Faradita, Meirza Nanda
Universitas Kanjuruhan Malang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Metode Pembelajaran Type Talking Stick Terhadap Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Faradita, Meirza Nanda
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 2 No 1A (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v2i1A.2349

Abstract

Banyak siswa yang merasa takut dan malu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pendidik pada mata pelajaran IPA dan siswa juga jarang atau hampir tidak pernah berusaha untuk mengungkapkan pendapat mereka. Hal ini terjadi karena metode pembelajaran yang digunakan biasanya adalah metode ceramah dan terkadang hal tersebut kurang sesuai dengan materi yang diajarkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran cooperative learning type talking stick terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV. Rancangan penelitian ini jenis eksperimen dengan type one group pretest – posttest design. populasi adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah dasar Taman Sidoarjo. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh sebanyak 30 responden. data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisa dengan uji one sampel t test. Hasil uji one sampel T test menunjukkan bahwa nilai ρ = 0,00 dari hasil pre dan post test berarti nilai ρ < α, dengan α = 0,05 maka hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dalam mengerjakan soal IPA sebelum dan setelah dilakukan metode talking stick. Berdasarkan nilai rata-rata kelompok menunjukkan data nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 56,8, dan nilai rata-rata kelompok post test sebesar 71. Model pembelajaran cooperative dikembangkan untuk mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, menerima keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Lebih lanjut tujuan pokok pembelajaran kooperatif adalah untuk dapat memaksimalkan belajar siswa agar peningkatan prestasi akademik dan pemahaman tercapai dengan, baik secara individu maupun secara kelompok. Many students are afraid and embarrassed to answer questions provided by educators on science subjects and students also rarely or hardly ever attempt to express their opinions. This happens because the learning method used is usually a lecture method and sometimes it is less in accordance with the material being taught. The purpose of research to determine the influence of cooperative learning method type talking stick to the results of science learning in grade IV students. The design of this study type experiment with type one group pretest - posttest design. the population is all students of class IV of 30 students consisting of 15 male students and 15 female students. This research was conducted at Taman Sidoarjo elementary school. The sample in this research is taken with saturated sampling technique as many as 30 respondents. data were collected by questionnaire instrument and analyzed by one sample t test. The test result of one sample T test shows that the value of ρ = 0.00 of the pre and post test mean value ρ
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Faradita, Meirza Nanda
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2b (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2b.1404

Abstract

Kegiatan pembelajaran IPA pada umumnya hanya dilakukan dengan ceramah dan pemberiantugas berupa soal latihan kepada siswa, sehingga kegiatan pembelajaran IPA tidak berjalan denganmaksimal dan siswa menjadi kurang  aktif dalam kegiatan pembelajaran yang diduga berpengaruh terhadap   motivasi   belajar   siswa.  Tujuan   penelitian   untuk   mendeskripsikan   pengaruh   model pembelajaran Kooperatif tipe course review horay terhadap motivasi belajar siswa Mata Pelajaran IPA di sekolah dasar. Rancangan penelitian ini jenis kuasi eksperimen dengan non equivalent pretest– posttest design. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisa dengan uji paired t test. Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa nilai ρ kedua kelompok = 0,000, dengan α = 0,05. Hasil ini menunjukkan nilai ρ < α berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horray terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Menurut nilai thitung  menunjukkan nilai thitung  kelompok eksperimen = 8,074 dan nilai t hitung  kelompok kontrol = 5,037, pada tabel diatas didapatkan nilai  df  =  29  maka  nilai  t tabel   dengan  df  =  29  dan  α  =  0,05  adalah  1.699.  Hal  ini menunjukkan nilai thitung kedua kelompok lebih besar dari nilai ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima berarti  dapat dikatakan  ada  pengaruh  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  Course  Review Horay terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review  Horay (CRH) yang diterapkan pada  kelas  eksperimen  memiliki  pengaruh  motivasi  yang berbeda dibanding model pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelas kontrol. Pengaruh motivasi belajar terlihat dari hasil pretest dan posttest yang diisi oleh siswa. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebesar 37,6% model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar.Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, Motivasi Belajar, IPA
Penerapan Pembelajaran CLIS dengan Menggunakan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah Faradita, Meirza Nanda
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.613 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.50

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve thinking skills in solving problems of science subjects in fifth grade students at Tawangsari Elementary School. This study uses Classroom Action Research. The research subjects in this study were all students of V Tawangsari Taman-Sidoarjo class. With a total of 46 students, consisting of 25 men and 21 women. This class action research will be conducted at Tawangsari Elementary School Taman-Sidoarjo. In the first cycle, the average thinking problem solving skills of students is 68.47. The average value for the Daily Evaluation process (LKS) is 80.67 with very good criteria, and for Daily Evaluation the product (evaluation) is 68.02 with sufficient criteria. In the second cycle, the average value of students' problem solving thinking skills was 76.8. The average value for the process Daily Evaluation (LKS) and product (evaluation) is 94.35 and 76.49. Thus, it can be concluded that the response of students in learning science by applying CLIS learning by using simple teaching aids can improve thinking skills of problem solving and improve the completeness of student learning outcomes both in process and product. Keywords: CLIS Learning, Simple Props, Problem Solving Thinking Skills
Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Pengelompokan Hewan faradita, meirza nanda
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v19i1.2376

Abstract

Pembelajaran IPA yang dilakukan di SD seharusnya membuka kesempatan siswa untuk memupuk rasa ingin tahunya secara alami. Dimana nantinya hal ini akan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan bertanya dan mencari jawaban berdasarkan bukti yang mereka dapat, tidak sejalan dengan teori tersebut, nerdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV pada tanggal 11 September 2018, peneliti dapat memperoleh informasi bahwa nilai yang didapat saat penilaian harian pembelajaran IPA cenderung di bawah KKM yakni <70 sebanyak 70%.  Hal ini disebabkan pada saat pembelajaran IPA berlangsung siswa cenderung merasa bosan, bermain sendiri dan tidak memperhatikan guru karena pembelajaran yang di terapkan oleh guru tidak dapat menarik minat siswa karena guru menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan benda konkret. Karena seharusnya di dalam pembelajaran IPA diharuskan untuk menggunakan benda konkret dan melalui pengalaman langsung.Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA khususnya materi pengelompokan hewan pada kelas V di SDN Wage II. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus, siklus I dilakukan pada tanggal 3 September 2018 sedangkan siklus ke II dilaksanakan pada 12 September 2018 dengan jumlah siswa 27 siswa, dengan komposisi laki-laki sebanyak 11 siswa dan 16 siswa perempuan. Dari analisis yang telah dilakukan peneliti didapat hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 26% yang pada siklus I mencapai 51% sedangkan pada siklus II mencapai 77%, dan nilai rata-rata mengalami peningkatan dari siklus I sebanyak 61 dengan 14 siswa yang tuntas dan pada siklus II meningkat sebanyak 82 dengan 21 siswa yang tuntas. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa metode Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi pengelompokan hewan dan dapat diterapkan di sekolah pada saat pembelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI SD DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQ4R Faradita, Meirza Nanda
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v3i1.2893

Abstract

ABSTRAK Pendidikan&nbsp; IPA&nbsp; erat&nbsp; kaitannya&nbsp; dengan&nbsp; pembelajaran&nbsp; melalui&nbsp; benda&nbsp; konkret&nbsp; danmelalui pengalaman&nbsp; yang&nbsp; nyata.&nbsp; Berdasarkan&nbsp; observasi&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; dilakukan&nbsp; di&nbsp; kelas kelas VAl-Kholiq SD&nbsp; Muhammadiyah&nbsp; 8&nbsp; Surabayamenunjukkan&nbsp; bahwahasil&nbsp; belajar&nbsp; siswa&nbsp; dalam&nbsp; pembelajaran kompetensi dasar IPA dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan&nbsp; hasil&nbsp; belajar&nbsp; dengan&nbsp; menggunakan&nbsp; teknik&nbsp; PQ4R.&nbsp; Penelitian&nbsp; ini menggunakan Penelitian Tindakan&nbsp; Kelas (PTK)&nbsp; yang dilaksanakan di kelas V Al-Kholiq SD&nbsp; Muhammadiyah 5 Surabaya.&nbsp; Subjek&nbsp; penelitian&nbsp; sebanyak&nbsp; 15&nbsp; siswa&nbsp; laki-laki dan&nbsp; 10&nbsp; siswa&nbsp; perempuan.&nbsp; Teknik pengumpulan data dengan&nbsp; tes. Siswa dikatakan&nbsp; tuntas apabila hasil belajarnya di atas KKM ≥75 dan prosentase ketuntasan belajar siswa di kelas tersebut ≥80. Pelaksanaan&nbsp; penelitian&nbsp; terdiri&nbsp; atas&nbsp; siklus&nbsp; I&nbsp; dan&nbsp; Siklus&nbsp; II&nbsp; dengan&nbsp; rentang&nbsp; waktu&nbsp; 7hari. Hasil&nbsp; penelitiansiklus&nbsp; Imenunjukkan&nbsp; bahwa&nbsp; rata-rata&nbsp; kelas&nbsp; mendapatkan&nbsp; nilai&nbsp; 75,4&nbsp; dengan prosentase&nbsp; ketuntasan&nbsp;&nbsp; belajar&nbsp;&nbsp; siswa72%.&nbsp; Hal&nbsp;&nbsp; ini&nbsp;&nbsp; belum&nbsp; dapat&nbsp; dikatakan&nbsp; tuntas,&nbsp; sehingga dilakukan&nbsp; pembelajaran&nbsp; lagi&nbsp; di&nbsp; siklus&nbsp; II.Pada&nbsp; siklus&nbsp; IIhasil&nbsp; rata-rata&nbsp; kelas&nbsp; mendapat&nbsp; 81,8&nbsp; dan hasil&nbsp; ketuntasan&nbsp;&nbsp; belajar&nbsp;&nbsp; siswaadalah&nbsp; 80%.Secara&nbsp; klasikal&nbsp; pembelajaran&nbsp; dikatakan&nbsp; tuntas.Pembelajaran menggunakan&nbsp; metode&nbsp; PQ4R dapat&nbsp; meningkatkan hasil&nbsp; belajarIPAsiswa&nbsp; kelas&nbsp; V Al-Kholiq. Kata kunci : IPA, Metode PQ4R, Hasil Belajar &nbsp; ABSTRACT Science&nbsp; education&nbsp; is&nbsp; closely&nbsp; related&nbsp; to&nbsp; learning through&nbsp; concrete&nbsp; objects&nbsp; and&nbsp; through real experience. Based on observations made in class V of Al-Kholiq Muhammadiyah 8 Surabaya Elementary&nbsp; School&nbsp; showed&nbsp; that&nbsp; student&nbsp; learning&nbsp; outcomes&nbsp; in&nbsp; basic&nbsp; science&nbsp; competency&nbsp; learning under&nbsp; the&nbsp; minimum&nbsp; completeness&nbsp; criteria&nbsp; (KKM).&nbsp; This&nbsp; study&nbsp; aims&nbsp; to&nbsp; improve&nbsp; learning&nbsp; outcomes using the PQ4R technique. This study used Classroom Action Research (CAR) carried out in class V Al-Kholiq Muhammadiyah 5 Elementary School Surabaya. The research subjects&nbsp; were 15 male students and 10 female students. Techniques for collecting data with tests. Students are said to be complete if their learning outcomes are above KKM ≥75 and the percentage of students' mastery learning in that class is ≥80. The implementation of the study consisted ofcycle I and Cycle II&nbsp; with a&nbsp; span of 7 days. The&nbsp; results&nbsp; of&nbsp; the&nbsp; first&nbsp; cycle&nbsp; study&nbsp; showed&nbsp; that&nbsp; the&nbsp; class&nbsp; average&nbsp; got&nbsp; a&nbsp; value&nbsp; of&nbsp; 75.4&nbsp; with&nbsp; a percentage of 72% student learning completeness. This cannot be said to be complete, so learning is carried out againin cycle II. In the second cycle the results of the class average got 81.8 and the results&nbsp; of&nbsp; student&nbsp; learning&nbsp; completeness&nbsp; were&nbsp; 80%.&nbsp; Classical&nbsp; learning&nbsp; is&nbsp; said&nbsp; to&nbsp; be&nbsp; complete. Learning using the&nbsp; PQ4R method can improve the science learning outcomes of class&nbsp; V&nbsp; students of Al-Kholiq. Keywords: Science, PQ4R Method, Learning Outcomes