Suardi, Rofiandri
Catharsis

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

The Art of Nandung in Indragiri Hulu Regency, Riau: the Study of Performance Form and Value Suardi, Rofiandri; Utomo, Udi
Catharsis Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v7i1.23088

Abstract

Nandung is an spoken literature used as a lullaby, delivered with poems and chanted by humming. Nandung contains poems about religion, advice, character, and education.At present, Nandung grows as a kind of performing art. This research aims at analyzing the form of Nandung as a performing art and its values. The method used was qualitative. The location of the research was Rengat, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. The technique of data retrieval were observation, interview, and document study. The technique of data validity used triangulation source. The technique of data analysis used descriptive analysis. The results of the research are that the form of Nandung performance begins from the preparation, then goes to the main performance. There are 7 (seven) elements in the form of Nandung spoken literature performance, they are, speaker, music accompaniment, stage, costume, audience, poem, and the language used. The values in the poems are, religious value, character value, and education value. This research can broaden the perspective of the readers about Nandung spoken literature and give information about description and knowledge about Nandung spoken literature which is seen from the aspects of the performance and the values in it.
KESENIAN NANDUNG DI MASYARAKAT MELAYU KOTA RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU (KAJIAN SEMIOTIKA) Suardi, Rofiandri
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 15, No 2 (2017): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v15i2.18297

Abstract

Nandung adalah salah satu sastra lisan yang ada di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Nandung dilantunkan oleh ibu-ibu yang ingin menidurkan anaknya di dalam buaian. Isi syair nandung adalah tentang pengajaran agama, kasih sayang orang tua, pengajaran dan pendidikan, akhlak mulia, dan nasehat-nasehat. Pengkajian makna dalam syair nandung ini menggunakan teori semiotika, yakni memahami tanda dari sintaksis, semantik dan pragmatik. Hasil kajian dari syair nandung ini adalah pertama tentang sintaksis, yaitu tentang teks, terdapat 4 baris kalimat pada 1 bait yang serupa dengan pantun, dengan bait yang tersusun dari sampiran dan isi, dengan berpola a b dan a b. Kedua, tentang semantik, membahas tentang arti kata/bahasa, bahwa syair nandung memiliki arti tentang petuah agama, kasih sayang orang tua, akhlak mulia, pengajaran dan pendidikan, serta nasehat. Konsep ketiga yaitu pragmatik, membahas tentang makna dari hubungan antara teks dan arti kata/bahasa, bahwa yang diharapkan dari syair nandung ini adalah agar kelak anak-anak menjadi orang yang patuh kepada agama, orang tua, serta menjalani kehidupan dengan akhlak yang mulia. Makna yang terdapat dalam syair nandung ini adalah dalam menjalani kehidupan harus berpegang teguh pada agama, selalu melakukan kebaikan, mengingat jasa-jasa orang tua yang telah mendidik dan membesarkan anaknya, dan melakukan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Kata kunci: nandung, makna, semiotika Aart Van Zoest. A SEMIOTIC STUDY ON NANDUNG ART IN MELAYU COMUNITY IN RENGAT CITY, INDRAGIRI HULU DISTRICT, RIAU PROVINCE Abstract Nandung is one of the existing oral literatures in Rengat City, Indragiri Hulu Regency of Riau Province. Nandung is sung by mothers who want to put their children sleeping in the cradle. The contents of this poem are about the teaching of religion, parental love, teaching and educating, noble character, and advice. To study the meaning of this poem is by using the semiotics theory of Aart Van Zoest, about understanding of syntactical, semantic and pragmatic signs. The first result of the analysis of this poem is about syntax, which is about the text, there are 4 lines of sentences in a stanza similar to the pantun, with stanzas composed of sampiran (introduction) and contents, patterned a b and a b. The second concept is semantics, discusses about the meaning of the word/language, that poem has a meaning about religious advice, parental affection, noble character, teaching and education, and advice. The third concept is pragmatic, discusses about the meaning contained from the relationship between text and the meaning of words / language, that is expected from this poem is children could become obedient to religion, to parents, and live a life with a morally noble. The meaning contained in this poem is living a life must stickle to religion, always do good, considering the love of parents who have educated and reared their children, and do all the commands of Allah and stay away from all his prohibitions. Keywords: nandung, meaning, semiotics, Aart Van Zoest.
Sastra Lisan Nandung di Riau Suardi, Rofiandri; Sunarto, Sunarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.822 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pertunjukan sastra lisan Nandung dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nandung adalah sastra lisan yang digunakan untuk menidurkan anak, disampaikan dengan syair yang berbentuk pantun, dan dilantunkan dengan berirama atau bersenandung. Saat ini, Nandung telah berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan. Data diperoleh dari pengamatan terhadap kesenian sastra lisan Nandung di Kota Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa terdapat 7 sub bentuk pertunjukan dalam sastra lisan Nandung, yaitu penutur, musik pengiring, panggung, kostum, penonton, syair, serta bahasa yang digunakan. Sedangkan nilai yang terdapat dalam syairnya yaitu nilai religius, moral, dan pendidikan