Articles

Found 9 Documents
Search

Perencanaan Agregat Produksi Kelapa Parut Kering di PT. XYZ Hairiyah, Nina; Amalia, R. Rizki
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.48 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.67

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis kelapa parut kering yang berada di kota Ciamis, Jawa Barat. Permintaan produk yang berfluktuasi, sumber daya, dan kapasitas produksi yang terbatas mengakibatkan pihak manajemen perusahaan kesulitan dalam membuat rencana produksi. Tujuan penelitian ini adalah membuat perencanaan agregat produksi kelapa parut kering untuk memenuhi permintaan yang akan datang dengan biaya minimum. Pendekatan yang digunakan dalam membuat perencanaan agregat produksi adalah dengan metode heuristik. Langkah pertama adalah melakukan peramalan permintaan untuk 12 bulan ke depan dengan menggunakan berbagai metode time series. Metode linear regression terpilih dengan kriteria nilai mean square error terkecil. Langkah kedua dengan mengujicobakan tiga strategi (strategi produksi tetap, strategi menaikkan dan menurunkan produksi, dan strategi subkontrak atau outsourcing). Hasil perbandingan total biaya produksi ketiga strategi menunjukkan strategi produksi tetap dipilih karena merupakan strategi dengan total biaya produksi yang minimum.
Analisis Kerusakan Mekanis dan Umur Simpan pada Rantai Pasok Buah Naga di Kabupaten Tanah Laut Amalia, Raden Rizki; Hairiyah, Nina; Nuryati, Nuryati
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.128 KB)

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu komoditas hortikultura, buah naga memiliki tingkat kerusakan yang cukup tinggi dalam proses distribusinya hingga ke konsumen. Entitas yang terlibat dalam rantai pasok buah naga adalah petani, pedagang pengumpul kecil, pedagang pengumpul besar, pedagang pengecer, dan konsumen. Dilihat dari banyakya entitas pada rantai pasok buah naga, maka diperlukan kajian mengenai jenis dan persentasi tingkat kerusakan mekanis dengan tujuan mempertahankan kualitas buah naga sampai ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi jenis kerusakan, analisis penyebab kerusakan mekanis pada setiap tahapan handling, memberikan solusi langkah perbaikan yang bisa dilakukan, serta menganalisis umur simpan buah naga yang masih layak untuk di jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan mekanis yang terjadi pada saat pengamatan buah naga dapat diklasifikasikan menjadi abrasion, bruising, shatter cracking, cutting, puncture dan splitting. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan bahwa rata-rata presentasi kerusakan pada tahap pemanenan sebesar 46%, transportasi 35%, penyusunan display di toko 15% dan pada saat proses pembelian di pedagang pengecer sebesar 4%. Pada hari ke-sembilan, buah yang busuk/tidak dapat terjual mencapai 51,07% dari total buah yang mengalami kerusakan mekanis pada hari pertama, sementara buah naga lainnya mengalami penurunan mutu diikuti dengan penurunan harga jual sampai dengan 100% setelah hari ke tiga belas.Kata kunci: buah naga, kerusakan mekanis, umur simpan AbstractAs one of the horticulture commodities, dragon fruit has a high level of damage in the distribution process. Entities involved in the dragon fruit supply chain are farmers, small collectors, large collectors, retailers, and consumers. A lot of supply chain entities makes it necessary to study the type and percentage of mechanical damage degree to maintain the dragon fruit quality. This study aims to identify the types of mechanical damage, mechanical damage causes analysis on each stage handling, providing possible solutions improvement steps, and analyzing the shelf life of worth selling dragon fruit. The results showed mechanical damage type that occurred during the dragon fruit observation classified into abrasion, bruising, shatter cracking, cutting, puncture and splitting. Based on the results of the identification, the average percentage of damage at the harvesting stage is 46%, transportation 35%, the arrangement in 15% display and at the buying process at retailer 4%. On a ninth day, rotten/unsold fruit reaches 51.07% of the total dragon fruits that go through mechanical damage on the first day while the other dragon fruit has a decreased quality followed by a drop in the selling price up to 100% after the thirteenth day.Keywords: dragon fruit, mechanical damage, shelf life 
Pembuatan Mikrokomposit Dari Serat Alam Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) Dan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes)Sebagai Filler Dengan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Sebagai Matriks Hairiyah, Nina; Amalia, R. Rizki; Widyastuti, Aprilia
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.551 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i2.50

Abstract

Komposit adalah suatu material yang terdiri dari campuran atau kombinasi dua atau lebih material baik secara mikro atau makro, dimana sifat material yang tersebut berbeda bentuk dan komposisi kimia dari zat asalnya.Kombinasi antara dua atau lebih dari material pembentuk melalui pencampuran yang tidak homogen yang terdiri dari matriks sebagai pelindung dan filler sebagai pengisi. Purun tikus dan eceng gondok merupakan salah satutanaman yang memiliki kandungan selulosa. Bahan selulosa murni yang berasal dari purun tikus dan eceng gondok dapat menjadi bahan pengisi alternatif karena sifat seratnya yang kuat(modulus tinggi) sehingga menghasilkan struktur kristalin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi filler antara serat alam dari purun tikus dan eceng gondok dengan menggunakan polimer polyethylene terephthalate (PET) sebagai matriks untuk menghasilkan mikrokomposit dengan karakteristik mekanik terbaik, dilihat dari tekstur, porositas dan daya rekat. Proses pembuatan mikrokomposit terdiri dari 4 tahap yaitu pembuatan serbuk purun tikus dan eceng gondok kemudian dianalisis kadar air dan densitas, fraksi selulosa tongkol jagung, pembuatan matriks dari limbah PET dan pembuatan mikrokomposit. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebuk purun tikus 2.47% dengan rendemen 26.89% dan densitas 0.28 g/ml dan mikrokomposit terbaik yaitu MKP1 dengan filler tongkol jagung 30% dan matrikslimbah plastik PET 70%, dan hasil kadar air serbuk eceng gondok 1.99% dengan rendemen 10.24 % dan densitas 1 g/ml dan mikrokomposit terbaik yaitu MKE 3 dengan filler eceng gondok 50% dan matriks limbah plastik PET 50%.
ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN KERNEL CRUSHING PLANT (KCP) DI PT. X Hairiyah, Nina; Rizki, Raden; Wijaya, Rino Adi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.103-110.2019

Abstract

PT. X merupakan industri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan produk CPO dan PKO. Pada proses produksi di PT. X, mesin yang sering mengalami downtime besar dan breakdown paling banyak terjadi pada mesin First Press di stasiun Kernel Crushing Plant (KCP). Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin first press di stasiun KCP. Data yang digunakan berupa data teoritis dan historis mengenai TPM, OEE, dan jam kerja mesin first press. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai OEE pada mesin first press di stasiun KCP PT. X belum memenuhi standar internasional yang telah ditetapkan. Nilai OEE untuk mesin first press pada stasiun KCP memiliki nilai sebesar 68,26% dengan selisih yang cukup jauh dengan nilai standar Internasional yaitu sebesar 85%. Penyebab rendahnya nilai OEE mesin first press di stasiun KCP PT. X karena faktor umur mesin yang sudah tua, proses maintenance yang lama, serta kualitas kernel yang rendah.
STRATEGI PEMASARAN BEPANG MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE SWOT AHP DI INDUSTRI BEPANG UD. CAP BUNGA Amalia, Rizki; Hairiyah, Nina
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.19 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i1.89

Abstract

Trade (UD) Cap Bunga an industry houselhold products unlike bepang located in pelaihari sout Kalimantan. Research purpose analyze what factors most affect planning marketing strategies bepang internally and externally. Determine marketing strategies bepang uses the training ahp by the application of expert choice 2000. Methods used is the methods of Analysis Strengh, Weaknes, Opportunities, Threat ( SWOT) and  Anaytic Hirerarchy Proces (AHP). The results of marketing strategies factors influencing the bepang is. Power (Strengh) bepang products quality product using the resulting 4,66 and industry bepang obtain certificates/business licensing letter 4,33 produced by the. Weaknes (weaknes) bepang use simple product packaging and the products of the 2,66 bepang not easlily repaired by 1,66 score.Opportunities (opportunities) product bepang easy marketed the score by which  produced 4,66  and products bepang competitive with other products the score the was produced 4,66.Threat (threat) in marketing not promote a printing press and electronic media the score that was produced 2,66 and is a product similar with score that was produced 3. Alternative marketing strategy using the method of analysis of SWOT AHP is to maintain quality material so that the certificate/letter of bussiness permission to make bepang product UD. Cap Bunga easy to market and qualite competitive with ather products.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Manisan Terung UD. Berkat Motekar di Desa Pemuda Kabupaten Tanah Laut Darmawan, Muhammad Indra; Hairiyah, Nina; Hajar, Siti
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.459 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.77

Abstract

Usaha rumah tangga UD. “Berkat Motekar” merupakan salah satu usaha rumah tangga yang memproduksi atau mengolah manisan terung. Tujuan dari penelitian ini menganalisis nilai tambah dan menghitung kelayakan usaha manisan terung berkat motekar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Hayami dan aspek finansial yang meliputi NPV, Net B/C dan IRR. Hasil penelitian yang didapat pada analisis nilai tambah manisan terung adalah sebesar Rp17.847,92/kg atau 49,57% dari hasil produksi. Marjin yang diperoleh dari setiap 1 kg terung adalah sebesar Rp29.000/kg, sehingga didistribusikan untuk masing faktor yaitu keuntungan 27,06%, tenaga kerja 34,48% dan sumbangan input lain sebesar 38,46%, dari hasil persentasi yang didapatkan nilai persentasi tertinggi berada pada sumbangan input lain, sedangkan untuk hasil penelitian kelayakan usaha dalam segi aspek finansial didapatkan hasil NPV sebesar 10.592.531, Net B/C 1,543, IRR 21% dan PBP 5,4, hasil dari perhitungan kelayakan usaha ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan layak.
Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Cookies Kiptiah, Mariatul; Hairiyah, Nina; Nurmalasari, Ayu
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.017 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.72

Abstract

Kulit pisang berpotensi sebagai sumber pati untuk pembuatan tepung karena mengandung karbohidrat sebesar 18,50%. Tepung kulit pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan pensubtitusi pembuatan cookies untuk meningkatkan nilai serat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur rendemen tepung kulit pisang yang dihasilkan pada proses pembuatan cookies menggunakan metode pengeringan sinar matahari, menganalisis perbandingan formulasi terbaik substitusi tepung kulit pisang kepok pada cookies, dan menganalisis tingkat penerimaan panelis terhadap produk cookies yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok yaitu A1 (100% : 0), A2 (75% : 25 %), A3 (70% : 30%), A4 (65% : 35%) dan A5 (50% : 50%), kemudian dilanjutkan dengan analisis kadar air dan kadar serat. Pada masing-masing perlakukan dianalisis uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna). Data yang diperoleh diuji ANOVA dan uji lanjutan DMRT untuk mengetahui pengaruh perlakukan pada masing-masing perlakukan cookies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tepung kulit pisang kepok perlakukan terbaik yaitu tepung terigu 75% dan tepung kulit pisang kepok 25% dengan kadar air 2,13% serta kadar serat 15,34%. Berdasarkan hasil uji daya terima, penggunaan tepung kulit pisang kapok sebesar 75% tepung terigu 25% tepung kulit pisang kepok lebih disukai oleh panelis.
KARAKTERISTIK MEKANIK MIKROKOMPOSIT DARI TONGKOL JAGUNG DAN LIMBAH PLASTIK POLIPROPILENE Hairiyah, Nina; Nuryati, Nuryati; Meldayanoor, Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.865 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i1.43

Abstract

Mikrokomposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuk melalui pencampuran yang tidak homogen yang terdiri dari matriks sebagai pelindung dan filler sebagai pengisi. Tongkol jagung merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan selulosa. Bahan selulosa murni yang berasal dari tongkol jagung dapat menjadi bahan pengisi alternatif karena sifat seratnya yang kuat (modulus tinggi) sehingga menghasilkan struktur kristalin. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan perbandingan terbaik antara tongkol jagung dengan menggunakan polimer Polyprophilene (PP) dilihat dari kuat lentur, kuat desak dan kuat tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tekanan/beban pengempaan maka kuat lentur produk mikrokomposit yang dihasilkan semakin besar, semakin besar tekanan/beban pengempaan maka kuat desak produk mikrokomposit yang dihasilkan juga semakin besar dan tekanan/beban pengempaan optimal yang dapat ditetapkan adalah 1400 kg, sehingga mikrokomposit yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan casing berbagai produk elektronik.
Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Tandan Buah Segar (TBS) Menggunakan Metode Exponential Smoothing dan Linier Regresion di PT. Pola Kahuripan Intisawit Amalia, R. Rizki; Hairiyah, Nina
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.481 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.75

Abstract

PT. Pola Kahuripan Intisawit adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Tandan Buah Segar (TBS) yang digunakan dalam pengolahan Crude Palm Oil (CPO) harus berdasarkan karakteristik yang baik guna mendapatkan CPO yang berkualitas. Dalam menjamin kualitas tersebut, PT. Pola Kahuripan Intisawit juga perlu melakukan manajemen persediaan bahan baku yang sesuai kebutuhan. Manajemen ini juga dilakukan agar memperoleh biaya persediaan yang efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan peramalan kebutuhan bahan baku TBS menggunakan Eksponential Smoothing dan Linier Regression. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan hasil peramalan dengan ukuran akurasi terbaik mengggunakan metode Exponential Smoothing dan Linier Regression dan menentukan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif dari hasil wawancara dan observasi. Hasil peramalan dari ukuran akurasi menggunakan metode Exponential Smoothing diperoleh Mean Absolut Percentage Error (MAPE) 76,87% sedangkan Linier Regression 73,75%, sedangkan untuk peramalan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018 didapatkan sebesar 7.234.164,00 ton dengan penambahan kebutuhan bahan baku sebesar 271.903 ton untuk setiap bulan.