Ishaq, Sunaryo
FKIP UHAMKA

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (Studi Komparasi Metode Pembelajaran Geografi Kelas XI IPS SMAN 01 Tanjung Agung Sumatera Selatan) Ratnasari, Dita; Ishaq, Sunaryo; Sya’ban, MB Ali
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan model pembelajaran Make a Match dengan model pembelajaran Numbered Heads Together Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu quasi eksperimen dengan pendekatan komparatif, yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian. Pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling, dengan cara dibagi 2 kelas atau kelompok eksperimen. Kelompok pertama dengan jumlah 34 siswa yang akan diberikan perlakuan model pembelajaran Make a Match, dan kelompok kedua dengan jumlah 34 siswa yang akan diberikan model pembelajaran Numbered Heads Together. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada materi kompetensi dasar menjelaskan pengertian fenomena bisofer dan menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan, pada siswa kelas XI IPS I dan XI IPS II yang menggunakan model pembelajaran Make a Match sebesar 66,32, sedangkan yang menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together sebesar 77,85. Uji hipotesis diketahui bahwa thitung > ttabel. Hal ini berarti ada perbedaan signifikan hasil belajar siswa antara penggunaan Model Pembelajaran Make a Match, dengan Model Pembelajaran Numbered Heads Together.Kata Kunci: Model Pembelajaran Make a Match, Numbered Heads Together, Hasil Belajar GeografiABSTRACTThis study aims to determine difference of outcomes learning student between the using model Make a Match learning, and model Numbered Heads Together On Geography Lesson Class XI IPS. This research using quasi experimental with a comparative approach, to differentiate or compare the results between the two groups research. Technical sampling in this research used cluster sampling is object divided into 2 classes or the experimental group. The first group consist of 34 students, who will be given treatment study model Make a Match, and the second group consist of 34 students who will be given the learning model Numbered Heads Together. The result showed that on material the phenomenon of biosfer and analyzing the distribution of animals and plants, the average28Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan, Vol. 1, No. 1, Juli 2017:27-35student learning outcomes XI IPS class I and II XI IPS using model Make a Match of 66.32, while those using learning model Numbered Heads Together for 77.85. It known that the result of rsearch thitung> ttabel, and there is a significant difference in student learning outcomes between the use Learning Model Make a Match, and Learning Model Numbered Heads Together.Keywords: Learning Model Make a Match, Numbered Heads Together, Geography Learning Outcomes.
AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI KECAMATAN BEKASI BARAT Daulay, Mushoddik; Hartono, Hartono; ishaq, sunaryo
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji bagaimanakah pengurus masjid menetapkan akurasi arah kiblat dan seberapa akurat masjid mengarah kiblat di kec. Bekasi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) dengan kategori penelitian survei. Subjek dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan data temuan, berdasarkan histori dan kesesuaian dalam pengukuran di lapangan. Adapun objek fokus penelitian adalah masjid di kecamatan Bekasi Barat. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil pengukuran diukur dengan menggunakan kompas (segitiga bola). Hasil penelitian menunjukkan dalam hal siapa yang mengukur dan alat apa yang digunakan dalam pengukuran arah kiblat, hasil penelitian ternyata lebih banyak dilakukan oleh Tokoh Agama atau ulama. Alat pengukuran yang digunakan oleh para pengukur arah kiblat hampir semua memakai alat kompas. Penelitian terhadap 30 masjid yang berada di Kecamatan Bekasi Barat dari 5 (lima) kelurahan yang berbeda, ditemukan 15 mesjid atau 50 % arah kiblatnya akurat, sedangkan 15 mesjid atau 50 % arah kiblatnya ada penyimpangan (Dari 15 masjid (50%) yang kurang/kelebihan, dan diketahui ada 4 masjid yang fisik bangunan kurang pas akan tetapi shafnya telah diakuratkan). Kata Kunci: Arah, Kiblat, dan Masjid ABSTRACThis study aims to examine how the board of the mosque set the accuracy of the direction of Qiblah and how accurately the mosque leads to Qiblah in West Bekasi Distric. This research uses field research approach (field research) with survey research category. Subjects in this study only collect data of findings based on history and suitability in field measurements. The object of research focus is the mosque in the  West Bekasi District. Technique of collecting data by interview and observation. The measurement results are measured using a compass (spherical triangle). The results of the study show that (1) who measures and what tools are used in measuring the direction of the Qibla from the results of research is more done by religious figures or ulama. While the measurement tools used by gauges of qibla direction almost all use the compass tool, (2) Research on 30 mosques located in West Bekasi District of 5 (five) different villages found 15 mosques or 50% accurate qiblah direction, while 15 mosques or 50% of the direction of the Qiblah there are deviations (of the 15 mosques (50%) that are lacking / excess, there are known 4 mosques that the building is less fit but the shaf has been accurate).   Keywords: Direction, Qiblah, and Mosque