Nugraha, Muhammad Didik
Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Pemanasan Global dari Padi Sawah System of Rice Intensification (SRI) dengan Berbagai Ketinggian Muka Air Tanah

Jurnal Irigasi Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System of Rice Intensification (SRI) merupakan budidaya alternatif padi sawah untuk mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK). Dua jenis GRK utama yang diemisikan dari padi sawah adalah gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Gas tersebut memiliki respon berbeda terhadap keragaman ketersediaan air di lahan yang direpresentasikan dengan tinggi muka air tanah. Global Warming Potential (GWP) atau potensi pemanasan global digunakan untuk membandingkan potensi GRK dalam memanaskan bumi pada periode tertentu, dan disetarakan dengan nilai potensi gas CO2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi pemanasan global pada berbagai rezim air dengan ketinggian muka air yang berbeda di lahan sawah yang menerapkan SRI. Penelitian dilakukan pada budidaya padi sawah dengan tiga perlakuan rezim air selama satu musim tanam (14 April  hingga 5 Agustus 2016) di plot percobaan laboratorium lapang Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB, Bogor, Jawa Barat. Ketiga perlakuan rezim air tersebut adalah rezim tergenang, moderate dan kering . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezim air kering menghasilkan potensi pemanasan global terendah dibandingkan kedua rezim yang lain. Nilai potensi pemanasan global yang dihasilkan adalah 34% dan 41% lebih rendah dibandingkan rezim air tergenang dan moderate. Rezim kering mampu meningkatkan produktivitas tanaman 21% lebih besar dibandingkan rezim air tergenang. Untuk memperkuat hasil yang diperoleh ini, maka penelitian lanjutan diperlukan dengan kondisi cuaca yang berbeda dan lokasi yang beragam.

Potensi Pemanasan Global dari Padi Sawah System of Rice Intensification (SRI) dengan Berbagai Ketinggian Muka Air Tanah

Jurnal Irigasi Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.199 KB)

Abstract

System of Rice Intensification (SRI) merupakan budidaya alternatif padi sawah untuk mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK). Dua jenis GRK utama yang diemisikan dari padi sawah adalah gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Gas tersebut memiliki respon berbeda terhadap keragaman ketersediaan air di lahan yang direpresentasikan dengan tinggi muka air tanah. Global Warming Potential (GWP) atau potensi pemanasan global digunakan untuk membandingkan potensi GRK dalam memanaskan bumi pada periode tertentu, dan disetarakan dengan nilai potensi gas CO2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi pemanasan global pada berbagai rezim air dengan ketinggian muka air yang berbeda di lahan sawah yang menerapkan SRI. Penelitian dilakukan pada budidaya padi sawah dengan tiga perlakuan rezim air selama satu musim tanam (14 April  hingga 5 Agustus 2016) di plot percobaan laboratorium lapang Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB, Bogor, Jawa Barat. Ketiga perlakuan rezim air tersebut adalah rezim tergenang, moderate dan kering . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezim air kering menghasilkan potensi pemanasan global terendah dibandingkan kedua rezim yang lain. Nilai potensi pemanasan global yang dihasilkan adalah 34% dan 41% lebih rendah dibandingkan rezim air tergenang dan moderate. Rezim kering mampu meningkatkan produktivitas tanaman 21% lebih besar dibandingkan rezim air tergenang. Untuk memperkuat hasil yang diperoleh ini, maka penelitian lanjutan diperlukan dengan kondisi cuaca yang berbeda dan lokasi yang beragam.

Pengembangan Model Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Menduga Fluks Gas N2o Dari Lahan Sawah

Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2017): Edisi 2 (2) Agustus 2017
Publisher : Bogor Agricultural University (IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial neural networks (ANN) model was used to estimate N2O gas flux emitted from rice paddies with several water regime treatments. The purpose of this study were to identify the relationship of micro-environment with different water regimes towards N2O gas flux, to predict the amount of N2O gas flux, and  to validate neural network models. Field experiment was conducted in the field laboratory of Civil and Environmental Engineering-IPB from February to August 2016. Land of paddy was treated with three water regime of continuous flooding water regime, wet water regime, dry water regime. ANN model with back propagation algorithm consisted of input layer with six nodes of micro- environment parameter and N2O gas was used as the model output. The total N2O flux for continuous flooding water regime, wet and dry regime were -25.95 mg/m2/season, 17.32 mg/m2/season, and 21.16 mg/m2/season. ANN each water regime was obtained the coefficient of determination (R2) of was 1, so ANN model was acceptable and could be used to predict N2O flux.Key words: artificial neural networks, micro environment, N2O gas flux, paddy field