p-Index From 2014 - 2019
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Albab Al-'Adl
Diab, Ashadi L
Graduate Program of Pontianak Institute of Islamic Studies

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

LEGALISASI NIKAH SIRRI MELALUI ISBAT NIKAH PERSPEKTIF FIKIH ( Telaah Terhadap Kompilasi Hukum Islam) Diab, Ashadi L
Al-'Adl Vol 11, No 2 (2018): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.801 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat tiga permasalahan, yaitu Bagaimana hakikat legalisasi isbat nikah dalam Fikih dan KHI, Bagaimana mengantisipasi pengaburan hukum dalam perkara legalisasi isbat nikah. dan Dampak apa yang ditimbulkan legalisasi istbat nikah sirri secara yuridis.?Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi isbat nikah perspektif fikih telaah terhadap KHI yakni: Kemaslahatan dan kepastian hukum, misalnya; anak yang lahir dari pernikahan sirri akan mendapatkan pengakuan hukum yang tertuang dalam akta kelahiran. pasal 7 ayat (3) huruf (e) Kompilasi Hukum Islam yakni isbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama adalah perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974..Kedua. Mengumumkan permohonan Isbat nikah, pengajuan isbat nikah mutlak dengan mengemukakan alasan serta kepentingan yang jelas, permohonan isbat nikah diajukan secara kontentius, pihak yang dirugikan terhadap permohonan isbat nikah tersebut dapat mengajukan perlawanan, pihak yang dirugikan terhadap permohonan isbat nikah tersebut dapat mengajukan intervensi selama masih dalam proses dan pihak yang dirugikan terhadap permohonan isbat nikah tersebut dapat mengajukan pembatalan perkawinan bila permohonan isbat nikah telah diputus Pengadilan Agama. Ketiga. Apabila suatu nikah sirri telah diisbatkan, maka perkawinan itu dinyatakan sah dan akad tersebut mengikat kedua belah pihak, sehingga perkawinan yang dilakukan mempunyai kekuatan hukum. Dengan akta nikah tersebut suami istri memiliki bukti otentik atas perbuatan hukum yang telah mereka lakukan, sehingga dalam kehidupan di masyarakat menjadi tenang serta Perkawinan mengakibatkan munculnya hak dan kewajiban suami istri yang harus dipelihara dan dijalankan masing-masing pihak.
Sharia-Based Regional Regulations and Inter-Religious Relations in Bulukumba South Sulawesi Diab, Ashadi L
Al-Albab Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program of Pontianak Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.358 KB) | DOI: 10.24260/alalbab.v5i1.375

Abstract

The background for the emergence of the idea of applying Sharia based regional regulations in Bulukumba is influenced by three factors: history, politics and socio-religious reality of the community. The response to the application of Islamic law also varies. At least in broad outline there are four kinds of responses, i.e. accepting, accepting with certain conditions, refusing then accepting and refusing. The application of Islamic law in Bulukumba has caused changes both in the physical appearance and socio-religious interaction of the people. Changes in physical appearance can be seen from the increasing number of women wearing hijab and a number of writings of religious nuances in various corners of the city. Changes in the areas of social interaction can be seen from the decrease of the crime rate. In the interaction between religious communities, the Sharia-based regulations are a medium for the Islamization of society. The existence of such legislation has also left no space for non-Muslims to build or add a new place of worship.