Articles
6
Documents
PENGARUH KADAR ASAM SULFAT PADA HIDROLISIS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKS) DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL YANG DIHASILKAN

BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan) Vol 4, No 2 (2018): Februari
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Biologi Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.159 KB)

Abstract

The effect of sulphuric acid fermentation of processed palm oil bunch hydrolysis and on ethanol and sugar production was conducted. The aim was to investigate the hydrolytic optimum required by Saccharomyces cerevisiae for ethanol and sugar production. About 12.5 g powdered palm oil bunch was used in this experiment. The powder was hydrolized several times using sulphuric acid in several concentration. Sugar, product of  hydrolysis, was detected every one hour using spectrophotometer. The sugar was fermented by Saccharomyces cerevisiae and incubated for several days. Results showed that 2-4% sulphuric acid was oprimum concentration for 30 g/L sugar production. The highest ethanol production 4.94% occurred after two days fermentation.

PENGARUH KONSENTRASI M-BIO TERHADAP KECEPATAN PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK PASAR

Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Bioedusiana
Publisher : LP3MPM Universitas Siliwangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.823 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi M-Bio terhadap kecepatan pengomposan sampah sayur pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan di Laboratorium Botani Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Unsil selama empat bulan dari mulai persiapan sampai diperoleh kompos. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah sampah sayur pasar, dengan instrument berupa pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsentrasi M-Bio terhadap kecepatan pengomposan sampah sayur pasar, konsentrasi yang paling cepat pengomposannya adalah konsentrasi 0,1 M atau 10 ml M-Bio per 100 ml air gula.Kata kunci: konsentrasi, kecepatan, kompos, M-Bio, sampah

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP KELAS VII MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2018): Bioedusiana
Publisher : LP3MPM Universitas Siliwangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.573 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir dibutuhkan peserta didik karena berpikir kritis dapat membantu peserta didik menyelesaikan masalah dan membantu dalam mengambil keputusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik SMP kelas VII melalui pembelajaran berbasis masalah Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai bulan Juli 2017 di SMP 4 Pamarican menggunakan metode quasi eksperiment dengan bentuk posttest only control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas VII SMP 4 Pamarican tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 4 kelas dengan jumlah 120 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas. Hasil analisis data menunjukan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi (27,56) dibandingkan kelas kontrol (23,76) sedangkan sebaran indikator berpikir kritis dari yang memperoleh skor tertinggi sampai terendah adalah  (1) memberikan penjelasan lanjut, (2) memberikan penjelasan sederhana, (3) membangun keterampilan dasar, (4) membangun keterampilan dasar, dan (5) membuat inferensi.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA BIOLOGI YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN GROUP INVESTIGATION

Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 01 (2016): Bioedusiana
Publisher : LP3MPM Universitas Siliwangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.251 KB)

Abstract

AbstractThe study aimed to determine the differences in cognitive learning result of biology students using inquiry and group investigation on the concept of biodevisersity. The research was comparative descriptive with one group pretest-postest design. Learning data collection techniques using pretest and posttest form and data were analyzed using independent t test. The result showed that there were differences in the biology students of learning result who use models of inquiry and group investigation and based on n-gain analysis know that inquiry learning model gives better results than group investigation.Keywords: learning model, nquiry, group investigation, cognitive learning result

PERBEDAAN KEMAMPUAN DASAR BEKERJA ILMIAH MAHASISWA BIOLOGI YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN GROUP INVESTIGATION

Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2017): Bioedusiana
Publisher : LP3MPM Universitas Siliwangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.28 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan dasar bekerja ilmiah mahasiswa biologi yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dan group investigation pada konsep keanekaragaman makhluk hidup. Jenis penelitian adalah deskriptif komparatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data hasil belajar menggunakan pretest dan posttest dengan teknik analisis data menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan kemampuan dasar bekerja ilmiah mahasiswa biologi yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dan group investigation dan berdasarkan rata-rata skor diketahui model pembelajaran inkuiri memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan group investigation.Kata Kunci: kemampuan dasar bekerja ilmiah, inkuiri, group investigation

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.178 KB)

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki siswa sebagaI salah satu modal penting agar berhasil dalam kehidupannya dan mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Pembekalan berpikir kritis dapat dilakukan dengan penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis proyek. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan desaign posttest only control group design pada konsep ekosistem. Hasil analisis data menunjukan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sedangkan sebaran indikator berpikir kritis dari yang memperoleh skor tertinggi sampai terendah adalah (1) memberikan penjelasan sederhana, (2) memberikan penjelasan lebih lanjut, (3) mengatur strategi dan taktik, (4) membangun keterampilan dasar, dan (5) membuat inferensi.Kata Kunci : Berpikir Kritis, Pembelajaran Berbasis Proyek