Rahayu, Leni Sri
Nutrition Study program, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, Jalan Limau 2 RT 3/RW 3 Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN INSIDEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDUDUK USIA 25-44 TAHUN DI BOGOR (STUDIKOHOR PTM BALITBANGKES 2011-2014) Uyun, Lia Nur; Rahayu, Leni Sri
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.321 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab nomor satu kematian akibatpenyakit tidak menular (PTM), baik di Indonesia maupun di dunia. PJK memilikibeberapa faktor risiko, salah satunya asupan makan yang tidak baik. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis asupan makan pada insiden PJK subjek laki-lakidan perempuan usia 25-44 tahun di Bogor. Desain penelitian ini adalah studi kohorprospektif menggunakan data studi kohor PTM Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengambilansampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalahanalisis univariat. Jumlah responden sebanyak 1587 subjek. Insiden PJK sebesar 1,20%dengan insiden pada perempuan ditemukan sebesar 1,22%, lebih besar dibandingkandengan laki-laki yaitu 1,14%. Sebagian besar penderita PJK berumur 40-44 tahun. Polamakan penderita PJK belum seimbang. Proporsi asupan protein pada laki-laki PJKditemukan sebesar 15,4% dibandingkan dengan asupan energi. Asupan lemak padaperempuan PJK rata-rata mencapai 31,1% dibandingkan asupan energi.
Child care practice as a risk factor of changes in nutritional status from normal to stunting in under five children Rahayu, Leni Sri; Safitri, Debby Endayani; -, Indah Yuliana
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 2, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.849 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: There was 9.5% of stunted infants aged 7-12 month changed to normal nutritional status at the age of 2 years. Integrated programs, health, hygiene, and stimulation have been successful to decrease the stuntingproportion by 17.2%. Objective: The aim of this study was to analyze the relationship between child care practice and changes in nutritional status from normal to stunting in under fivechildren.Methods: This study was a further analysis from the results of cohort data collection for 20 villages of the City and District of Tangerang in 2008-2011. The number of subject in this study were 571 n under  five childre. Data were analyzed by chi-square test. Result: The results showed that the child care practice (OR=1.63, 95% CI ), hygiene and environmental sanitation (OR=1.63, 95% CI ) and health care aspects (OR=1.76, 95% CI ) were significantly associated with changes in nutritional status from normal to stunting.Conclusion:  child care practice were associated with changes in nutritional status from normal to stunting in under five childrenKEYWORDS: stunting, child care practice, under-five children
KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Wantina, Mira; Rahayu, Leni Sri; Yuliana, Indah
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.45 KB)

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupangizi terutama kualitas dan keragaman pangannya. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menganalisis hubungan keragaman konsumsi pangan dengan stunting padabalita usia 6-24 bulan. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek dalampenelitian ini berjumlah 82 balita yang berusia 6-24 bulan. Pengumpulan datadilakukan di Desa Cimayang Banten. Teknik analisis data yang digunakan adalahchi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara keragamankonsumsi pangan dengan stunting pada balita usia 6-24 bulan (p<0,05). Semakinberagam konsumsi pangan, maka status gizi semakin baik. Edukasi tentangkeragaman konsumsi pangan diperlukan terutama kepada ibu yang memiliki balita.
PEMANFAATAN AMPAS SARI KACANG HIJAU SEBAGAI SUMBER SERAT PADA PEMBUATAN BROWNIES BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF Kusumaningrum, Indah; Sofyaningsih, Mira; Rahayu, Leni Sri
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.391 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas sari kacang hijau sebagai sumber serat pada produk brownies berbahan dasar tepung mocaf. Pada penelitianpendahuluan dilakukan pengujian kadar air, protein, dan serat pada ampas sarikacang hijau, dengan hasil berturut-turut 80,1%, 5,25% dan 1,06%. Pada penelitianutama dilakukan formulasi brownies dengan faktor A berupa perbandingan tepungmocaf dengan terigu, terdiri atas 3 taraf: 3:1, 1:1, dan 1:0. Faktor II adalah jumlahampas sari kacang hijau (per 100 gram tepung) sebanyak 2 taraf: 50% dan 100%. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah RAL (rancanganacak lengkap) faktorial sehingga diperoleh 6 formula cookies. Formulasi browniesyang paling disukai adalah formula A (perbandingan mocaf dan tepung terigu 3:1,dan ampas sari kacang hijau 50%) baik secara aroma, tekstur, dan rasa. Skor ratarataaromabrowniesberkisarantara3,7–5,9(beradapadapenilaianaromanetralsampaisuka).Skorrata-ratamututeksturbrowniesberkisarantara3,4 –5,3(beradapadapenilaianaromanetralsampaiagaksuka).Rataannilaikesukaanterhadaprasaprodukberkisarantara3,7-5,4(beradapadapenilaiannetralsampaiagaksuka).Kandungangiziyangterdapatpadabrowniesyangdihasilkansangattinggi. Dalam100grambahanterkandungkalorisekitar504kkal,karbohidrat47,69gram,protein10,39gram,lemak27,55 gram,danserat3,66 gramsehinggadapatdiklaimsebagaipangansumberserat. Katakunci:brownies,ampassarikacanghijau,seratABSTRACT This study aims to utilize the dregs of mung bean extract as a source of fiber in the production brownies with mocaf flour-based products. In the preliminary research wasconducted testing of moisture, protein, and fiber in the dregs of mung bean extract, with theresults respectively 80,1%, 5,25% and 1,06%. In the main study was done browniesformulation with factor I: mocaf comparison with wheat flour, consisting of 3 levels: 3:1, 1:1and 1:0. Factor II is the number of dregs of mung bean extract added (per 100 grams of flour),there are two levels: 50% and 100%. The experimental design used in this study is theCompletely Randomized Design with two factors of treatments, totally obtained 6 cookies. The most preferred formulation was formula A (comparison mocaf and flour 3:1, and the dregs of mung bean extract 50%) both in aroma, texture, and taste. The average of aromascore ranged from 3,7 to 5,9 (neutral untill like). The average score of brownies textureranged from 3,4 to 5,3 (neutral to slightly prefer). The mean value of preference for the tasteof products ranging from 3,7 to 5,4 (neutral to slightly prefer). The nutrients contained inthe brownies are produced very high. In 100 grams of material contained approximately 504kcal calories, carbohydrates 47,69 grams, 10,39 grams protein, 27,55 grams of fat and 3,66grams of fiber slightly, so it can be claimed as a source of dietary fiber.Keywords: Brownies, The dregs of mung bean extract, Dietary fiber