Articles
2
Documents
RANCANGAN SISTEM KARTU ANTRIAN KENDARAAN PADA PELABUHAN FERRY (RoRo) AIR PUTIH BENGKALIS

INOVTEK POLBENG Vol 7, No 1 (2017): INOVTEK VOL.7 NO 1 - 2017
Publisher : INOVTEK POLBENG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.049 KB)

Abstract

Abstrak Antrian kendaraan yang akan memasuki kapal penyeberangan jika tidak diatur dengan system yang tepat akan mengakibatkan terjadinya tundaan atau pun penumpukan kendaraan yang padat di kantong parker pelabuhan, apalagi jika kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, tentu akan menimbulkan ketidak adilan bagi pengguna fasisiltas penyeberangan lainnya. Lemahnya system pengaturan antrian kendaraan tersebut saat ini masih terjadi di pelabuhan penyeberangan Air Putih Bengkalis yang melayani penyeberangan kendaraan dari Pulau Bengkalis ke Pulau Sumatera, oleh sebab itu perlu di terapkannya suatu system baru yang dapat mengurangi tingkat kepadatan antrian kendaraan serta meminimalisir adanya kecurangan yang di lakukan oleh oknum petugas di lapangan dalam hal ini penulisakan menerapkan Kartu antrian kendaraan yang mengadopsi Boarding system yang selama ini telah di gunakan  pada pengaturan keberangkatan penumpang di Bandar udara untuk mengatur masuknya kendaraan kedalam kapal penyeberangan (Ro-Ro). Key words :Kartu Antrian kendaraan, pelabuhan, Boarding System

Keragaman Fungsi dan Bentuk Spasial Pertanian Kota (Studi Kasus: Pertanian Kota di Jakarta)

Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.589 KB)

Abstract

Urbanization in Jakarta encourages the conversion of agricultural land and other green open spaces into built-up areas. Agriculture sector is being marginalized and its contribution is only 0.1% of the economy of Jakarta. Previous studies showed that regardless of its fewer contribution, Jakarta's agriculture persistence takes place due to single to multiple functional transformations especially from staple food production to diverse functions such as environmental, cultural, property rights protection functions, etc. This study aims to identify agricultural multi-functionality in Jakarta. This research uses descriptive quantitative analysis method which is deepened with qualitative analysis through the interview and scientific photography technique to represent physical and social reality in the field. The results indicate that Jakarta’s agriculture is scattered due to urbanization pressure. In addition, Jakarta's agriculture is transformed through the creation of new urban values which demonstrate the ability of urban agriculture to survive.