Saragih, Ernawati
Research Center for Biology Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguraian Parasetamol oleh Sel dan Protein Ekstraselular Khamir Candida tropicalis dan Rhodotorula minuta Julistiono, Heddy; Saragih, Ernawati; Yulineri, Titin
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 27, No 3 (2017)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v27i3.5749.169-174

Abstract

Yeast can be used as cell model to study toxicity in mammalian cell. In the previous study we demonstrated that yeast Candida tropicalis was able to metabolize analgesic drug paracetamol causing oxidative stress. This phenomenon is similar to that in mammalian cell. In mammalian cell system, enzymes responsible in paracetamol metabolism are at least cytochrome P450 (P450) and peroxidase. In order to understand the possible role of peroxidase enzyme in paracetamol metabolism in yeast, research on the effect of peroxidase inhibitor of sodium cyanide (KCN) and a peroxidase substrate peroxide (H2O2) on paracetamol degradation by cell suspension and extracellular protein of C. tropicalis and Rhodotorula minuta was carried out. Paracetamol was degraded by cells or extracellular protein in both of yeast. Paracetamol degradations were significantly inhibited by KCN (0.01 μM) or H2O2 (3 μM). Since P450 is generally located inside the cell (in cell membrane) while no activity of P450 in extracellular, the data indicated the presence of soluble enzyme which is able to metabolize paracetamol that is inhibited by KCN or H2O2. The possibility of presence of peroxidase in the soluble protein by which paracetamol is metabolized and its inhibition by peroxide via competitive substrate or peroxide toxicity is discussed. The results supported use of yeast for studying toxicity of paracetamol in cell level.AbstrakKhamir dapat digunakan sebagai sel model untuk mempelajari toksisitas pada sel mamalia. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa khamir Candida tropicalis mampu memetabolisme obat analgesik parasetamol dan mengakibatkan terjadinya cekaman oksidasi pada sel seperti yang terjadi pada sel mamalia. Pada sel mamalia, metabolisme parasetamol terutama dilakukan setidaknya oleh enzim membran sitokrom P450 dan peroksidase. Untuk mengetahui indikasi keterlibatan enzim peroksidase dalam metabolisme parasetamol pada C. tropicalis dan Rhodotorula minuta, diamati efek senyawa inhibitor peroksidase kalium sianida (KCN) terhadap metabolisme parasetamol; juga efek hidrogen peroksida (H2O2), senyawa substrat peroksidase. Hasil menunjukkan bahwa pada kedua khamir, baik pada sel maupun protein ekstraselular dapat mengurai parasetamol. Penguraian parasetamol dapat dihambat oleh KCN (0,01 μM) dan juga H2O2 (3 μM). Mengingat pada umumnya khamir memiliki P450 dalam sel (membran) tetapi tidak ada aktivitas P450 pada larutan ekstraselular, maka hasil ini mengindikasikan adanya peran enzim terlarut dalam mengurai parasetamol, yang dihambat oleh KCN dan H2O2. Kemungkinan enzim terlarut tersebut adalah peroksida yang kemampuan metabolisme parasetamolnya dapat dihambat oleh H2O2 melalui proses kompetitif dan keracunan dibahas dalam penelitian ini. Kemampuan metabolisme parasetamol oleh enzim yang diduga peroksidase menambah peluang penggunaan khamir dalam penelitian toksisitas parasetamol di tingkat sel.