Yuliasari, Reni
Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

DISTRIBUSI BAHAN KERING SORGUM (Shorgum bicolor (L.) Moench) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz.) Yuliasari, Reni; Kamal, Muhammad; Sunyoto, Sunyoto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1931

Abstract

Distribusi bahan kering memiliki peranan penting dalam proses pembentukan hasil tanaman sorgum. Faktor genetik dan lingkungan berpengaruh pada proses akumulasi bahan kering, pemahaman yang lebih baik terhadap distribusi bahan kering pada pola pertanaman berbeda sangat penting. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan berikut mengetahui pengaruh polapertanaman distribusi bahan kering sorgum dan mengetahui pengaruh distribusi bahan kering beberapa genotipe sorgum dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Kebun teknis Badan Pengkajian Teknik Pertanian (BPTP) Lampung selatan, Laboratorium Benih Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan November 2012 sampai bulan Maret 2013.Rancangan perlakuan disusun dengan faktorial dalam rancangan petak terbagi kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan tiga kali ulangan. Petak utama adalah pertanaman tumpangsari dan monokultur sedangkan anak petak adalah genotipe tanaman sorgum Batan S-3, Batan S-12, Keller, Wray, Numbu. Petak percobaan yang digunakan pada penelitian ini berukuran 4 x 3,2 m. Data dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan ditentukan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertanaman monokultur dan tumpangsari berpengaruh pada bobot kering daun 6 -12 mst, batang 6 dan10 mst , akar 4 – 12 mst. Pertanaman monokultur menghasilkan bobot kering daun, batang, dan akar lebih besar daripada pertanaman tumpangsari. Sebagian besar bahan kering diakumulasikan pada batang diikuti daun dan yang terkecil pada akar. Perbedaan genotipe berpengaruh terhadap bobot kering daun pada 6 -12 mst batang pada 4, 6 dan 10 mst dan akar pada 6 dan 8 mst.