCR dan produk RT-PCR (amplikon cDNA) divisualisasi dengan elektroforesis gel agarosa 1%. Hasil ekspresi mRNA LMP2A EBV adalah 27,3% (6 dari 22 sampel). Kesimpulan, metode one step RT-PCR dapat digunakan untuk menganalisis ekspresi mRNA LMP2A EBV dari sampel biopsi jaringan KNF dalam blok paraffin dan hasil positivitas ekspresi mRNA LMP2A EBV sedang, sehingga berpotensi digunakan sebagai petanda biologi molekul diagnosis KNF.
Ekspresi gen litik virus Epstein-Barr: manfaatnya untuk penegakan diagnosis karsinoma nasofaring Wahyono, Daniel Joko; Hermani, Bambang; Soeharso, Purnomo
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 40, No 2 (2010): Volume 40, No. 2 July - December 2010
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v40i2.9

Abstract

Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is endemic in certain geographic regions, such asSoutheast Asia, and is associated with several environmental and genetic factors. Undifferentiated NPCis consistent with Epstein-Barr virus (EBV) infection. NPC is the most common ENT tumor in Indonesiawith high prevalence among native populations and yearly overall incidence estimated 6.2 per 100.000 population. Purpose: To explain the advantage of EBV immediate-early gene expression analysis indetermining of NPC diagnosis and management of NPC.Review: Replication of EBV implies to twocellular reactions, i.e. latentcy and lytic cycle expression of EBV lytic genes which consists of three lyticphases, i.e. immediate-early, early and late phase. Expression of immediate-early genes BZLF1 andBRLF1 are needed to induct of early and late genes, so both genes are known as transactivator genes.BALF1, an early lytic gene, expresses some protein regulating EBV replication in NPC. Expression of BCLF1, a late lytic gene, is essential for EBV replication, particularly in the forming of virion structure inNPC. Switching from latent to lytic cycle in tumor cells can happened spontaneously, particularly whenthe viral immediate early genes are induced via signal transduction after initial activation by anti-IgG,TGF-ß and CD4+. In NPC, the induction of EBV lytic cycle by cisplatin and irradiation gamma leads tothe increasing expression of BRLF1 and BZLF1 which have a correlation with the increasing of tumorprogression. RT-PCR technique is a very useful for detecting mRNA BRLF1 and BZLF1 gene expressionat the site of primary tumor, while real-time RT-PCR technique is used to measure the mRNA level ofthose genes.Conclusion: Expression of EBV immediate-early lytic gene in the biopsy of NPC primarytumour provides a basic clinical information for NPC diagnosis and therapy more accurately. Key words: expression EBV lytic gene, nasopharyngeal carcinoma, NPC diagnosis. Abstrak : Latar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) bersifat endemik secara geografis (di Asia Tenggara)dan berasosiasi dengan beragam faktor lingkungan dan genetik. KNF tidak berdiferensiasi konsistendengan adanya infeksi virus Epstein-Barr (VEB). Prevalensi KNF pada populasi Indonesia cukup tinggisebesar 6,2/100.000 penduduk per tahun. Tujuan:Menjelaskan kegunaan analisis ekspresi gen litikimmediate-early VEB untuk menegakkan diagnosis KNF dan meningkatkan efisiensi dalam penangananKNF. Tinjauan Pustaka: Replikasi VEB pada epitel nasofaring berimplikasi pada dua reaksi seluler,yaitu siklus laten dan litik VEB. Ekspresi gen litik VEB terdiri dari tiga fase, yaitu immediate-early,early dan late.Ekspresi gen immediate-early BZLF1 dan BRLF1 diperlukan untuk menginduksi genlitik fase early dan late, sehingga kedua gen tersebut dikenal sebagai gen transaktivator. Gen faseearlylitik BALF1 mengekspresikan protein replikasi pada KNF. Ekspresi gen fase late BCLF1 berperanpenting untuk replikasi VEB pada KNF, terutama untuk membentuk struktur virion. Perubahan sikluslaten menjadi siklus litik pada sel tumor dapat terjadi secara spontan, terutama melalui transduksi sinyalsetelah aktivasi oleh anti-IgG, TGF-ß dan CD4. Pada KNF, induksi siklus litik VEB dengan cisplatindan radiasi sinar γ menyebabkan peningkatan ekspresi gen BRLF1 dan BZLF1 yang berkorelasi denganpeningkatan progresivitas tumor. Teknik RT-PCR akan sangat berguna untuk mendeteksi ekspresi mRNAgen BRLF1 dan BZLF1 VEB pada lokasi tumor primer, sedangkan teknik real time RT-PCR digunakanuntuk mengukur kuantitas mRNA gen tersebut. Kesimpulan: Ekspresi gen litik immediate-early VEBpada biopsi tumor KNF memberikan informasi klinis dasar yang lebih akurat untuk diagnosis dan terapiKNF.+Kata kunci: ekspresi gen litik VEB, karsinoma nasofaring, diagnosis KNF.