Articles

Found 3 Documents
Search

PENGAMATAN POLA STRATIFIKASI DI DANAU MANINJAU SEBAGAI POTENSI TUBO BELERANG lukman, lukman; Sutrisno, Sutrisno; Hamdani, Agus
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.655 KB)

Abstract

Danau Maninjau diketahui memiliki aktivitas KJA yang intensif dan fenomena kematian massal ikan di perairan tersebut sering terjadi. Tubo Belerang", adalah istilah yang ditandai dengan adanya kematian massal ikan yang dipelihara pada karamba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau. Untuk mengenali indikasi "tubo Belerang" di Danau Maninjau, telah dilakukan pengamatan pola stratifikasi beberapa parameter kualitas air, meliputi suhu, oksigen terlarut (DO; Dissolved Oxygen) dan kadar bahan organik total (TOM; Total Organic Matter). Pengamatan dilakukan pada Agustus, Oktober, Desember 2011 dan Maret 2012 di lima stasiun yang berbeda, pada strata 0 , 25, 50, 75, 100, 125 dan 150 m, yang disesuaikan dengan kedalaman masing-masing stasiun. Pada Desember 2011 dan Maret 2012, parameter DO diukur pada kedalaman 5, 10, 15 dan 20 m. Sebagai paremeter pendukung, diukur kandungan klorofil pada kedalaman 0, 1,5, 3,0 dan 4,5 m, kedalaman Secchi, dan juga kadar total fosfor (TP) dan total nitrogen (TN) pada lapisan permukaan. Berdasarkan kadar klorofil, kedalaman Sechi, kadar TP dan TN, perairan Danau Maninjau menunjukkan kondisi eutrofik. Suhu air relatif stabil pada kedalaman di bawah 25 meter, kondisi anoksik ditemukan pada lapisan air hingga kedalaman 15 m.  Kadar TOM berkisar 5,9-24,9 mg/L, dan tidak ada pola khas pada distribusi vertikal TOM. Kondisi ini secara umum sering digambarkan sebagai upwelling tetapi sebenarnya merupakan proses turnover.
DISTRIBUSI KELIMPAHAN PENSI (CORBICULA MOLTKIANA, PRIME 1878) DI DANAU MANINJAU lukman, lukman; Setyobudiandi, I.; Muchsin, I.; Hariyadi, Sigid
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.982 KB)

Abstract

Pensi (Corbicula moltkiana, Prime 1878) adalah spesies bivalvia (moluska)penghuni asli Danau Maninjau dan menjadi salah satu komoditas perikanan lokal.Karakteristik sedimen, kedalaman substrat, dan pola sebaran aktivitas budidaya ikanpada karamba jaring apung (KJA) merupakan faktor-faktor yang dapat berpengaruhterhadap kelimpahan pensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuidistribusi kelimpahan pensi terkait karakteristik habitat dan keberadaan KJA.Penelitian dilakukan pada 14 stasiun di tepian Danau Maninjau, dengan melakukanpengambilan contoh pada substrat di kedalaman 1 m, 3 m, dan 5 m, yang dilaksanakan dari bulan Juni 2013 sampai Mei 2104. Faktor lingkungan yang didataadalah fraksi sedimen. Hasil memperlihatkan bahwa tipe substrat di wilayah tepianutara dan timur didominasi pasir, sementara di wilayah selatan dan barat berupakerikil dan batuan. Berdasarkan analisis data menggunakan uji non parametrikKruskal-Wallis bahwa kelimpahan pensi menunjukkan perbedaan secara statistik(Asymp.sig.0,000; P>0,05) antar variasi kedalaman substrat, tipe substrat dan antartingkat wilayah kerapatan KJA
KARAKTERISTIK BEBERAPA PARAMETER TROFIK PERAIRAN KOMPLEKS DANAU MALILI, SULAWESI SELATAN Suryono, Tri; Lukman, Lukman
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 25, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.596 KB)

Abstract

Aktivitas antrofogenik di sekitar Danau-danau Malili akan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi perairan dan berpengaruh terhadap kesuburan perairan tersebut. Penelitian telah dilakukan di tiga Danau-danau Malili, yaitu Matano, Mahalona dan Towuti, dengan tujuan mengetahui kondisi beberapa parameter trofik perairannya sebagai cerminan dampak aktivitas antrofogenik di sekitarnya.  Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016 dan bulan Mei 2017 masing-masing pada lima lokasi untuk setiap danau. Parameter yang diambil meliputi tingkat kecerahan perairan, klorofil (dari lima strata kedalaman), parameter total fosfor (Total Phosphorus; TP) yang mewakili unsur hara, kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand; COD) yang mewakili kondisi organik perairan,  dan beberapa parameter penunjang yaitu pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen; DO), konduktivitas, dan suhu. Kecerahan perairan pada umumnya > 10 m, kecuali Danau Mahalona, yang menyediakan wilayah trofogenik yang lebar. Tingkat kecerahan yang tinggi antara lain terkait dengan kondisi morfometeri danau yang dalam yang meminimumkan proses suspensi material dari dasar danau. Kelimpahan klorofil-a  yang terukur berkisar antara 0,043 – 0,716 mg/m3 (2016) dan terjadi kenaikan pada pengambilan bulan Mei 2017 berkisar antara 0,111 – 0,457 mg/m3, namun masih mencerminkan kondisi perairan yang oligotrofik dan rendahnya tingkat produktivitas biologis danau. Berdasarkan komponen hara (TP) menunjukkan kondisi danau-danau pada tingkat oligotrofik, kecuali Danau Towuti dengan kondisi mesotrofik. Meskipun COD di danau-danau yang diamati masih relatif rendah, namun ada kecenderungan peningkatan berdasarkan waktu pengamatan.