Siwi, Anggi Anggrestyas
Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT KERAPATAN TANAMAN TERHADAP KERAGAAN DAUN, PERTUMBUHAN BIJI DAN DAYA BERKECAMBAH BENIH BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) Siwi, Anggi Anggrestyas; Kamal, Muhammad; Sunyoto, Sunyoto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.849 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1962

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia sumber karbohidrat yang cukup penting bagi penduduk dunia. Alternatif pengembangan sorgum yaitu dengan melakukan pola tanam tumpangsari dan dengan pengaturan kerapatan tanaman. Hasil penelitian Pithaloka (2014) menunjukkan bahwa sorgum yang ditanam monokultur dengan kerapatan tinggi (3-4 tanaman per lubang) menghasilkan produksi biji per satuan luas lahan lebih tinggi dibandingkan dengan kerapatan tanaman (1-2 tanaman per lubang). Tujuan dari penelitan ini adalah (1) Mengetahui tingkat kerapatan tanaman terbaik untuk keragaan daun, pertumbuhan biji dan daya berkecambah benih sorgum pada sistem tumpangsari dengan ubikayu; (2) Mengetahui pengaruh perbedaan varietas terhadap keragaan daun, pertumbuhan biji dan daya berkecambah benih sorgum pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu; (3) Mengetahui pengaruh interaksi antara kerapatan tanaman dan varietas terhadap keragaan daun, pertumbuhan biji, dan daya berkecambah benih sorgum pada sistem tumpangsari dengan ubikayu. Perlakuan disusun secara faktorial (3X4) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kerapatan tanaman terhadap keragaan daun, pertumbuhan biji dan daya berkecambah benih sorgum tergantung pada varietas. Pada kerapatan tanaman rendah (1 dan 2 tanaman per lubang) varietas Numbu memiliki jumlah biji/tanaman tertinggi dibandingkan dengan varietas Keller dan Wray, sementara pada daya berkecambah varietas Wray tertinggi dibandingkan dengan varietas Numbu dan Keller.