Ramili, Yunita
Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur komunitas dan pemetaan ekosistem mangrove di pesisir Pulau Maitara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Haya, Nasir; Baksir, Abdurrachman; Harahap, Zulhan A.; Tahir, Irmalita; Ramili, Yunita; Kotta, Raismin
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.017 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.2.6402

Abstract

Mangrove is ecosystem important in coastal area. Human exploited make decrease habitat mangroves ecosystem. The highly activity in this area threaten quantity ecology ecosystem mangroves.The objective of the present study was to examine the ecological indices and mapping of mangrove in coastal region on Maitara Island, North Moluccas.Information about that most important for sustainable mangrove management. The results showed that mangroves composition found that 4 specieses belong to 3 families.total density of stations namely 215.78 tree/hectare, frequency 722.22 tree/hectare, percent cover 189.29% and significantion value 300 every stations. The density and frequency highest of species found Rhizopora apicullata, Avicennia alba, Sonneratia alba. The density and frequency lowest Sonneratia caseolaris. The percent cover highest types derived Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Avicennia alba and percent lowest is Sonneratia caseolaris. Overall the ecological index analysed diversity of mangroves found is minor. The characterize mangrove zonation that Rhizhopora Sp is aleadingconstituentof mangrove ecosystem from coast to land inthe Maitara Island. Extensivemangroveobtained fromfieldclassificationandmapping resultsof4.91hectares. Correctionfield data andpreviousliterature studiesindicatedthere have been adecline inmangroveareaat1.09during 3 years.The overall necessaryapproaches to conservationandsustainable managementofmangroveecosystem andconservation interestson the Maitara Island. Mangrove merupakan ekosistem penting di daerah pesisir.Meningkatnya exploitasi manusia menurunkan habitat ekosistem mangrove. Tingginya aktivitas mengancam kuantitas ekologi ekosistem mangrove.Tujuan penelitian ini untuk melihat struktur komunitas dan pemetaan ekosistem mangrove. Pengambilan data mangrove dilakukan pada tahun 2015. Hasil penelitian menemukan bahwa komposisi jenis mangrove yang ditemukan terdiri dari 3 family dengan 4 spesies. Total keseluruhan kerapatan stasiun yaitu 215.78 batang/hektar, frekuensi 722.22 batang/hektar, tutupan 189.29% dan nilai penting 300 tiap stasiun. Kerapatan dan frekuensi jenis tertinggi ditemukan Rhizopora apicullata, kemudian Avicennia alba, disusul Sonneratia alba dan terendah Sonneratia caseolaris. Tutupan jenis tertinggi diperoleh jenis Sonneratia alba, kemudian Sonneratia caseolaris, disusul  Avicennia alba dan terendah Rhizopora apicullata. Nilai penting tertinggi pada jenis Sonneratia alba, kemudian Rhizopora apicullata, setalah itu Avicennia alba dan terendah adalah jenis Sonneratia caseolaris. Secara umum keseluruhan indeks nilai keanekaragaman jenis mangrove di Pulau Maitara yang diperoleh rendah. Tipe zonasi yang ditemukan bahwa jenis Rhizhopora Sp merupakan penyusun terdepan  hutan  mangrove dari arah laut ke daratan di Pulau Maitara.Luas mangrove yang didapat dari klasifikasi lapangan dan hasil pemetaan sebesar  4.91 hektar. Koreksi data lapangan dan studi literature sebelumnya mengindikasikan telah terjadi penurunan luas mangrove sebesar 1.09 Ha dengan rentan 3 tahun. Sehingga diperlukan pendekatan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan untuk kepentingan pelestarian hutan mangrove di Pulau Maitara. 
Restorasi lamun; studi transplantasi lamun Enhalus acaroides di perairan pantai Kastela, Kota Ternate Lessy, Muhammad Ridwan; Ramili, Yunita
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.773 KB)

Abstract

ABSTRAKEkosistem padang lamun di Pesisir Kota Ternate mulai mengalami kerusakan karena aktivitas manusia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menguji metode yang terbaik untuk melakukan transpalntasi lamun. Ketiga metode yang diuji adalah metode Turf, metode Peat Pot dan metode spring anchored. Sampel lamun yang digunakan sebagai donor diambil dari lokasi sekitarnya. Pengamatan tingkat kelangsungan hidup lamun transplantasi dilakukan selama tiga bulan sedangkan pengukuran parameter lingkungan dilakukan dua kali dalam sebulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan masih mendukung kehidupan lamun. Dari ketiga metode yang diuji, metode spring anchored menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang paling tinggi (86,7%) kemudian disusul oleh metode Peat Pot (73,3%) dan metode Turf (33,3%).Kata Kunci: Ekosistem Lamun; Transplantasi; Wilayah Pesisir; Ternate