Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPOSISI JENIS HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU YANG BEROPERASI DI LAUT FLORES KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PADA MUSIM ANGIN MUSON BARAT Assir, Andi; Palo, Mahfud; jaya, ilham; Sari, Ratma Kumala
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 4, No 7 (2017)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang komposisi jenis hasil tangkapan bagan perahu yang beroperasi di Laut Flores pada musim Angin Muson Barat telah dilaksanakan di perairan sebelah barat Pulau Selayar pada bulan Desember 2016 hingga Februari 2017.  Perairan tersebut merupakan tempat bagi ikan-ikan peruaya bermigrasi dari Laut Jawa dan Selat Makassar ke Laut Banda mengikuti arus pada saat musim Angin Muson Barat bertiup dan demikian sebaliknya pada saat mengikuti Angin Muson Timur.  Oleh sebab itu diduga komposisi jenis ikan yang ada Laut Flores pada kedua musim tersebut sedikit berbeda. Dari hasil penelitian ini didapatkan komposisi jenis ikan berdasarkan hasil tangkapan bagan perahu pada bulan Desember hingga Februari didominasi oleh teri (Stolephorus sp) 48% dan sembulak (Sardinella sirm) sebesar 44 % sedangkan jenis ikan pelagis lain masing-masing kurang dari 2%.
Pengaruh Penggunaan Jenis Umpan Yang Berbeda Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Menggunakan “Bubu Rakkang” Di Perairan Muara Sungai Appabatu, Kabupaten Kepulauan Selayar Assir, Andi; Palo, Mahfud
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) adalah salah satu sumberdaya perairan yang banyak ditemukan di area mangrove Kabupaten Kepulauan Selayar. Ada banyak alat tangkap untuk menangkap kepiting tersebut yang beroperasi di Selayar yaitu bubu lipat, “Bubu Rakkang”, jaring insang dan pancing ulur. Studi pendahuluan telah dilaksanakan di perairan estuaria Pulau Selayar pada bulan Oktober 2014 menggunakan tiga macam umpan, yaitu daging ikan pari, beronang dan peperek. Diapatkan bahwa ada hubungan antara hasil tangkapan kepiting  dengan jenis umpan yang digunakan. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umpan lain yang cocok untuk memikat kepiting bakau yaitu daging ikan hiu, usus ayam dan cumi-cumi dan diperoleh hasil bahwa cumi-cumi memberi hasil tangkapan tertinggi.
DESKRIPSI ALAT TANGKAP IKAN DI KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Lisdawati, Andi; Najamuddin, Najamuddin; Assir, Andi
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap ikan adalah peralatan yang digunakan nelayan untuk mendapatkan ikan dan hewan laut lainnya. Terdapat berbagai jenis alat tangkap ikan yang dioperasikan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, namun pengetahuan mengenai jenis alat tangkap yang dioperasikan di masing-masing kecamatan belum diketahui secara pasti karena minimnya informasi yang ada. Penelitian  ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis alat tangkap yang ada di kecamatan bontomanai kabupaten kepulauan selayar. Spesifikasi data alat tangkap yang di analisis adalah ukuran utama alat tangkap seperti panjang, lebar, mesh size, jarak antar pelampung, jarak antar pemberat, bahan yang digunakan, serta ukuran dari bagian-bagian alat tangkap (untuk  yang menggunakan jaring),  sedangkan  pada alat  tangkap  lain  (tanpa jaring) adalah ukuran panjang, diameter, bahan yang digunakan dan ukuran bagian-bagian  dari alat  tangkap.  Pengklasifikasian  atau  penggolongan setiap jenis alat tangkap dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan cara pengoperasian alat tangkap, maka setiap jenis alat tangkap disesuaikan dengan klasifikasi alat penangkapan ikan Balai Pengembangan Penangkapan Ikan Semarang, 2009 dan Keputusan Menteri No. 6 tahun 2010.
PENERAPAN PERUBAHAN UKURAN MATA JARING DALAM PENANGKAPAN IKAN TERBANG SECARA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE Najamuddin, Najamuddin; Assir, Andi; Palo, Mahfud; Najamuddin, Andi Asni
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 1 No 1 (2018): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.216 KB) | DOI: 10.33096/joint-fish.v1i1.16

Abstract

Catching flying fish in Sendana Majene Subdistrict is carried out continuously with gill nets 1-1.5 inches. The catch of flying fish is mostly still young fish (not yet worth catching). The demand for flying fish is quite high due to the existence of special stalls of smoke fly fish around fishing settlements. Apart from smoke flying fish, dried flying fish are also sold as souvenirs. Therefore, fishermen will continue to increase production. Various results of research and field observations show that gill net is able to catch flying fish well but the size of fish caught is dominated by young fish. The effort to increase the net mesh size to 1.5 inches resulted in the diminishing number of young flying fish. Catching flying fish in Majene waters is generally carried out with drifting gill nets with mesh sizes of 1 and 1.25 inches which are very intensive every fishing season while L50 (11.92 cm) and Lm (13.59 cm) for 1 inch more net mesh size were smaller compared to the length of the first gonad maturity, in this case most of the catch is still classified as young fish (Palo, 2009). Partners are a group of flying fish fishermen. Partner problems, flying fish production is getting smaller, group capacity is not strong and group management is still weak. Partners have not been able to obtain assistance facilities from various community empowerment programs carried out by the government. The approach to be used in this service includes: identification, observation, counseling, demonstration, construction, application, assistance, field observation and evaluation monitoring. Indicators of the success of activities are measured based on the results of the application of technology compared to the results of fishing gear commonly used by fishermen. Implementation of service includes counseling, construction of fishing gear, fishing operations and assistance has been going well. The size of 1.5-inch mesh is only able to catch flying fish in a limited amount, while the size of the 1.25-inch mesh can catch flying fish in relatively large numbers. Flying fish caught with 1.25-inch mesh size has passed the size of the first gonad mature so that it supports sustainable fisheries.