Basir, Abdul
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Antibacterial and Antioxidant Activity of Green Algae Halimeda gracilis from Seribu Island District Basir, Abdul; Tarman, Kustiariyah; Desniar, D.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.455 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v20i2.17507

Abstract

Seaweeds have ecological functions as primary producers in marine waters. It also has an important economic value as a producer of hydrocolloids (alginate, agar and carrageenan) that is used in various industries of food and pharmaceuticals. This study aimed to determine the antibacterial and antioxidant activity of green algae Halimeda gracilis. The study was conducted in several stages, sample collection and preparation, extraction of bioactive compound, fractionation, antibacterial and antioxidant test, and phytochemical. Extraction was done by maceration method using methanol and concentrated by rotary evaporator. The methanol extracts of H. gracilis were tested against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Methanol extract of H. gracilis formed inhibition zone against the test bacteria with diameter of inhibition zone was 10 mm and 6 mm, respectively. After liquid-liquid partition (water: ethyl acetate), inhibition zone was only seen in the ethyl acetate fraction of H. gracilis with diameter of inhibition zone was 6 mm and 7.50±1.71 mm, respectively. Antioxidant test methanol extracts and ethyl acetate fractions of H. gracilis each show IC50 value of 290.49 ppm and 375.50 ppm. Phytochemical test showed methanol extract of H. gracilis contains phenols and steroids.
HASIL PEMECAHAN BIJI KEMIRI DENGAN TEKNIK PEMANASAN BASAH, PEMANASAN KERING DENGAN PENDINGINAN REFRIGERATOR Basir, Abdul
Polimedia Vol 22 No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya antara metode pemanasan menggunakan air mendidih dan pengukusan dengan metode pendinginan air dingin dan udara bebas, diperoleh bahwa metode pemanasan merebus dengan air mendidih lebih baik dari metode mengukus. Kelanjutan penelitian saat ini adalah menggunakan pemanas basah (air mendidih) dan kering (dalam oven) dengan pendinginan menggunakan refrigeran. Banyaknya biji kemiri dalam satu kali percobaan sebesar satu kilogram, jumlah percobaan adalah 18 kali sehingga bahan kemiri yang dibutuhkan adalah 1 x 18 = 18 kg. Lama waktu pemanasan dan pendinginan bervariasi, untuk pemanasan dimulai dari 30, 50 dan 70 menit. Sementara waktu pendinginan dengan menggunqkan refrigrator (mesin pendingin) adalah 60, 90 dan 120 menit. Hasil penelitian pemecahan biji kemiri yang diukur adalah: Hasil dengan menggunakan media pemanasan basah, yaitu merebus dengan air mendidih (100 °C), dan pendingin refrigerant, pecah utuh: 71 % s.d 81 %; pecah tidak utuh: 19 % s.d 29 %; dan warna biji pada umumnya putih kecuali pada perebusan dengan waktu 70 menit. Untuk hasil media pemanasan, menyangrai dengan oven microwave, dan pendingin refrigerant, pecah utuh: 67 % s.d 79 %; pecah tidak utuh: 21 % s.d 33 % ‘dan warna biji pada umumnya putih kecuali pada penyangraian dengan waktu 70 menit. Kesimpulannya adalah untuk menghasilkan pecah utuh secara lebih banyak menggunakan media basah bila dibandingkan dengan media pemanasan kering dengan menyangrai menggunakan oven, dan untuk menghasilkan pecah tidak utuh lebih sedikit menggunakan media basah bila dibandingkan dengan media pemanasan kering dengan menyangrai menggunakan oven.
Rancang Bangun Mesin Pengupas Sabut Kelapa Menggunakan Drum Bermata Majemuk Secara Kontinu dengan Kapasitas 150 Buah/Jam Suadi, Suadi; Basir, Abdul
Polimedia Vol 22 No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengupasan sabut kelapa dengan cara tradisioanal masih saja dilakukan orang terlebih di daerah-daerah pedesaan. Demikian halnya mesin-mesin pengupas sabut kelapa yang diharapkan akan mampu memberi solusi mengatasi adanya kelemahan pada alat yang digunakan dengan cara tradisional. Namun keberadaan mesin-mesin kian hari kian berkembang. Sehingga dilakukanlah suatu penelitian dengan melakukan rancang bangun terhadap mesin pengupas sabut kelapa yang baru dengan kapasitas besar dan semi kontinu. Mesin ini mengalami perubahan dan inovasi dari mesin-mesin yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan penelitian diawali dengan melakukan perancangan terhadap mesin, kemudian hasil perancangan direalisasikan dalam bentuk pembuatan mesin dan akhirnya dilakukan uji kinerja mesin. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis kelapa yang keadaan kulitnya basah, sedang dan kering. Masin-masing buah kelapa yang diuiji sebanyak 10 buah. Pada hasil pengujian Waktu rata-rata pengupasan untuk tiap buah kelapa yang bersabut basah selama 13,1 detik per buah, untuk kelapa sedang 17,2 detik dan untuk kelapa kering selama 22 detik. Sedang kapasitas mesin adalah: untuk pengupasan jenis kelapa basah, kapasitas mesin adalah sebanyak 275 buah/jam, untuk kelapa sedang adalah sebanyak 209 buah/jam dan untuk kelapa kering sebanyak 163 buah/jam. Hasil kesimpulan dari penelitian adalah: analisis secara umum kelapa basah lebih mudah dikupas, sebab kelapa basah seratnya lebih banyak mengandung air sehingga gampang/lebih mudah dipisahkan dari kulitnya dibandingkan dengan kelapa yang lebih kering, seratnya hampir tidak mempunyai kadar air atau kondisi sabut kelapa kering.
Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Piringan Cetak terhadap Hasil Pembuatan Pelet Pada Mesin Pencetak Pakan Ikan Indra, Joni Indra; Basir, Abdul
Polimedia Vol 20 No 3 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang bangun adalah bentuk realisasi dari suatu perencanaan atau perancangan. Keberhasilan mesin yang dirancang bangun ditentukan dengan hasil uji kinerja. Penelitian ini membahas pengaruh variasi kecepatan putar  piringan cetak terhadap hasil pembuatan pelet pada mesin pencetak pakan ikan. Kajian ini bertujuan untuk menentukan variasi putaran dan kecepatan piringan pencetak pembuatan pelet pada mesin pencetak pakan ikan, mengetahui hasil kualitas dan kapasitas pembuatan pencetak pelet dengan beberapa variasi kecepatan pada piringan cetak, dan terakhir melakukan analisis terhadap hasil kualitas dan kapasitas pembuatan pencetak pelet pada mesin pencetak pakan ikan. Hasil penelitian disimpulkan: variasi putaran 290, 435, 580, 725, dan 870 (rpm) dan kecepatan 2,22; 3,33; 4,33; 5,45; 6,65 (m/s). Hasil kualitas dan kapasitas pencetak pakan ikan: bila variasi putaran naik, kualitas baik menurun, kualitas sedang naik dan kapasitas yang dihasilkan naik. Hasil analisis bila kecepatan meningkat: kualitas baik menurun, kualitas sedang meningkat, kapasitas yang dihasilkan meningkat dan waktu pencetakan semakin singkat, demikian pula sebaliknya. Analisis kualitas baik dengan kapasitas yaitu berada pada percobaan tiga yaitu dengan kapasitas 75 kg/jam dengan kualitas baik 75 % atau pada kecepatan piring pencetakan pada 4,43 m/s.