Fauziyah, Norma
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Waktu Pemencaran dan Pengaruh Jenis Air terhadap Perkecambahan Basidiospora Exobasidium vexans, Penyebab Penyakit Cacar Daun Teh Fauziyah, Norma; Hadisutrisno, Bambang; Priyatmojo, Achmadi
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.23047

Abstract

Blister blight caused by Exobasidium vexans is one of the important diseases in the tea crop. This disease could decrease the production of tea between 20−90%, so that it required a proper and eco-friendly strategy for managing the development of plant disease epidemics. This study was aimed to determine the daily dispersal time of basidiospores of E. vexans, and to study the effect of dew, rain water, and sterile water to the germination of basidiospores of E. vexans. The method used was trapping basidiospores using a spore trap Kiyosawa type on which the object glasses were successively placed for 4 hours at 6:00 a.m., 10:00 a.m., 2:00 p.m., 6:00 p.m., 10.00 p.m., and 2.00 a.m.. The germination of basidiospores was observed with three treatments; i.e. sterile water, rain water and dew. The results revealed that the dispersal of basidiospores of E. vexans mostly occured between 2:00 to 6:00 a.m. Basidiospores of E. vexans could germinate in all kinds of water, but they germinated very well in dew and rain water.IntisariPenyakit cacar daun teh yang disebabkan oleh Exobasidium vexans merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman teh. Penyakit ini dapat menurunkan produksi teh antara 20−90%, sehingga perlu ada strategi yang tepat dan dapat diterima lingkungan untuk mengelola perkembangan epideminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pemencaran harian basidiospora E. vexans, dan mengetahui pengaruh embun, air hujan, dan air steril terhadap perkecambahan basidiospora E. vexans. Metode yang digunakan adalah penangkapan basidiospora menggunakan alat spore trap tipe kiyosawa yang dipasang gelas benda pada setiap 4 jam sekali, yaitu pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, 22.00, dan 02.00. Metode yang dipakai dalam mengamati perkecambahan basidiospora menggunakan tiga perlakuan; embun, air hujan, dan air steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemencaran basidiospora E. vexans paling banyak terjadi antara pukul 02.00−06.00. Basidiospora E. vexans dapat berkecambah pada embun, air hujan, dan air steril namun perkecambahan paling baik terjadi pada embun dan air hujan.