arif, yulastri
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Penerapan Upaya Pencapaian Standar Sasaran Keselamatan Pasien Bagi Profesional Pemberi Asuhan Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017 Faluzi, Anna; Machmud, Rizanda; Arif, Yulastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil survey pelaksanaan patien safety di RSUP.DR.M.Djamil Padang selalu terjadi peningkatan insiden setiap tahunnya, angka kepatuhan petugas, yaitu 74% (standar 100%). Tujuan penelitian ini menganalisis upaya pencapaian standar sasaran keselamatan pasien bagi para profesional pemberi asuhan dalam peningkatan mutu pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr.M.Djamil Padang Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discusion. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara 17 orang informan yaitu, direktur medik, komite KPRS, pengelola perawatan, kepala ruangan, dokter, perawat, apoteker, ahli gizi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekurangan SDM keperawatan dan farmasi. Pengadaan sarana yang belum tercukupi seperti handraill, bel, wastafel, tissu. Budaya keselamatan pasien, budaya pelaporan IKP, serta kepatuhan profesional pemberi asuhan dalam implementasi SKP belum optimal, rata-rata capaian 89%. Output belum sesuai target 100%, masih terdapat KTD dan KNC. Kesimpulannya, penerapan sasaran keselamatan pasien bagi profesional pemberi asuhan di rawat inap belum maksimal. Disarankan, pimpinan rumah sakit beserta jajarannya melakukan perbaikan mutu melalui penambahan tenaga, melengkapi sarana, optimalisasi pelaporan insiden, optimalisasi kegiatan monev, meningkatkan pelatihan staf.
Mukositis Oral dan Kualitas Hidup Spesifik–Mukositis Oral pada Anak Kanker yang di Kemoterapi Novrianda, Dwi; Arif, Yulastri
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.13.1.50-59.2017

Abstract

Salah satu efek samping yang umumnya terjadi selama kemoterapi adalah mukositis oral. Gangguan akibat mukositis oral ini seringkali berdampak terhadap psikologis dan penurunan kualitas hidup anak. Oleh karena itu penting untuk mengetahui hubungan mukositis oral pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan kualitas hidup terkait mukositis oral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anak yang mengidap kanker yang menjalani kemoterapi di Ruang Rawat Kronis IRNA Anak-Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Strategi yang digunakan dalam menentukan sampel adalah consecutive sampling berjumlah 132 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yaitu Oral Mucositis Daily Questionnaire (OMDQ) dan Oral Mucositis-specific Quality of Life (OMQoL). Hasil menunjukkan rata-rata responden berusia 6,55 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki dan didiagnosis mengalami leukemia limfositik akut. Kurang dari sebagian responden mengalami mukositis oral berat (skor 2, 3, dan 4) dan mengalami keterbatasan aktivitas derajat ringan hingga berat terutama makan, minum, dan menelan. Rata-rata skor total kualitas hidup spesifik-mukositis oral 58,61. Subskala diet dan menelan menempati rata-rata skor terendah dan di bawah skor total yaitu 55,00 dan 55,75. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup spesifik-mukositis oral antara mukositis ringan dan berat (p > 0,05). Dengan demikian diharapkan perawat professional dapat mengidentifikasi secara dini kondisi membrane mukosa oral pasien kanker dan mengevaluasi pelaksanaan intervensi mukositis oral melalui penilaian kualitas hidup spesifik-mukositis oral.
Burnout In Government X And Private Y Hospital In Jambi Province Salim, Daeng Ramadhan; Arif, Yulastri; Dorisnita, Dorisnita
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.005 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.2972

Abstract

Background: Burnout is a matter of nursing resources that consists of emotional exhaustion, depersonalization and personal acchomplishment. The previous survey results are burnout is a Global and Indonesia issues. This study aims to determine the difference of burnout to nurses at X government hospital and private hospital Y in Jambi Province. Method: This research type is quantitative with comparative cross sectional design. The sample was taken proportionally random sampling at 190 nurses.Results: This study shows nurses in government hospitals X 48.4% experienced high emotional exhaustion, 49.5% experienced high depersonalization, 57.9% high personal acchomplishment, whereas nurses in private hospitals Y 40.0% high emotional exhaustion, 40.0% experienced high depersonalization, 36.8% personal acchomplishment. Mann Whitney U Test results showed no significant differences between emotional exhaustion and depersonalization between nurses in hospital X and Y private hospitals, but the dimensions of personal acchomplisment significant differences. Conclusions: There were no significant differences, emotional exhaution, depersonalization on nurses at X government hospitals and private Y hospitals in Jambi Province, there was a significant difference in personal acchomplishment in X goverment hospital and privateY hospital.
Kontribusi Karakteristik Individual Perawat terhadap Kenyamanan dan Kepuasan Pasien dalam interaksi pelayanan Keperawatan Agritubella, Syafrisar Meri; Arif, Yulastri; Afriyanti, Esi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.13.1.15-33.2017

Abstract

Rendahnya mutu pelayanan keperawatan saat ini sejalan dengan rendahnya kepuasan dan kenyamanan pasien. Kepuasan dan kenyamanan pasien didapatkan dari penilaian individual terhadap interaksi yang dilakukan perawat selama pasien mendapatkan perawatan Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kenyamanan dan kepuasan pasien dalam  proses interaksi  pelayanan keperawatan di RSUD Petala Bumi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan sampel berjumlah 41 perawat pelaksana yang berada di Instalasi rawat inap. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Sebagian besar perawat berada pada kelompok umur Dewasa Awal (26 – 35 tahun) dan  jenis kelamin perempuan. Lebih dari separuh perawat adalah DIII Keperawatan dan lama kerja kurang dari 5 tahun. Hasil penelitian kenyamanan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh berada pada kategori nyaman (52,03%), dan kepuasan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh pasien berada pada kategori puas (72,36%.). Analisis Bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara karakteristik lama kerja perawat pelaksana dengan kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa lama lama kerja perawat berkontribusi terhadap kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Diharapkan manajemen rumah sakit mempertimbangkan faktor individu perawat sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kepuasan pasien di rumah sakit dan memberikan motivasi kepada perawat lama dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas. 
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA DI POLIKLINIK BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2013 Arif, Yulastri; Yusra, Aini; Herawati, Novi
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.12.2.77 - 81.2016

Abstract

Abstract Breast cancer cause various psychological symptoms as a result of changes in body shape, uncertainty about the future, and the impact of recurrence of breast cancer treatment. As a result, many patients don’t adhere to treatment. Negative self-concept is a response that is maladaptive adjustment. According to WHO the incidence increased every year, 6.25 million people in 2002. The aim of research to describe the concept of self-breast cancer patients at the Clinic Surgical Hospital Dr M Djamil Padang 2013. This research is descriptive, at the Polyclinic Hospital Surgery Dr. M Djamil Padang. Population is all of breast cancer patients who visited the Polyclinic Surgery amounted to 234 people. Accidental sampling as many as 49 people. Data were collected in July 2013 using a questionnaire and analyzed by univariate. Results of the study the majority (57.1%) of respondents have a positive body image. Most (57.1%) of respondents have a negative self ideal. General (75.5%) of respondents have a negative self-esteem. Most (53.1%) of respondents have a negative self-identity and most (51%) of respondents have a negative self role. Surgery Clinic nurses are expected to be able to conduct assessments of physiological stressors, self-concept in patients with breast cancer by providing health education and motivate patients to seek treatment until complete. As well as the need for cognitive therapy given by a nurse specialist mental patients with breast cancer to improve their quality of life. Keyword        : cancer, breast cancer, self-concept ABSTRAK Kanker payudara menimbulkan berbagai macam gejala psikologis sebagai akibat perubahan bentuk tubuh, ketidakpastian tentang masa depan, kekambuhan serta dampak pengobatan kanker payudara. Akibatnya banyak pasien yang tidak patuh terhadap pengobatannya. Konsep diri yang negatif merupakan respon penyesuaian yang maladaptif. Menurut WHO setiap tahun kejadiannya meningkat, 6,25 juta orang pada tahun 2002. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien kanker payudara di Poliklinik Bedah RSUP Dr M Djamil Padang pada tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif, di Poliklinik Bedah RSUP Dr. M Djamil Padang. Populasi adalah semua pasien kanker payudara yang berkunjung ke Poliklinik Bedah berjumlah 234 orang. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling sejumlah 49 orang. Data dikumpulkan pada Juli 2013 menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian sebagian besar (57,1%) responden memiliki citra tubuh positif. Sebagian besar (57,1%) responden memiliki ideal diri negatif. Umumnya (75,5%) responden memiliki harga diri negatif. Sebagian besar (53,1%) responden memiliki identitas diri negative dan sebagian besar (51%) responden memiliki peran diri negatif. Diharapkan perawat Poliklinik Bedah dapat melakukan pengkajian stresor fisiologis, konsep diri pada pasien kanker payudara dengan memberikan pendidikan kesehatan dan memotivasi pasien untuk berobat sampai tuntas. Serta perlunya diberikan terapi kognitif oleh perawat spesialis jiwa bagi pasien dengan kanker payudara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci   : kanker, kanker payudara, konsep diri
Perilaku Bullying Fisik Dan Lokasi Kejadian Pada Siswa Sekolah Dasar Arif, Yulastri; Novrianda, Dwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.993 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.317

Abstract

ABSTRAK  Perilaku kekerasan fisik pada anak dewasa ini telah menjadi issue strategis di Indonesia,baik dikota-kota besar maupun dipedesaan, namun belum ada angka pasti tentang berapa besar prevalensi kejadiannya terutama yang dialami siswa sekolah dasar. Tujuan.penelitian ini untuk mengidentifikasi perilaku bullying fisik pada siswa sekolah dasar dan  lingkungan sekolah yang berisiko sebagai lokasi perlakuan bullying.Desain penelitian berupa survey dengan subjek siswa kelas IV-VI sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Padang. Penelitian berlangsung pada bulan Sepetember sampai November 2016. Tehnik pengambilan sampling dilakukan dengan proporsional random sampling dengan jumlah total sampel 202 siswa. Hasil penelitian ditemukan delapan tindakan fisik yang diterima siswa sekolah dasar korban bullying yaitu : dipukul, didorong, digigit, dijambak, ditendang, dikunci di  kelas, dicubit, diambil barang, dan dicakar. Lingkungan sekolah yang teridentifikasi sebagai tempat tindakakan bullying ada di lima lokasi yaitu  ruang kelas, lokasi istirahat, kantin, kamar mandi dan saat berangkat ke sekolah. Jadi dapat disimpulkan tindakan Bullying fisik yang paling banyak diterima siswa SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah kota Padang adalah dicubit, ditendang dan dipukul, sedangkan perilaku fisik berupa digigit merupakan proporsi yang paling rendah dan lingkungan sekolah yang paling berisiko tempat terjadinya tindakan kekerasan adalah dikamar mandi.Kata kunci : Bullying fisik, sekolah dasar, lokasi tindakan kekerasan Physical Bullying Behavior and Location of Events in Elementary School Students ABSTRACT  Today's physical violence behavior has become a strategic issue in Indonesia, both in big cities and in rural areas, but there is no exact figure about the prevalence of the incidence, especially for primary school students. The purpose of this study is to identify physical bullying behavior in elementary school students and at risk school environments as the location of bullying treatment.The research design was in the form of a survey with the subject of grade IV-VI students from public and private elementary schools in the city of Padang. The study took place from September to November 2016. The sampling technique was carried out by proportional random sampling with a total sample of 202 students. The results of the study found eight physical actions received by elementary school students who were victims of bullying, namely: being beaten, pushed, bitten, grabbed, kicked, locked in class, pinched, taken, and scratched. The school environment identified as a place for bullying acts is in five locations, namely classrooms, resting locations, canteens, bathrooms and when going to school. So it can be concluded that the physical bullying that is most accepted by students at SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah in Padang is pinched, kicked and beaten, while the physical behavior of being bitten is the lowest proportion and environment the school most at risk of the occurrence of acts of violence is in the bathroom. Keywords: Physical bullying, elementary school, location of acts of violence