Prasetyaningsih, Yusi
Department of Chemical Engineering, Politeknik TEDC Bandung, Jalan Politeknik – Pesantren Km 2 Cibabat – Cimahi Utara

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Influence of Impregnation and Coprecipitation Method in Preparation of Cu/ZnO Catalyst for Methanol Synthesis Prasetyaningsih, Yusi; Hendriyana, Hendriyana; Susanto, Herri
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 48, No 4 (2016)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2016.48.4.6

Abstract

Cu/ZnO catalyst was succesfully prepared using a coprecipitation method. The mixing procedure of the Cu(NO3)2, Zn(NO3)2 and Na2CO3 solutions had an important influence on the characteristics of the catalyst. The best catalyst obtained was the one prepared with slow mixing of the salt solutions and a CuO/ZnO molar ratio of 50:50. This raw catalyst had a maximum surface area of about 61.6 m2/g. Increasing the CuO/ZnO molar ratio caused an agglomeration of precipitated particles, reducing the surface area. A much better catalyst was obtained using an impregnation method, in which g-Al2O3 was used as support. The impregnated catalyst had a surface area of about 151 m2/g. Activity tests were carried out in a fixed-bed reactor containing 1 g of catalyst and a flow of syngas at a rate of 60 mL/min. The reaction temperature was 170°C and the pressure was 20 barg. The best coprecipitated catalyst gave a CO conversion of about 10%, while the impregnated catalyst gave a CO conversion of up to 69%.
Pengaruh Bubuk Bawang Putih dan Garam Dapur terhadap Masa Simpan Tahu pada Suhu Kamar dalam Lingkungan Asam Nuranisa, Hida Arliani; Prasetyaningsih, Yusi; Marlina, Lusi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.123 KB) | DOI: 10.26874/jt.vol16no2.57

Abstract

Industri tahu harus menghasilkan tahu berkualitas yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan untuk bertahan dalam persaingan bisnis saat ini. Alternatif pengawetan tahu dengan menggunakan bahan pengawet alami tunggal, menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda nyata, yaitu masing-masing pengawet hanya mampu mempertahankan mutu tahu yang baik dikonsumsi hanya sampai dua sampai tiga hari masa simpan. Oleh karena itu, pada penelitian menggunakan kombinasi dimana penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh serbuk bawang putih dan garam (NaCl) terhadap tahu selama penyimpanan pada suhu kamar pada kondisi asam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu kombinasi bubuk bawang putih [A] Garam (NaCl) 5% + Jeruk nipis; (B): bubuk bawang putih (7%) + jeruk nipis; (C), Bawang putih bubuk (7%), dan garam (NaCl) 5%; [D] bubuk bawang putih (7%) + garam (NaCl) 5% dan jeruk nipis. Parameter yang dianalisis adalah total mikroba, pH tahu, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bubuk bawang putih berpengaruh sangat signifikan terhadap total mikroba, pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Konsentrasi garam berpengaruh sangat nyata terhadap pH tahu, pH larutan terendam, kadar air, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, dan rasa). Interaksi kedua faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (aromatik dan bumbu). Konsentrasi bubuk bawang putih 7%, konsentrasi garam 5% dan nipis jeruk merupakan pengawet terbaik untuk kualitas tahu. Skor rata-rata tertinggi terhadap kesukaan tekstur, persen skor rata-rata terkecil pada uji visual kerusakan tahu selama masa penyimpanan (tekstur tidak kompak, adanya lender, adanya aroma asam tahu rusak) serta masih dapat mengawetkan tahu kurang lebih tujuh sampai sembilan hari.