Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Inovasi

ISOLASI, PEMURNIAN DAN STERILISASI Oosista Eimeria tenella DENGAN Sodium hypochlorite 13% ( ISOLATION, PURIFICATION AND STERILIZATION OF Eimeria tenella USING Sodium hypochlorite 13% ) Awaludin, Aan; Nurkholis, -
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.073 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian isolasi, pemurnian dan sterilisasi oosista Eimeria tenella dengan menggunakan Sodium hypochlorite 13%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase dan sensitivitas dari Sodium hypochlorite 13% yang digunakan untuk proses isolasi, pemurnian dan sterilisasi oosista Eimeria tenella.Sebanyak 48 ekor ayam broiler, jenis kelamin tidak diperhatikan dipelihara sejak DOC digunakan dalam penelitian ini. Ayam-ayam tersebut diinfeksi dengan oosista Eimeria tenella yang sudah bersporulasi pada umur 27 hari. Infeksi dilakukan secara oral dengan dosis 50.000 oosista Eimeria tenella untuk satu ekor ayam. Isolasi oosista dari sekum ayam dilakukan pada hari ke-9 setelah infeksi, isolasi oosista diperolah dari pengerokan dinding lumen sekum dan isi sekum yang kemudian disporulasikan. Oosista Eimeria tenella  yang sudah bersporulasi hasil isolasi dimurnikan dan disterilisasi dengan menggunakan Sodium hypochlorite 13% yang ditujukan untuk mendapatkan oosista murni yang telah bebas dari debris.Prosentase keberhasilan oosista Eimeria tenella yang dapat diisolasi kembali setelah pemurnian dan sterilisasi dengan menggunakan Sodium hypochlorite 13% mencapai sensitivitas 78,33%. Disamping itu waktu yang digunakan untuk pemurnian dan sterilisasi oosista Eimeria tenella dengan Sodium hypochlorite 13% lebih cepat dan peralatan yang diperlukan tidak terlalu banyak.
PERAN KELEMBAGAAN PETERNAK DALAM ADOPSI TEKNOLOGI Prasetyo, Anang Febri; Awaludin, Aan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.83 KB)

Abstract

Selama ini kelembagaan peternak masih dipandang belum mampu menjadi sarana untuk meningkatkan adopsi teknologi dan sarana dalam bertukar informasi didalam kelompok peternak. Tujuan penelitia ini untuk menganalisis peranan kelembagaan peternak dalam meningkatkan adopsi teknologi. Penelitian ini dilakukan pada kelompok ternak lembahmeru, Kabupaten Jember dengan jumlah sampel seluruh anggota yang berjumlah sebanyak 20 peternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Peran kelembagaan di kelompok ternak lembah meru terkait penyebaran informasi teknologi, wadah kerjasama, dan pendapatan peternak cukup tinggi. Namun, peran kelembagaan dalam edukasi peternak masih dirasakan belum optimal. Penerapan teknologi di kelompok ternak lembah meru masih sangat rendah. Hal ini kelompok ternak lembah meru sedang pada tahap menilai teknologi.berdasarkan hasil analisis korelasi antara peran kelembagaan dengan tingat adopsi teknologi peternak di kelompok ternak lembah meru tidak memiliki pengaruh, namun hasil analisi menunjukkan nilai yang positif. Diharapkan kepada kelompok ternak lembah meru mampu meningkatkan edukasi kepada anggota kelompok ternak dalam penerapan teknologi.
Identifikasi Morfologi Haematopinus sp. Pada Sapi Limousin Asal Karanganyar dan Sapi Fries Holland (FH) Asal Boyolali Awaludin, Aan; Ratna, Yudhi; Kurniasih, Kurniasih
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.048 KB)

Abstract

Ectoparasitic infestation is one of the major animal health issues affecting on the livestock industry in many parts of the world. Haematopinus sp. is an ectoparasite that causes pediculosis (ptiriasis) in cattle, investing in large quantities causes itching and weight loss because it causes irritation, discomfort, and several studies explain that Haematopinus sp. can lead to decreased milk production and decreased quality of cow products. The objective of the study was to identify Haematopinus sp. in Limousin cows from Karanganyar and Fries Holland (FH) cows from Boyolali based on their morphology. Haematopinus sp. samples were taken from the tail end area, perineal vulva, ears and around the eyes of cows as much 5 – 10 tails of each 1 cow that was invested. The results of morphological identification were analyzed descriptively. Haematopinus sp. samples in Limousin cows from Karanganyar and Fries Holland (FH) cows from Boyolali was identified as Haematopinus quadripertusus.                                                                                                                                                 Keywords : Ectoparasit, Haematopinus, Louse, Ptiriasis