Mayura, Eliza
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat KP. Laing Solok

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PENYULINGAN SERAI WANGI SEBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Mayura, Eliza; Idris, Herwita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.921 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.65

Abstract

Kacang tanah merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mempunyai nilai gizi tinggi. Akan tetapi produksi kacang tanah di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah perlu dilakukan penambahan nutrisi pada tanaman namun dengan mahalnya harga pupuk perlu dicari alternatif lain. Untuk itu dilakukan penelitian pemanfaatan abu limbah penyulingan serai wangi menjadi pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balittro Laing Solok sejak September sampai Desember 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu pemberian abu limbah penyulingan serai wangi dengan dosis : 1) 200 g 2) 250 g 3) 300 g dan 4) 0 g pada 8 tanaman per plot diulang 6 kali. Benih kacang tanah ditanam dalam kantong berukuran 45 x 60 cm yang berisi media tanah dan pupuk kandang dengan volume 1 kg/kantong. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, bobot basah, bobot kering serta bobot kering/100 biji. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap dua minggu dimulai tiga minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan vegetatif dan produksi tanaman kacang tanah mempunyai perbedaan yang signifikan dari setiap dosis abu limbah penyulingan yang digunakan. Dengan hasil yang terbaik pada dosis abu limbah serai wangi 300 g/kantong terlihat pada tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat basah, berat kering dan berat per 100 biji berturut-turut 46,82 cm, 4,76 buah, 37,72 buah, 80,31 g, 35,40 g dan 62,36.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA DAN FREKUENSI PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CENGKEH Mayura, Eliza; Yudarfis, NFN; Idris, Herwita; Darwati, Ireng
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.19 KB) | DOI: 10.21082/bullittro.v27n2.2016.123-128

Abstract

Benih merupakan salah satu aspek budidaya yang mempunyai peranan penting. Untuk mendukung pertumbuhan benih dan peningkatan produksi cengkeh, pemberian unsur hara sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan konsentrasi pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan benih cengkeh. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balittro Laing Solok Sumatera Barat, sejak Maret sampai September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan konsentrasi air kelapa dan frekuensi pemberian yaitu (1) tanpa air kelapa/air dan frekuensi pemberian 1 kali (0/1), (2) 0/2, (3) 0/3, (4) konsentrasi air kelapa 200 ml l-1/1, (5) 200 ml l-1/2, (6) 200 cc l-1/3, (7) 400 ml l-1/1, (8) 400 ml l-1/2, (9) 400  ml l-1/3, (10) 600 ml l-1/1, (11) 600 ml l-1/2, (12) 600 ml l-1/3; interval waktu pemberian 2 minggu, 10 tanaman per plot diulang 3 kali. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, jumlah akar utama) serta biomass (bobot basah dan kering batang, daun dan akar). Hasil penelitian menunjukkan pemberian air kelapa konsentrasi 600 ml l-1 dengan frekuensi pemberian satu kali, menghasilkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif benih cengkeh.