Fauziah, R Siti Pupu
Universitas Djuanda

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTIVATION TO FOLLOW EXTRACURRICULAR SCIENCE WITH PARTICIPATION OF STUDENTS IN THE EXACT LEARNING

DIDAKTIKA TAUHIDI: JURNAL PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Vol 3, No 1 (2016): DIDAKTIKA TAUHIDI
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research purposes to identify the level of relationship between students’ motivation in learning Sciences through extracurricular activity and their participation in classroom on the subject of Sciences. The object of research is an Islamic Integrated Primary School of Raudlatul Jannah Bogor District in Academic Year of 2014-2015. The method used in this research is a quantitative approach with the sample is all population of students, which takes in 39 students who are participating the extracurricular of Sciences. Furthermore, the technique of data collections is a questionnaire and observation. Additionally, the technique of analysis is Correlation Product Moment’s Pearson. In conclusion, it found that the result of research is shown there is a strong positive relationship between students’ motivation in learning Sciences through extracurricular activity and their participation in classroom on the subject of Sciences by the correlating index of 0,89 which means the relationship between motivation and participation is significant. Thereafter, the result of hypothesis test obtained ttest 11,77 and ttable 2,201 with the standard of significance α=0,05 Besides, the result of determination coefficient test on X variable namely students’ motivation in learning Sciences through extracurricular activity and Y variable namely the participation in classroom on the subject of Sciences obtained 79,21%, which means the motivation on extracurricular activity is contributing the participation on learning Science roughly 79,21% and the rest equally 20,79% is other factors which is contributing regarding students’ participation on learning Sciences in classroom.

PENGARUH KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR

TADBIR MUWAHHID Vol 1, No 1 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi sosial guru merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi sosial guru merupakan kemampuan guru dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid, sesama guru dan warga sekolah serta masyarakat sekitar. Kompetensi sosial yang dimiliki guru akan memperlancar proses interaksi belajar mengajar di kelas. Interaksi belajar mengajar merupakan hubungan timbal balik yang terjadi antara guru dengan murid dalam proses belajar mengajar. Dengan kompetensi sosial yang dimiliki diharapkan seorang guru mampu mengelola kelas dengan baik agar tercipta suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga murid merasa nyaman dalam belajar dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi murid. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian survey. Teknik analisisnya yaitu analisis regresi dengan metode kuantitatif, data disajikan dalam bentuk deskriptif analisis. Populasi dan sampel dari penelitian ini sebanyak 15 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar sebesar 0,951. Analisis regresi linier sederhana kompetensi sosial guru sebesar 0,951. Koefisien F sebesar 123,306 dan P-value = 0,000 yang lebih kecil dari  = 0,025. Maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar.KATA KUNCI: belajar mengajar, guru, interaksi, kompetensi sosial, pengaruh.  THE INFLUENCE OF TEACHER SOCIAL SKILL ON THE INTERACTION OF LEARNING TEACHINGABSTRACTSocial competence of teachers is one of the competencies that must be owned by a teacher. Social competence of teachers is the teachers ability to interact and communicate with students, fellow teachers and the school community as well as surrounding communities. Social competence held by teachers will expedite the process of interaction and learning in the classroom. The interaction of teaching and learning is a reciprocal relationship that occurs between teachers and students in the learning process. Owned with social competence expected of a teacher is able to manage classes well in order to create a classroom atmosphere that is fun and not boring so that students feel comfortable in learning and is expected to improve the performance of students. This study aims to determine the effect of social competence of teachers to teaching and learning interactions. This study uses survey research. Mechanical analysis is regression analysis with quantitative methods, data is presented in the form of descriptive analysis. Population and sample of this study were 15 teachers. The results showed a significant correlation of social competence of teachers to teaching and learning interactions at 0.951. Simple linear regression analysis of the social competence of teachers at 0.951. The coefficient of 123.306 F and P-value = 0.000, which is smaller than α = 0.025. It was therefore concluded there is significant influence social competence of teachers to teaching and learning interactions.

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PONDOK PESANTREN DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMI

TADBIR MUWAHHID Vol 2, No 1 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karekter bukan hanya berhubungan dengan benar atau  salah, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri memiliki  kesadaran, kepekaan, kepedulian, dan komitmen untuk menerapkan kebijakan dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui cara melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian pendidikan karakter agar dapat teraplikasikan dengan baik dan benar serta tepat sasaran. Data yang dikumpulkan dengan metode etnografi  yakni dengan  menggali informasi lewat wawancara atau kuesioner kepada para santri. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Pondok Pesantren Salafiyah Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi minim dalam  pengaplikasiannya. Hal tersebut ditandai dengan kurang disiplinnya para santri dalam pembelajaran, peribadahan, tampilan, dan pergaulan. Maka seharusnya diadakan pembaharuan terhadap pembinaan kepada para organisasi kepesantrenan sebagai penggerak kedisiplinan santri. manajemen pendidikan karakter pesantren adalah bagaimana membangun kedisiplinan dalam empat aspek kehidupan santri yaitu tampilan, pembelajaran, peribadahan, dan pergaulan yang semuannya akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan.Kata kunci: manajemen, pendidikan karakter, pondok pesantren. MANAGEMENT OF CHARACTER EDUCATION BASED ON BOARDING SCHOOL DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMIABSTRACTCharacter education has meaning high of moral education, because character education is not only concerned with the problem of right or wrong, but how to instill habits (habituation) about the good things in life, so that students have an awareness, sensitivity, and high understanding, as well as the awareness and commitment to implement policies in everyday life. The purpose of this research is to be able to know how to do the planning, deploy, and evaluating character education to be well applied properly and targeted data collected by the ethnographic method approach taken by digging through interviews or questionnaires to the students. The findings show that the management of character education in schools is not maximized in its application. It is characterized by the lack of discipline of the students in learning, worship, and social views. Therefore, the holding of the renewal of the guidance to the organization uniquely Islamic boarding school as the driving discipline students. This research resulted in the conclusion that the management of schools character education is how to build discipline in students four aspects of life that view, learning, worship, and association that all of them will be the key to success.

PROGRAM PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH DASAR

TADBIR MUWAHHID Vol 1, No 2 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian adalah agar mengetahui pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan dan pelaksanaan pendidikan berbasis kepemimpinan di SD Kreativa YASMINA Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatfif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumen dan triangulasi data. Hasil dari penelitian dan pengamatan  bahwa pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan melalui dua pendekatan:1) penerapan modeling, lingkungan, kurikulum, intruksi, sistem dan tradisi. 2) melalui program-program khusus SD untuk menunjang dalam pengembangan kepemimpinan peserta didik (a). Aspek personal: pembiasaan model kepemimpinan, (b) aspek sosial: penerapan kerjasama, dan contoh (c) aspek akademik: mampu memahami mata pelajarn, berani tunjuk tangan ketika mampu, dan mandiri. kemudian faktor kebutuhan atau pendukung dan kekurangan atau hambatan  pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan di sekolah SD YASMINA, 1) faktor pendukung: visi dan budaya sekolah dasar kreativa, terdapat pendidik yang profesional, sarana prasaranayang memadai.2) faktor penghambat, 2) perbedaanya pola pikir peserta didik tentang kepemimpinan, ada salah satu guru yang masih kesulitan dalam mengajarkan kepemimpinan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus  (ABK), dan keruasakan pada sarana.KATA KUNCI: pendidikan, kepemimpinan, sekolah dasar. EDUCATION LEADERIN ELEMENTARY SCHOOL PROGRAMABSTRACTThis study is intended to determine the implementation of leadership-based education model and implementation of leadership-based education model in Kreativa SD YASMINA Bogor. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection is conducted by interview, observation, document and data triangulation. Results from research and observation that the implementation of leadership-based education model through two approaches: 1) application of modeling, environment, curriculum, instruction, system and tradition. 2) through special SD programs to support in leadership development of learners (a). personal aspects: habituation of leadership model,  (b) social aspect: application of cooperation, and example (c) academic aspect: able to understand students eyes, dare to show hand when capable, and independent. Then the need or supporting factors and the lack or obstacles of implementing leadership-based education model at SD YASMINA: 1) supporting factors: vision and culture of creativity primary school, there are professional educators, adequate infrastructure; 2) inhibiting factors; 3) the difference is fixed / mindset learners about leadership, there is one teacher who still difficulty in teaching leadership to the students ABK, and passion on the means. 

Pengaruh Minat Membaca Cerita Pahlawan Pada Hasil Pengajaran

DIDAKTIKA TAUHIDI: JURNAL PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Vol 5, No 2 (2018): DIDAKTIKA TAUHIDI
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pembelajaran yang bagus menjadi indikator yang digunakan supaya kita tahu bagaimana dan sampai titik mana kebisaan seorang peserta didik di pembelajaran yang sudah diberikan oleh guru, untuk itu penting seorang pengajar dalam meningkatkan keinginan membaca siswa khususnya pada pelajaran IPS cerita pahlawan yang terdapat banyak materi bercerita dan cerita di zaman dulu. Model yang diambil  dalam pengkajian ini adalah metode kolerasi fungsional. Populasi yang dipakaikan dalam penelitian ini adalah siswa SDN Pancawati 02 Kelas V A. Yang totalnya tiga puluh siswa (30) Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pancawati 02, Kecamatan Caringin, Kampung Lemah Nendeut, Kabupaten Bogor. Data yang digabungkan  dilakukan dengan memakai angket minat membaca cerita pahlawan. kesimpulan dari akhir penelitian ini menunjukan persamaan regresi yaitu Hasil pengujian melalui analisis regresi menunjukkan adanya kesamaan regresi = 22.6%.+ 0.608X dapat dikatakan pengaruh minat membaca cerita pahlawan pada hasil pembelajaran di mata pembelajaran IPS adalah hubungan yang terbanding lurus. Koefisien determinasi yaitu 0,7922 = 0,627. Dan nilai hasil belajar terbesar siswa sebesar 62,7% sedangkan 37,3 hasil pembelajaran murid dipengaruhi dengan faktor lain.

PROGRAM PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH DASAR

TADBIR MUWAHHID Vol 1, No 2 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.395 KB)

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian adalah agar mengetahui pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan dan pelaksanaan pendidikan berbasis kepemimpinan di SD Kreativa YASMINA Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatfif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumen dan triangulasi data. Hasil dari penelitian dan pengamatan  bahwa pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan melalui dua pendekatan:1) penerapan modeling, lingkungan, kurikulum, intruksi, sistem dan tradisi. 2) melalui program-program khusus SD untuk menunjang dalam pengembangan kepemimpinan peserta didik (a). Aspek personal: pembiasaan model kepemimpinan, (b) aspek sosial: penerapan kerjasama, dan contoh (c) aspek akademik: mampu memahami mata pelajarn, berani tunjuk tangan ketika mampu, dan mandiri. kemudian faktor kebutuhan atau pendukung dan kekurangan atau hambatan  pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan di sekolah SD YASMINA, 1) faktor pendukung: visi dan budaya sekolah dasar kreativa, terdapat pendidik yang profesional, sarana prasaranayang memadai.2) faktor penghambat, 2) perbedaanya pola pikir peserta didik tentang kepemimpinan, ada salah satu guru yang masih kesulitan dalam mengajarkan kepemimpinan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus  (ABK), dan keruasakan pada sarana.KATA KUNCI: pendidikan, kepemimpinan, sekolah dasar. EDUCATION LEADERIN ELEMENTARY SCHOOL PROGRAMABSTRACTThis study is intended to determine the implementation of leadership-based education model and implementation of leadership-based education model in Kreativa SD YASMINA Bogor. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection is conducted by interview, observation, document and data triangulation. Results from research and observation that the implementation of leadership-based education model through two approaches: 1) application of modeling, environment, curriculum, instruction, system and tradition. 2) through special SD programs to support in leadership development of learners (a). personal aspects: habituation of leadership model,  (b) social aspect: application of cooperation, and example (c) academic aspect: able to understand student's eyes, dare to show hand when capable, and independent. Then the need or supporting factors and the lack or obstacles of implementing leadership-based education model at SD YASMINA: 1) supporting factors: vision and culture of creativity primary school, there are professional educators, adequate infrastructure; 2) inhibiting factors; 3) the difference is fixed / mindset learners about leadership, there is one teacher who still difficulty in teaching leadership to the students ABK, and passion on the means. 

PENGARUH KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR

TADBIR MUWAHHID Vol 1, No 1 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.725 KB)

Abstract

Kompetensi sosial guru merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi sosial guru merupakan kemampuan guru dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid, sesama guru dan warga sekolah serta masyarakat sekitar. Kompetensi sosial yang dimiliki guru akan memperlancar proses interaksi belajar mengajar di kelas. Interaksi belajar mengajar merupakan hubungan timbal balik yang terjadi antara guru dengan murid dalam proses belajar mengajar. Dengan kompetensi sosial yang dimiliki diharapkan seorang guru mampu mengelola kelas dengan baik agar tercipta suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga murid merasa nyaman dalam belajar dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi murid. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian survey. Teknik analisisnya yaitu analisis regresi dengan metode kuantitatif, data disajikan dalam bentuk deskriptif analisis. Populasi dan sampel dari penelitian ini sebanyak 15 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar sebesar 0,951. Analisis regresi linier sederhana kompetensi sosial guru sebesar 0,951. Koefisien F sebesar 123,306 dan P-value = 0,000 yang lebih kecil dari  = 0,025. Maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar.KATA KUNCI: belajar mengajar, guru, interaksi, kompetensi sosial, pengaruh.  THE INFLUENCE OF TEACHER SOCIAL SKILL ON THE INTERACTION OF LEARNING TEACHINGABSTRACTSocial competence of teachers is one of the competencies that must be owned by a teacher. Social competence of teachers is the teacher's ability to interact and communicate with students, fellow teachers and the school community as well as surrounding communities. Social competence held by teachers will expedite the process of interaction and learning in the classroom. The interaction of teaching and learning is a reciprocal relationship that occurs between teachers and students in the learning process. Owned with social competence expected of a teacher is able to manage classes well in order to create a classroom atmosphere that is fun and not boring so that students feel comfortable in learning and is expected to improve the performance of students. This study aims to determine the effect of social competence of teachers to teaching and learning interactions. This study uses survey research. Mechanical analysis is regression analysis with quantitative methods, data is presented in the form of descriptive analysis. Population and sample of this study were 15 teachers. The results showed a significant correlation of social competence of teachers to teaching and learning interactions at 0.951. Simple linear regression analysis of the social competence of teachers at 0.951. The coefficient of 123.306 F and P-value = 0.000, which is smaller than α = 0.025. It was therefore concluded there is significant influence social competence of teachers to teaching and learning interactions.

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PONDOK PESANTREN DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMI

TADBIR MUWAHHID Vol 2, No 1 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.322 KB)

Abstract

Pendidikan karekter bukan hanya berhubungan dengan benar atau  salah, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri memiliki  kesadaran, kepekaan, kepedulian, dan komitmen untuk menerapkan kebijakan dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui cara melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian pendidikan karakter agar dapat teraplikasikan dengan baik dan benar serta tepat sasaran. Data yang dikumpulkan dengan metode etnografi  yakni dengan  menggali informasi lewat wawancara atau kuesioner kepada para santri. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Pondok Pesantren Salafiyah Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi minim dalam  pengaplikasiannya. Hal tersebut ditandai dengan kurang disiplinnya para santri dalam pembelajaran, peribadahan, tampilan, dan pergaulan. Maka seharusnya diadakan pembaharuan terhadap pembinaan kepada para organisasi kepesantrenan sebagai penggerak kedisiplinan santri. manajemen pendidikan karakter pesantren adalah bagaimana membangun kedisiplinan dalam empat aspek kehidupan santri yaitu tampilan, pembelajaran, peribadahan, dan pergaulan yang semuannya akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan.Kata kunci: manajemen, pendidikan karakter, pondok pesantren. MANAGEMENT OF CHARACTER EDUCATION BASED ON BOARDING SCHOOL DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMIABSTRACTCharacter education has meaning high of moral education, because character education is not only concerned with the problem of right or wrong, but how to instill habits (habituation) about the good things in life, so that students have an awareness, sensitivity, and high understanding, as well as the awareness and commitment to implement policies in everyday life. The purpose of this research is to be able to know how to do the planning, deploy, and evaluating character education to be well applied properly and targeted data collected by the ethnographic method approach taken by digging through interviews or questionnaires to the students. The findings show that the management of character education in schools is not maximized in its application. It is characterized by the lack of discipline of the students in learning, worship, and social views. Therefore, the holding of the renewal of the guidance to the organization uniquely Islamic boarding school as the driving discipline students. This research resulted in the conclusion that the management of schools character education is how to build discipline in students four aspects of life that view, learning, worship, and association that all of them will be the key to success.