Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN MULTIVITAMIN DAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA MAHASISWI GIZI FKM UI Rahayu, Nur Setiawati; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.374 KB)

Abstract

ABSTRAKSindrom pramenstruasi (PMS) dapat sangat mengganggu aktivitas serta produktivitas harian dan diketahui terjadi pada 90% Mahasiswi Gizi FKM UI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan berbagai vitamindengan kejadian PMS pada Mahasisiwi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Indonesia. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross sectional danteknik sampling yang digunakan adalah sensus, sehingga responden dari penelitianini adalah seluruh mahasiswi yang terdaftar di program studi gizi dari angkatan2011–2013. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa sebagian besar Mahasiswi GiziFKM UI mengalami defisiensi zat gizi mikro, sedangkan hasil uji hubungan antaraasupan zat gizi dengan sindrom pramenstruasi menyatakan beberapa asupan zatgizi memiliki hasil yang signifikan dengan PMS yaitu Vitamin A (p = 0,014), VitaminB1 (p = 0,000), Vitamin B2 (p = 0,002), dan Vitamin B6 (p = 0,000). Zat gizi yang palingdominan berhubungan dengan PMS adalah Vitamin B1, mahasiswi yang memilikiasupan Vitamin B1 yang cukup memiliki risiko 61,80 kali lebih kecil mengalami PMSdibandingkan dengan mahasiswi yang mengalami defisiensi.Kata kunci: Sindrom pramenstruasi, asupan zat gizi, Vitamin B1 ABSTRACTPremenstrual syndrome could be annoyed and decreased productivity and it’s experienced by 90% students of Nutrition Department of University of Indonesia. Designstudy in this research used cross sectional with sampling technique used was the census, so the respondents of this study were all female students enrolled in the course nutrition of forcefrom 2011 to 2013. It can be seen that most of the FKM UI student Nutritional deficiency ofmicronutrients, while the test results the relationship between nutrient intake with premenstrual syndrome revealed some nutrient intake had significant results withpremenstrual syndrome, namely, Vitamin A (p = 0,014), Vitamin B1 (p = 0,000), VitaminB2 (p = 0,002), Vitamin B6 (p = 0,000). As for the nutrient intake of the most dominantinfluence of premenstrual syndrome was Vitamin B1, a student who had a sufficient intakeof Vitamin B1 has a 61,80 times lower risk of experienced premenstrual syndrome comparedwith students who were deficient.Keywords: Premenstrual syndrome, Nutrient intake, Vitamin B1
JARAK KEHAMILAN BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI DESA MULYASARI KABUPATEN CIANJUR Safitri, Debby Endayani; Innaddinnulillah, Innaddinnulillah
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.879 KB)

Abstract

ABSTRAK Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahirprematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Usia ibu, usia kehamilan, paritasdan jarak kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi status giziibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmemengaruhi status gizi ibu hamil di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande,Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan secara cross sectionaldengan accidental sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 46 orangibu hamil. Sebanyak 42,9% ibu hamil di Desa Mulyasari yang mengalami status giziKEK. Jarak kehamilan merupakan faktor yang secara signifikan (p<0,05)berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Desa Mulyasari, KecamatanMande, Cianjur. Kata kunci : Kehamilan, KEK, Jarak kehamilan ABSTRACTMaternal Chronic Energy Deficiency (CED) lead to preterm labor and Low Birth Weight (LBW). Maternal age, gestational age, parity, and pregnancy spacing were factorswhich influenced maternal nutritional status. This study aimed to observed factors whichinfluenced maternal nutritional status in Mulyasari, Mande district, Cianjur, West Java.Study was done with cross sectional method used accidental sampling. The number ofsubjects in this study were 46. Of 42,9% pregnant mothers in Mulyasari were CED.Pregnancy spacing was significantly (p<0,05) contributed to maternal CED in Mulyasari,Mande district, Cianjur. Keywords: Pregnancy, CED, Pregnancy spacing  
Child care practice as a risk factor of changes in nutritional status from normal to stunting in under five children Rahayu, Leni Sri; Safitri, Debby Endayani; -, Indah Yuliana
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 2, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.849 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: There was 9.5% of stunted infants aged 7-12 month changed to normal nutritional status at the age of 2 years. Integrated programs, health, hygiene, and stimulation have been successful to decrease the stuntingproportion by 17.2%. Objective: The aim of this study was to analyze the relationship between child care practice and changes in nutritional status from normal to stunting in under fivechildren.Methods: This study was a further analysis from the results of cohort data collection for 20 villages of the City and District of Tangerang in 2008-2011. The number of subject in this study were 571 n under  five childre. Data were analyzed by chi-square test. Result: The results showed that the child care practice (OR=1.63, 95% CI ), hygiene and environmental sanitation (OR=1.63, 95% CI ) and health care aspects (OR=1.76, 95% CI ) were significantly associated with changes in nutritional status from normal to stunting.Conclusion:  child care practice were associated with changes in nutritional status from normal to stunting in under five childrenKEYWORDS: stunting, child care practice, under-five children
PERBEDAAN DURASI TIDUR MALAM PADA ORANG DEWASA OBESITAS DAN NON-OBESITAS: META-ANALISIS STUDI CROSS-SECTIONAL 2005-2012 Safitri, Debby Endayani; Sudiarti, Trini
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan Vol 38, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur berperan dalam mekanisme pengaturan energi. Berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek berhubungan dengan kejadian obesitas pada orang dewasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan durasi tidur pada orang dewasa yang mengalami obesitas dengan orang dewasa yang tidak obesitas. Penelitian yang diikutsertakan dalam meta-analisis merupakan penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2005 hingga 2012. Identifikasi penelitian secara sistematis dilakukan menggunakan PubMed dan e-resource PNRI. Identifikasi penelitian secara manual dilakukan berdasarkan daftar referensi pada penelitian yang diidentifikasi secara sistematis. Proses identifikasi menghasilkan 62 penelitian potensial untuk dianalisis. Dari jumlah tersebut, 9 penelitian memenuhi kriteria inklusi menjadi bahan untuk dilakukan meta-analisis. Ke-sembilan penelitian tersebut mencakup 78.119 partisipan. Durasi tidur malam pada kelompok obesitas adalah kurang dari 7 jam, sedangkan durasi tidur kelompok non obesitas adalah 7-9 jam. Meta-analisis menghasilkan OR gabungan 1,42 (95% CI: 1,25-1,61). Analisis dengan membedakan dua kelompok durasi tidur, yaitu ≤ 5 jam dan 5-7 jam OR menghasilkan OR gabungan 1,73 (95% CI: 1,47-2,03) pada durasi tidur kurang dari lima jam dan 1,21 (95% CI: 1,05-1,39) pada kelompok lainnya. Disimpulkan bahwa orang dewasa dengan durasi tidur yang lebih singkat memiliki resiko lebih besar mengalami obesitas.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI, POLA MAKAN DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI SANTRI DI PONDOK PESANTREN YATIM AT-THAYYIBAH SUKABUMI Nurwulan, Endah; Furqan, Muhammad; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.102 KB)

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh faktorlangsung dan faktor tidak langsung. Asupan zat gizi, pola makan, dan pengetahuanmengenai gizi menjadi faktor yang memengaruhi gizi secara tidak langsung. Padamasa remaja membutuhkan asupan yang baik karena pada masa tersebut sedangmengalami pertumbuhan baik dari segi fisik maupun psikis, sehingga apabilamengalami kekurangan asupan akan mengalami pertumbuhan yang lambat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi, pola makan,dan pengetahuan gizi dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Yatim AtThayyibah Sukabumi. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross sectional danteknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 76 subjekusia 13-18 tahun. Pada penelitian ini, tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi(p>0,05), pola makan (p>0,05) dan pengetahuan gizi (p>0,05) dengan status gizi.
PEMANFAATAN TEPUNG TEMPE DALAM PEMBUATAN COOKIES KAYA PROTEIN DAN SERAT Larasati, Annisa Putri; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.212 KB)

Abstract

Penurunan konsumsi protein dan rendahnya konsumsi serat merupakan salah satupermasalahan gizi dalam masyarakat, terutama pada orang dewasa muda. Salah satusolusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan membuat produk makanansumber protein dan serat dengan bahan makanan turunan berupa tepung. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan tepung tempe sebagai bahan substitusidalam pembuatan cookies sebagai produk makanan sumber protein dan serat. Taraf yangdigunakan yaitu 70%, 80%, dan 90% tepung tempe yang disubtitusikan pada tepungterigu. Uji organoleptik dengan panelis semi terlatih dilakukan untuk mendapatkanformula cookies terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancanganacak lengkap (RAL) dengan satu faktorial dengan dua ulangan. Hasil penelitian iniadalah semakin tinggi substitusi tepung tempe terhadap tepung terigu menghasilkanpenilaian mutu warna, tekstur, rasa dan aroma padacookies menurun dan tingkatkesukaan panelis terhadap warna, tekstur, rasa dan aroma cookies menurun. Berdasarkanpenilaian mutu hedonik produk cookies terpilih dengan substitusi tepung tempe 70%memiliki warna yang cokelat, tekstur yang agak renyah, rasa yang agak manis danaroma yang agak tidak langu. Produk cookies terpilih dalam 100 gram mengandungenergi 506,8 Kkal, karbohidrat 37,2 gram, protein 23,35 gram, lemak 29,4 gram, danserat pangan 9,98 gram.
ASUPAN KARBOHIDRAT DAN PROTEIN BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DI SYAFANA ISLAMIC SCHOOL PRIMARY, TANGERANG SELATAN TAHUN 2017 Parinduri, Mutia Sari; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.253 KB)

Abstract

Status gizi pada anak sekolah dipengaruhi oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. Terdapat faktor yang memengaruhi status gizi yaitu faktor langsung (asupan makanan dan penyakit infeksi) dan faktor tidak langsung (ketahanan pangan keluarga, pola pengasuhan anak, lingkungan kesehatan dan akses pelayanan kesehatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food, minuman berkalori, asupan makanan dengan status gizi anak sekolah di Syafana Islamic School yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 175 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode propotional random sampling. Pengambilan data dengan observasi dan wawancara langsung menggunakan kuesioner, FFQ dan recall 2 x 24 jam. Data yang diambil berupa karakteristik siswa (jenis kelamin dan uang saku), konsumsi fast food dan minuman berkalori, asupan makanan (energi dan zat gizi makro), dan status gizi serta menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara asupan karbohidrat (p<0,05), dan asupan protein (p<0,05) dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi fast food dan minuman berkalori (p>0,05), asupan energi (p>0,05) dan asupan lemak (p>0,05) dengan status gizi.   Kata Kunci: Anak Sekolah, Status Gizi, Asupan Makanan
ANALISIS EFEK SISTEM JAMINAN DAN PENERAPAN KESEHATAN, SERTA KESELAMATAN KERJA TERHADAP KARYAWAN PT. BATAMEC SHIPYARD BATAM Safitri, Debby Endayani
JURNAL DIMENSI Vol 7, No 3 (2018): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2018)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.362 KB)

Abstract

Masalah keselamatan secara umum pada PT. Batamec Shipyard Batam masih perlu mendapatkan perhatian.Data cedera yang pernah terjadi yang bersifat ringan bahkan menimbulkan kematian menunjukan bahwa kecelakan kerja pernah terjadi pada tahun 2014-2015. Berdasarkan informasi dari pihak manajemen penelitian tentang penegendalian risiko ini jarang dilakukan, sementara di sisi lain fakta menujukan terjadi kecelakan sepanjang hamper tahunnya. Yang menyebabkan adanya korban luka hingga kematian.Oleh sebab itu penelitian ini menarik untuk dilakukan dalam rangka member masukan kepada perusahaan agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari, dan juga dapat meningkatkan produktifitas kerja. Menyusun prosedur kerja menjadi salah satu prioritas penelitan dalam rangka menerapkan Jometode penelitian kuantitatif yang berbentuk angka dan sifatnya  dapat dihitung di ukur jumlahnya  untuk diolah menggunakan metode statistic  yang meliputi mempelajari dan melaporkan setiap bentuk penerapan sistem jaminan keselamtan, dan kesehatan kerja dan  memberikan penyuluhan kepada semua karyawan perusahaan dan dan menentukan jalan terbaik mengurangi masalah tersebut dan mengeliminasi bahaya menggunakan metode keselamatan, dan kesehatan kerja  pada industry galangan tersebut. Dalam penelitian ini teknik yang di gunakan untuk mengumpulkan data penelitian , yaitu dengan kuesioner sebagai instrument untuk menjawab seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada respondenuntuk mengetahui efek dari sistem jaminan dan penerapan keselamatan, dan kesehatan kerja. Dari hasil penelitian tersebut terdapat hasil dan pembahasan penelitian, dari kedua kuisioner yang dimana keduanya  mendapat jawaban sangat setuju yang tinggi dari para responden.