Fitriana, Lala Budi
Universitas Respati Yogyakarta

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

USIA DAN FREKUENSI MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK Lestari, Ni Wayan Ayu Dewi; Fitriana, Lala Budi
Journal of Holistic Nursing Science Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.525 KB)

Abstract

Dental and mouth problems, especially caries, frequently happen to 60-90% school children aged between 5-14 years. Caries happens because children tend to like sweet food, which carries the potential of causing dental caries. Children love candies. If children consume too much sweets and rarely brush their teeth, they will get caries. Sweets are considered as a cariogenic compound, because sweets cause caries. This research aims  to determine the correlation between age and frequency of consuming cariogenic food and dental caries incidence among children at ‘Al Huda’ Islamic Elementary School, Karangnongko, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. This is a quantitative non experimental research which used an analytic correlative method with a cross sectional design. The samples for this research were first to fifth graders of both A and B classes, there were 72 respondents selected as samples. The samples were selected using a stratified random sampling method. Data for this research were collected by means of questionnaires and observation sheets. The data collected were analyzed using Mann-Whitney u test and chi-square test. The statistical test on the correlation between age and dental caries incidence showed p-value = 0.043 < 0.05. Whereas the statistical test on the correlation between cariogenic food consumption and dental caries incidence showed p-value 0.620 > 0.05. There was a significant correlation between age and dental caries incidence among children at ‘Al Huda’ Islamic Elementary School, Karangnongko, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, and there was no significant correlation between frequency of consuming cariogenic food and dental caries incidence among children at ‘Al Huda’ Islamic Elementary School, Karangnongko, Maguwoharjo, Depok, Sleman, and Yogyakarta. Future researchers are expected to be able to examine other variables that affect dental caries in children such as heredity, race, chemical elements, saliva, oral microorganisms, plaques, and microorganisms as well as research in a wider population.
Senam Otak (Brain Gym) Berpengaruh Terhadap Tingkat Stres pada Anak Usia Sekolah Kelas V di SD Negeri Pokoh 1 Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Dikir, Yunita; Fitriana, Lala Budi
Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.67 KB)

Abstract

Learning activities may cause excessive stress IN children. 82.8% of the causes of stress in children in Indonesian are from their very tight routine. Data of the National Commission for Children Protection show an average of 200 cases per month which increases 28%. Brain gym is used as one of the activities to address the issue of stress in children and to improve memory. This research is aimed at identifying the effect of brain gym on stress levels in school-age children of fifth grade at SD Negeri Pokoh 1 Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. This research is a quasi-experimental research with one-group pre and post-test design. The subjects of the research were all fifth grade students at SD Negeri Pokoh 1 Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta in 2014, numbering 36 students. Sampling employed a total sampling and data were analyzed using the wilcoxon test. The results showed that the stress level of children before the brain gym given was mostly in the moderate category (50.0%) and after the brain gym given was mostly in the normal category (75.0%). The statistical test using the wilcoxon test generated p-value of 0.000 <0.05. Conclusion, there was a significant effect of brain gym on stress levels before and after treatment in the fifth grade students at SD Negeri Pokoh 1 Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS DEPOK I SLEMAN YOGYAKARTA Fitriana, Lala Budi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.642 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam penanganan demam pada Balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta.  Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 50 ibu, teknik sampling menggunakan Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang demam adalah kategori baik sebanyak 40 ibu (80%), sebagian besar tingkat pendidikan ibu adalah pendidikan menengah sebanyak 18 ibu (36%), sebagian besar pekerjaan ibu adalah tidak bekerja sebanyak 36 ibu (72%), sebagian besar umur ibu adalah umur dewasa awal sebanyak 27 ibu (54%), sebagian besar tingkat sosial ekonomi ibu adalah rendah sebanyak 39 ibu (78%), sebagian besar perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di adalah baik sebanyak 40 ibu (80%), tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,212), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,617), ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,081), tidak ada hubungan antara umur ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di (p-value 0,744) dan tidak ada hubungan antara tingkat sosial dan ekonomi ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta (p-value 0,464). Penelitian ini merekomendasikan kepada Kepala Puskesmas agar dapat meningkatkan dalam memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada ibu tentang penanganan demam pada anak balita.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DEMAM DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS DEPOK I SLEMAN YOGYAKARTA Harianti, neni Harianti; Fitriana, Lala Budi; Krisnanto, Paulinus Deny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.537 KB)

Abstract

LatarBelakang: Demam merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi, dan akan berbahaya bila mencapai suhu >41,1oC. Pengetahuan ibu tentang demam dapat menunjang dalam penanganan demam pada anak sehingga menimbulkan berbagai macam perilaku ibu dalam penanganan demam. Penanganan yang tepat mengenai penyakit yang menyertai demam merupakan hal penting agar demam dapat diatasi dengan benar, karena demam dapat menimbulkan komplikasi seperti, dehidrasi dan kejang demam.   Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta.MetodePenelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik  pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dan sampel sebanyak 50 orang dilaksanakan di Puskesmas Depok 1 Sleman Yogyakarta. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, uji statistik dengan Spearman Rank. Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu tentang demam dalam kategori baik sebesar 80%, dan perilaku ibu dalam penanganan demam dalam kategori baik sebesar 80%, dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank diperoleh p-value sebesar 0,212.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang demam dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta.Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku penanganan demam, Balita
HUBUNGAN USIA GESTASI DENGAN STATUS HEMODINAMIK PADA BAYI PREMATUR DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA Fitriana, Lala Budi; Krisnanto, Paulinus Deny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.39 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia gestasi dengan status hemodinamik  bayi prematur Di RSUD Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 20 bayi prematur, teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar usia gestasi pada bayi prematur adalah bayi prematur dengan derajat sedang (75%),  sebagian besar frekuensi nadi pada bayi prematur adalah normal (80%), sebagian besar frekuensi nafas pada bayi prematur adalah normal (95%), sebagian besar saturasi oksigen pada bayi prematur adalah normal (90%), sebagian besar CRT pada bayi prematur adalah normal (95%), sebagian besar suhu tubuh pada bayi prematur adalah hipotermia (70%), ada hubungan antara usia gestasi dengan frekuensi nadi (0,032), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan frekuensi nafas (0,744), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan saturasi oksigen (0,543), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan CRT (0,744) dan tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan suhu (0,277). Penelitian ini merekomendasikan kepada Kepala Ruang agar melakukan pelatihan kepada perawat tentang monitoring status hemodinamik pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD Sleman. Kata kunci : Usia gestasi, status hemodinamik, bayi prematur
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Cara Menggosok Gigi Dengan Video Pembelajaran Pada Anak Usia Sekolah Fitriana, Lala Budi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.801 KB)

Abstract

Anak usia sekolah 6-12 tahun masih kurang mengetahui kebersihan gigi, terbukti angka karies gigi usia 12 tahun adalah 76,62%. Di Indonesia anak yang mengalami karies gigi dan mulut sebanyak 38,5%. Di Yogyakarta prevelensi anak yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut sebanyak 32,1%. Metode video pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara menggosok gigi pada anak dengan menggunakan empat langkah yang benar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh cara menggosok gigi dengan video pembelajaran pada anak usia sekolah di SDN Mustokorejo Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasi experimen dengan rancangan pre and post test without control dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SDN Mustokorejo Yogyakarta. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian adalah sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang cara menggosok gigi nilai median 62,50 dan nilai standar deviasi 24,78 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan  cara menggosok gigi terdapat nilai median 100, dan nilai standar deviasi 8,97, Nilai p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan ada pengaruh cara menggosok gigi dengan menggunakan video pembelajaran pada anak usia sekolah di SDN Mustokorejo Yogyakarta dengan hasil P-Value 0,000 (<0,05).
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PROGRAM UKS PAUD DI PAUD WILAYAH DESA WEDOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA PUSPITARINI, ZENNI; FITRIANA, LALA BUDI
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.862 KB)

Abstract

Background: At the age of 3 or 4 years, children who have started education in a preschool or early education (PAUD) environment spend more time at school than in a home environment. Schools play an important role in promoting healthy behavior and educating children to achieve maximum growth and development of children. Government programs related to health for schools are the School Health Unit (UKS) which aims to improve the quality of education and learning achievement of students by improving hygienic and healthy living behavior and improving the health status of students and school residents. In addition, the purpose of implementing UKS is to create a healthy environment, so as to enable optimal growth and development of children in the context of forming a full Indonesian human being. The study aims to identify the dominant factors that are the determinants of the success of the implementation of the UKS PAUD program in PAUD in the village of Wedomartani Sleman, Yogyakarta. Research Methods: Data collection was carried out in PAUD in the village of Wedomartani Sleman, Yogyakarta, with a sample of 32 teachers teaching in PAUD. This type of research is descriptive analytic with cross sectional method. The sampling technique uses simple random sampling. The research instrument is a questionnaire and a modified checklist sheet from various references. Bivariate data analysis using chi-square test. Multivariate analysis using logistic regression to test the interaction between variables to determine the interaction between independent variables on the dependent variable. Research Results: Most of the respondents held the position of Principal, namely 62%, late adult age, namely 41.4% and highly educated (D3, S1 and S2) at 72%. The results of the bivariate analysis of the relationship between knowledge, skills, infrastructure and perceptions of health personnel support, respectively with a p-value of 0.029; 0.010; 0,150; 0.014. Conclusion: There is a relationship between knowledge, skills and perceptions of health personnel support for the successful implementation of UKS PAUD in PAUD in the village of Wedomartani Sleman Yogyakarta &nbsp; Keywords: UKS, PAUD, preschool children
Studi Komparatif Pengetahuan Orang Tua Tentang Temper Tantrum yang Diberikan Pendidikan Kesehatan dengan Media Power Point dan Flip Chart Fitriana, Lala Budi; Apriani, Warda Rizka
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.611 KB)

Abstract

Children with temper tantrum will scream and even hurt people around them when what they what is not fulfilled. The lack of parents’ knowledge often results in an inappropriate respond towards a tantrum child, in which 37% parents simply ignore the child and 31% parents tell the child to be quiet. The knowledge increase can be obtained through power point or flipchart media. To compare parents’ knowledge about temper tantrum obtained through health education using power point and flip chart media at ‘Alifa’ integrated Early Childhood Education, Yogyakarta. This is a quasi-experiment research which uses a pretest and posttest non-equivalent control group design. Samples for this research are selected using an accidental sampling technique, which results in 30 parents chosen as respondents. Data analysis is performed using independent t-test. The research instrument used are questionnaires. The mean result of knowledge before and after health education is given using a power point medium is 75.33 ± 9.348 (55 - 85) and 86.33 ± 8.550 (65-100). The mean result of knowledge before and after health education is given using a flip chart medium is 78.33 ± 13.048 (55 - 95) and 86,33 ± 12.459 (65-100). Power point and flip chart media have influence in increasing knowledge, therefore, power point and flip chart media are both effective to increase knowledge.
Skala Nyeri Ibu Berhubungan dengan Waktu Inisiasi Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir Pasca Seksio Sesar di Alamanda 1 dan 2 RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Hidayati, Hulfa; Fitriana, Lala Budi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.41 KB)

Abstract

Ibu yang mengalami persalinan seksio sesar akan mengalami rasa nyeri akibat insisi dinding abdomen. Dampak dari nyeri dapat menyebabkan mobilisasi menjadi terbatas dan waktu inisiasi pemberian ASI pada pasien seksio sesar menjadi terlambat. Pasien seksio sesar sering mengalami kesulitan untuk memberikan ASI kepada bayinya segera setelah lahir. Hal ini akibat rasa nyeri yang muncul setelah operasi sesar. Nyeri dapat menghambat proses pemberian ASI pada satu jam pertama setelah bayi lahir. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan skala nyeri ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir pasca seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan deskriptif analitik. penelitian perjumlah 48 dengan teknik sampling non probability. Data di analisis bivariat menggunakan uji chi square. Sebagian besar usia ibu seksio sesar adalah usia reproduksi sehat, sebagian besar pendidikan ibu seksio sesar pendidkan menengah, sebagian besar skala nyeri ibu seksio sesar adalah nyeri sedang, sebagian besar waktu inisiasi pemberian ASI adalah lambat Uji korelasional menggunakan uji chi square dengan nilai P value = 0.002< 0.05. Ada hubungan yang bermakna antara skala nyeri ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir pasca seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.