Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK DAN TEKNIK PEMANGKASAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Netty, Netty; Karman, Nurliani; Boceng, Annas
Jurnal BALIRESO Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal BALIRESO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.27 KB)

Abstract

Takalar an area of maize development in South Sulawesi. One of the District in Takalar is Galesong which has Gapoktan (unity of farmer groups) which consists of 28 farmer groups. Most farmers cultivate hybrid corn to meet the demand for raw materials for poultry feed. Production of farmers in this region is still low at an average of 3.94 tons per hectare is far below the potential of hybrid maize production is 10.0-13.0 tons per hectare. The low productivity of maize is caused by cultivation techniques are not optimal for examples fertilization rely on inorganic fertilizer alone, lack irrigation water, which is not a optimal spacing, pests and diseases. Corn hybrids require large amounts of nutrients to achieve high production. However, the use of inorganic fertilizers, such as urea continuously for a long time on the ground can adversely affect the quality of the soil. The purpose of this program is to provide guidance to the partners in the group of farmers increase production of hybrid corn, reducing the use of inorganic fertilizers and the use of crop residues as organic fertilizer. The method applied in this program is to provide training and demonstration plots to farmers groups partners. Determination of farmer groups using purposive sampling method, the Romang Romang Sapiria Sapiria 1 and 2 as well as Paraikatte with three basic considerations of hybrid maize farming in the dry season. Each selected farmer groups 5 farmers to be trained. Before and after training are given a pre-test and post-test. Results of demonstration plots activities using organic fertilizers made farmers group partners can increase the production of hybrid corn is 10.8 tons per hectare. These results differ significantly from the average yield of farmers using inorganic fertilizers is 7.6 tons per hectare.
STRATEGI NAFKAH BURUH TAMBAK UDANG DI KECAMATAN LANRISANG, KABUPATEN PINRANG Rahbiah, Sitti; Fattah, Muhammad Hatta; Boceng, Annas
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Nafkah Buruh Tambak Udang di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang bertujuan untuk: (1) melestarikan peningkatan produksi; (2) soliditas dan penguatan kelompok;                 (3) merubah pola pikir (mindset); (4) memberikan keterampilan; dan (5) keberlanjutan program.  Target luaran yang akan dihasilkan pada pengabdian masyarakat ini terdiri dari:      (1) peningkatan daya saing industri udang nasional; (2) soliditas dan penguatan kelompok;      (3) perubahan pola pikir; dan (4) peningkatan kesejahteraan buruh tambak. Metode yang digunakan meliputi: (1) pertemuan; (2) Focus group discussion (FGD); (3) tutorial; dan              (4) demonstrasi. Program dilaksanakan selama empat bulan yakni dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2017 di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Tingkat partisipasi peserta mencapai 93 persen dengan kualitas tanggapan cukup memadai terhadap program kegiatan. Perubahan besar peserta ditemukan pada pelaksanaan kegiatan demonstrasi pembuatan bakso dan kripik ikan dengan pencapaian keterampilan pada tingkat aplikasi.  Hasil observasi terhadap aktivitas peserta pada pengembangan budidaya cabai rawit menunjukkan pencapaian baru pada tahap memahami. Potensi terbesar peningkatan kesejahteraan buruh tambak dapat dilakukan melalui strategi pengembangan pola nafkah ganda dengan memanfaatkan hasil sampingan tambak berupa ikan rucah untuk pembuatan bakso dan kripik  dan budidaya cabai rawit pada pematang tambak. Diperlukan peningkatan produktivitas tambak udang windu melalui rehabilitasi saluran tambak, penyediaan benur berkualitas, perbaikan tata kelola tambak, dan aplikasi Phronima Suppa. Pengembangan usaha produktif bakso dan kripik pada kalangan ibu rumah tangga buruh tambak memerlukan dukungan inkubasi iklim usaha dan penyediaan modal usaha. Diperlukan pendampingan pada pengembangan budidaya cabai rawit di pematang tambak.   Kata Kunci: strategi nafkah, buruh tambak, pola pikir, keterampilan, dan kesejahteraan.
PEMANFAATAN DOSIS LETAL EFEKTIF RADIASI SINAR GAMMA UNTUK MUTAN PENDEK DAN GENJAH PADI LOKAL (ASE BULUH) SULAWESI SELATAN Haris, Abdul; Boceng, Annas; Tjoneng, Amir
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ase Buluh dari Kabupaten Bone adalah varietas lokal yang sekarang tidak lagi banyak dijumpai atau bahkan hampir punah disebabkan karena  produksi rendah, batang tinggi, mudah rebah, dan berumur dalam, oleh karena itu  perlu diadakan  perakitan varietas. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis letal yang efektif dari penggunaan radiasi sinar Gamma dalam menginduksi mutasi padi varietas lokal (Ase Buluh) dengan sifat pendek dan berumur genjah. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis letal radiasi, terdiri atas tiga taraf yaitu radiasi 0 gray (tanpa radiasi), 200 gray, dan 300 gray. Hasil penelitian menunjukkan dosis letal efektif radiasi sinar gamma adalah 200 gray dan 300 gray. Mutan tinggi tanaman yang terpendek adalah 300 gray (131 cm) tidak berbeda nyata dengan 200 gray (139 cm), sedangkan jumlah anakan terbanyak diperoleh pada dosis 0 gray (18) dan berbeda nyata dengan 200 gray dan 300 gray (15,07 dan 15,5). Umur berbunga  dan umur panen tanaman yang diradiasi lebih cepat dan berbeda nyata dengan tanaman yang tidak diradiasi (kontrol). Umur berbunga tercepat pada dosis 300 gray (89 hari), sedangkan umur panen tercepat nampak pada tanaman dengan dosis radiasi 200 gray (140,60 hari).