Aini, Sitti Nurul
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HORTIKULTURA DI DESA BALUNIJUK, KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA Aini, Sitti Nurul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Balunijuk merupakan salah satusentra produksi tanaman hortikulturadi Provinsi Bangka Belitug. Sistempertanian tanaman hortikutura di Desaini tergolong konvensional dan masihterdapat permasalahan. Kegiatanpengabdian pada masyarakat yangdilakukan di Desa Balunijuk padadasarnya bertujuan untuk mengatasimasalah-masalah yang ada di desatersebut. Adapun masalah utama yangdihadapi adalah pertanian hortikulturayang kurang menguntungkan karenainput pertanian yang mahal dan sifatproduk hortikultura yang mudahrusak. Kegiatan-kegiatan yangmenjadi solusi untuk mengatasimasalah tersebut adalah: pembuatankompos berbahan dasar limbahsayuran, penanganan pasca panenproduk hortikultura, pengendalianhama terpadu dan pembuatanterrarium. Pelaksanaan kegiatanpengabdian disambut baik oleh wargadesa dan petani di Desa Balunijukkarena dirasa memberi manfaat kedepannya. Pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat di DesaBalunijuk perlu dilanjutkan untukmendampingi keberlanjutan programyang telah dilaksanakan.
Determinasi Pengaruh Populasi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius) terhadap Hasil Gabah Padi Sawah di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Winarsi, Winarsi; Aini, Sitti Nurul; Apriyadi, Rion
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.249 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.19

Abstract

Tanaman padi merupakan sumber utama makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, begitu pula di Provinsi Bangka Belitung. Budidaya tanaman padi masih melalui berbagai kendala, salah satunya adalah hama walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius), yang menyerang tanaman padi setelah berbunga dengan mengisap gabah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh populasi L.oratorius terhadap hasil padi, untuk mengetahui jumlah L. oratorius yang dapat menurunkan hasil padi 15% dan untuk mengetahui persentase kehilangan beras berdasarkan jumlah populasi L.oratorius di desa Kimak, Kabupaten Merawang, Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di sawah di desa Kimak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuannya adalah perbedaan populasi L.oratorius. Terdiri dari: tanpa L.oratorius, 2 L.oratorius, 3 L.oratorius, 4 L.oratorius, 5 L.oratorius, 6 L.oratorius, 7 L.oratorius dan 8 L.oratorius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah L.oratorius berpengaruh nyata terhadap hasil padi, 3 populasi L.oratorius per 50 cm x 50 cm mampu menurunkan hasil padi sebesar 15% dan persentase kehilangan hasil pada perlakuan 2 - 8 L. oratorius sekitar 10,97% sampai dengan 28,98%.
Peningkatan Kualitas Lada Putih dengan Kombinasi Lama Perendaman dan Penambahan Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Putri, Yasa; Kusmiadi, Riwan; Aini, Sitti Nurul
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.708 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i2.22

Abstract

Perendaman lada putih dengan penambahan daun karamunting (Melastoma malabathricum) merupakan salah satu upaya penanganan pascapanen lada. Tujuan penelitian yaitu mempercepat proses perendaman dengan penambahan daun karamunting yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lada putih. Penelitian ini dilakukan di Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka Induk, pengujian kualitas di Balai UPTD Sertifikasi dan Pengendalian Mutu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Bangka Belitung dan Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama (P) 4 taraf lama perendaman: (P0) kontrol 14 hari, (P1) 9 hari, (P2) 7 hari, (P3) 5 hari. Faktor kedua (K) penambahan dosis daun karamunting: (K0) kontrol tanpa pemberian dosis, (K1) 100 g, (K2) 150 g dan (K) 200 g. Setiap unit percobaan terdiri 2 kg buah lada. Uji lanjut menggunakan DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman berpengaruh terhadap peubah kadar benda asing, kadar biji kehitam-hitaman, dan kadar minyak atsiri. Perendaman selama 5 hari menghasilkan nilai minyak atsiri lebih tingggi yaitu 2,44%. Tidak ada interaksi antara lama perendaman dengan penambahan daun karamunting terhadap kualitas lada putih.
Uji Efektifitas Agensia Hayati Metarizhium anisopliae Terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F) Secara In Vitro Kusmiadi, Riwan; Aini, Sitti Nurul; Apriyadi, Rion; Ciko, Ciko
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.195 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i2.12

Abstract

Hama merupakan penyebab terjadinya penurunan dan produksi tanaman, salah satunya yaitu Spodoptera litura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat mortalitas Spodoptera litura akibat infeksi Metarhizium anisopliae. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Agroteknologi Fakultas FPPB.  Penelitian menggunakan RAKF dengan 2 faktor. Faktor pertama (stadia larva) yaitu L1 = instar 3, L2= instar 4. Faktor kedua (Konsentrasi aplikasi) yaitu V0=kontrol, V1=30 g/l air, V2=35 g/l air, V3= 40 g/l air, V4= 45 g/l air. Analisis data menggunakan ANOVA taraf kepercayaan 5% dan uji lanjut menggunakan BNJ taraf kepercayaan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 30 g/l air dan 35 g/l air tingkat mortalitas mencapai 88,89 % sedangkan konsentrasi 40 g/l air dan 45 g/l air sebesar 100% dengan rentang waktu kematian rata-rata 3 sampai 7 hari . Larva yang terinfeksi M. anisopliae mengalami perubahan perilaku seperti nafsu makan berkurang, gerakan larva menjadi lamban, tubuh lunak, tidak aktif, serta terjadinya perubahan warna menjadi hitam dengan sebagian tubuh larva ditumbuhi miselium.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L) di Tanah Ultisol dengan Penambahan Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Nanas Santi, Ratna; Aini, Sitti Nurul; Darmawan, Nopan
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.15 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.21

Abstract

Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sehingga alternatif aplikasi teknologi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) dari limbah nenas. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon di tanah ultisol. Metode eksperimen yang digunakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 taraf perlakuan yaitu: pupuk anorganik, 20 mL/1 liter air, 35 mL/1 liter air, 50 mL/1 liter air, P4 65 mL/1 liter air, P5 80 mL/ 1 liter air dan 95 mL/ 1 liter air. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan pupuk organik cair (POC) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon.  Pertumbuhan tanaman melon perlakuan 20 mL/1 liter air cenderung lebih baik sedangkan untuk produksi cenderung lebih baik pada perlakuan 35 mL/ 1 liter air.
Uji Analisis Tingkat Kematangan dan Metode Perendaman terhadap Aspek Fisik dan Kimia Lada Putih (Muntok White Pepper) Kusmiadi, Riwan; Aini, Sitti Nurul; Nurkholis, Nurkholis
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.869 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.6

Abstract

Salah satu masalah perindustrian lada di Indonesia adalah rendahnya kualitas yang diproduksi oleh petani. Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan teknik yang baik dalam memproses lada dan menghasilkan kualitas lada sesuai Standar Nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan acak faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah matang fisiologis (M) dan faktor kedua adalah metode perendaman (P). Tahap penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, Perendaman lada, membersihkan kulit dan batang, pengeringan dan analisis uji mutu lada. Peubaha yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar warna lada, dan tingkat kontaminasi jamur. Hasil penelitian ini menunjukkan efek matang fisiologis memberikan pengaruh yang nyata pada kadar lada kehitam-hitaman dan biji enteng. Kadar lada kehitam-hitaman menunjukan tertinggi pada fase lewat matang optimum 0,12% dan terendah saat menjelang matang optimum 0,01%. Kadar biji enteng menunjukan tertinggi pada saat menjelang matang optimum 1,66% dan terendah pada saat lewat matang optimum 0.79%. Hasil penelitian lada putih baik dalam perlakuan metode perendaman dan perlakuan matang fisiologis untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia.
Uji Efikasi Ekstrak Daun Mengkudu, Kemangi dan Jambu Biji dalam Menghambat Pertumbuhan Cendawan Colletotrichum gloeosporioides pada Buah Pepaya Susanti, Sari; Kusmiadi, Riwan; Aini, Sitti Nurul
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.785 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i1.3

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu masalah penting dalam budidaya pepaya, yang disebabkan oleh C.gloesporioides. Salah satu cara penanggulangannya menggunakan fungisida nabati. Bahan alami yang mempunyai khasiat sebagai fungisida nabati adalah mengkudu, kemangi dan jambu biji. Penelitian dilakukan dilaboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung pada bulan Januari sampai April 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), faktor pertama ekstrak (E) yaitu ekstrak daun mengkudu (E1), kemangi (E2) dan jambu biji (E3), faktor kedua yaitu konsentrasi yaitu 0% (K0), 10% (K1), 20% (K2), 30% (K3), 40% (K4), 50% (K5) dan 60% (K6). Data dianalisis menggunakan analisis varian pada α 5% dengan menggunakan program SAS (Statistical Analitic System), jika berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji konsentrasi 30% paling baik menghambat pertumbuhan C.gloesporioides pada buah pepaya.