Afgani, Jamaluddin Al
Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

A Needs Analysis for the Improvement of the Students’ Communicative Competence; A Syllabus design for Speaking 1 Course at English Department Sawerigading University Syamsuddin, Syamsuddin; Afgani, Jamaluddin Al
EDUVELOP Vol 2 No 2 (2019): EDUVELOP (Journal of English Education and Development)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/eduvelop.v2i2.247

Abstract

Each learner has different needs in learning, as well as the students at the English Department Sawerigading University Makassar. This study aims at determining the effectiveness of a needs analysis to design a syllabus for the speaking 1 course to enhance the students’ communicative competence. Research and Development Methods (R & D) are used with three systematic steps: input, development, and output. The input step begins with a needs analysis (NA) involving 40 respondents who are chosen purposively. The data are collected through NA questionnaires and they are analyzed descriptively. Development Step is made to formulate the objectives and course targets that are then used to determine the course subject of speaking 1. The output step is done to design lesson plans and prototype of teaching materials. This study has found a teaching material development methodology that has resulted lesson plans and prototypes for a unit of instruction-based resource needs. This methodology can be used by designers or lecturers to develop other English teaching materials in various courses.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN POLINELA BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG Afgani, Jamaluddin Al; Niswati, Ainin; Utomo, Muhajir; Yusnaini, Sri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.776 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2533

Abstract

Di dalam budidaya terdapat dua faktor penting yaitu olah tanah dan pemupukan. Secara umum olah tanah dapat dibedakan atas olah tanah intensif (OTI) dan olah tanah konservasi (OTK), olah tanah intensif adalah.olah tanah dimana gulma dan sisa- sisa tanaman sebelumnya dibersihkan, lalu tanah diolah dengan cara dicangkul minimal dua kali sedalam 0-20 cm, lalu permukaan tanah diratakan, sementara olah tanah konservasi adalah dengan mengembalikan sisa-sisa tanaman setelah panen sebagai sumber bahan organik dalam bentuk mulsa yang mampu menjaga sifat fisik tanah. Pengolahan tanah yang intensif akan menghilangkan sisa tanaman yang dapat berperan sebagai mulsa organik dan sumber bahan organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya biota tanah seperti cacing tanah. Oleh karena itu, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan seminimum mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan pemupukan nitrogen serta interaksinya terhadap populasi dan biomassa cacing tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah sistem olah tanah jangka panjang yaitu T1 = Olah Tanah Intensif (OTI), T2 = Olah Tanah Minimum (OTM), T3 = Tanpa Olah Tanah (TOT), dan faktor kedua adalah pemupukan nitrogen jangka panjang yaitu No = 0 kg N ha -1 , dan N1 = 100 kg N ha -1 . Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Bartlett dan adifitasnya dengan uji Tukey setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Untuk mengetahui hubungan antara beberapa sifat kimia dan fisik tanah denganpopulasi dan biomassa cacing tanah dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi cacing tanah pada pengambilan sampel 0-10 cm berbeda nyata, sementara populasi cacing pada kedalaman 10-20 cm memiliki nilai yang sama dengan biomassa pada kedalaman 0-10 cm dan 10-20 cm. Tidak terdapat interaksi antara sistem pengolahan tanah dan pemupukan N terhadap populasi dan biomassa cacing tanah.