Articles

Found 8 Documents
Search

TRANSFORMASI FISIK WILAYAH PERI URBAN DI KELURAHAN MADEGONDO KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO Fauzan, Wildani Miftahul; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Alauddin University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The peri-urban area is a strategic area to support the surrounding city needs. The increasing lack of urban areas makes peri-urban areas a potential new destination for city development, because of lower peri-urban land prices, large land reserves, and ease of access to a nearby city. Kelurahan Madegondo (The Administrative Village of Madegondo) is a peri-urban area directly adjacent to the Southern part of Surakarta. Defined as an administrative village, this area has developed and transformed to be a more of an urban area. This research focus on identifying transformations happened in Madegondo in the period of 15 years, specifically from 2002 to 2017. Using Geographic Information System (GIS) and System for Automated Geoscientific Analyses (SAGA) in the process. This study has identified many crucial transformations occurred in Madegondo. Major land-use change has occurred in the period of 15 years, 54 hectares of non-covered land has itself covered with buildings. Building density has shifted in 15 years from mid-density (40,82%) to very high-density (78,39%). Another change identified is circulation transformation, which characteristics have grown to be more complex in 2017. 
ANALISIS PERKEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN KARTASURA SEBAGAI KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH Anisah, A; Soedwiwahjono, S; Miladan, Nur
TATALOKA Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.014 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.20.4.486-499

Abstract

Regional development components are growth center and hierarchy of region. Indonesia begin to promote the goal of equitable development and the economy embodied with regional development concepts, which is one of them is the concept of rapidly growing strategic area. This concept sees the area as an internal and central area which is affecting the surrounding area. Therefore, it is necessary to analyze the regional development of KSCT in order to know how developed internal area and the impact which is distinguished by two approaches that are economic growth and spatial. This research uses the longitudinal development method with the analytical approach used is deductive and quantitative descriptive research type. The compilation and analysis techniques used are primary data (observation, interview) and secondary data collection; Descriptive, descriptive statistics, GIS and overlay, Scalogram and Marshall Index, Gravity Model and Breaking Point, ICOR, LQ, and Klassen Typology. There are two outcomes: Kartasura District as itself and its impact to the surrounding area. In its internal area, the development of the area that occurred in 2011 has not been able to change much from economic growth and spatial development, and there is an internal gap which becomes obstacle for its development as the rapidly growth strategic area. While the impact on Sukoharjo District has begun to be seen with the contribution of local revenue that has been able to independently, however, the existing base sector has not been evenly distributed in all sectors and not all have been developed quickly. For the surrounding area, it had already an impact as a center of the rapidly growth strategic area.
Analisis Bentuk Perkembangan Wilayah Kecamatan Kartasura Sebagai Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Anisah, Anisah; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/region.v12i2.12080

Abstract

Regional development based on spatial will form a pattern due to the character that develop in it. The pattern can be formed by the network, hierarchy, and so forth. The influence of policies that encourage development to bring new activities in the region is also capable of bringing changes. As a rapidly growth strategic area established by the district government, Kartasura District has variety of new activities. This research is used to know how the development on regional form of Kartasura District as a rapidly growth strategic area. It uses longitudinal development method with analytical approach used is deductive and quantitative descriptive research type. The compilation and analysis techniques used are primary data collection (observation) also secondary; Descriptive statistics, GIS and overlay, breaking point. The result of this research are the development of Kartasura sub-district as rapidly growth strategic area which is formed pattern based on the network also the limitation of development as a result of supporting policy causing the difference internal development on Kartasura District.
KUALITAS TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGGUNA Pratomo, Anggit; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.12494.84-95

Abstract

Taman kota adalah salah satu jenis ruang terbuka hijau publik yang memiliki aktivitas kompleks. Taman kota sebagai ruang publik perkotaan dikatakan memenuhi kualitas apabila mencapai kelayakan terhadap kriteria: pelayanan pengguna, tingkat aktivitas, tingkat kebermaknaan dan kemudahan akses. Di Kota Surakarta terdapat beberapa taman kota dengan jumlah pengunjung yang berbeda beda. Persepsi dan preferensi pengguna taman kota merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas taman kota di Kota Surakarta agar dapat digunakan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas taman kota sebagai ruang publik di Kota Surakarta berdasarkan persepsi dan preferensi pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dengan pendekatan kuantitatif, sementara jenis penelitian ini adalah eksplanatif. Berdasarkan kriteria taman kota, diperoleh taman kota yang masuk ke dalam sampel penelitian yaitu Taman Kompleks Stadion Manahan dan Taman Balekambang. Sampel dari peneliian ini merupakan pengguna taman. Data diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh pengguna taman. Analisis tiap kriteria kualitas taman dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui modus pada kategori jawaban setiap variabel. Di akhir analisis dilakukan skoring untuk mengetahui tingkat kualitas taman kota di Kota Surakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen taman kota dengan kondisi baik meliputi tingkat aktivitas, sementara elemen pelayanan pengguna, kebermaknaan dan kemudahan akses berada pada kondisi sedang, sehingga kualitas taman kota di Surakarta berdasarkan persepsi dan preferensi pengguna yaitu Taman Kompleks Stadion Manahan dan Taman Balekambang berada pada kondisi sedang. Berdasarkan teori, isu, serta hasil analisis terkait taman kota, maka diperoleh hasil bahwa kualitas taman kota di Kota Surakarta dalam kondisi baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN PURWOREJO Febrianingrum, Sri Rahayu; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14762.130-142

Abstract

Kabupaten Purworejo memiliki pantai yang dijadikan sebagai destinasi wisata yaitu Pantai Jatimalang, Pantai Keburuhan dan Pantai Ketawang Indah dan ditetapkan sebagai desa wisata. Saat ini belum terlihat adanya perkembangan yang berarti seperti belum terpenuhinya elemen-elemen yang harus ada pada pariwisata pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan pariwisata pantai di Kabupaten Purworejo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif serta metode pengumpulan data menggunakan observasi, random sampling untuk kuisioner, wawancara dengan purposive sampling dan studi dokumen. Untuk mengetahui tingkat kepentingan aspek dan faktor apa saja yang berpengaruh maka digunakanlah teknik analisis skoring.  Hasil dari penelitian ini terkait dengan faktor pendorong dalam perkembangan pariwisata pantai adalah ketersediaan jaringan jalan yang memadai, kedekatan destinasi wisata terhadap asal wisatawan, peran aktif masyarakat dan keamanan pada destinasi wisata. Faktor yang menghambat dalam perkembangan pariwisata pantai meliputi, keterbatasan pemenuhan sarana dan prasarana, ketidaklengkapan sarana pelabuhan perikanan, ketidakitegrasian moda transportasi umum antar pariwisata pantai, ketidakoptimalan peran lembaga pengelola pariwisata dan ketidakoptimalan pemanfaatan media untuk promosi wisata. Sedangkan untuk faktor moderat yaitu adanya variasi atraksi wisata, keanekaragaman hayati sebagai daya tarik wisata, ketersediaan fasilitas kebencanaan pesisir dan tindakan mitigasi bencana pesisir pantai.
KESIAPAN ASPEK SPASIAL PADA PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA Sadana, Dewa Putu Aris; Miladan, Nur; Mukaromah, Hakimatul
Desa-Kota Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.12004.34-48

Abstract

Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, memiliki potensi industri kerajinan sangkar burung berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 dan diarahkan sebagai pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung oleh RIPKA Kota Surakarta. Artikel ini membahas tentang kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan di wilayah penelitian. Komponen dari kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan meliputi infrastruktur penunjang, akaksesibilitas, ketersediaan lahan, dan pola persebaran industri kerajinan sangkar burung. Penelitian pada artikel ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, survei data sekunder, dan wawancara. Adapun teknik analisis pada penelitian ini, yaitu AHP dan skoring. Pada wilayah penelitian infrastruktur penunjang dibagi menjadi sarana penunjang dan prasarana penunjang. Sarana penunjang pada kawasan berupa showroom tidak tersedia pada kawasan. Prasarana pada kawasan meliputi prasarana persampahan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi sudah memadai. Selanjutnya, aksesibilitas kawasan sudah siap untuk menunjang mobilisasi bagi pengunjung, karena sudah tersedianya akses jaringan jalan yang baik pada kawasan dan sudah tersedia rute angkutan umum yang melalui kawasan. Ketersediaan lahan dilihat dari ketersediaan lahan untuk showroom dan prasarana persampahan sudah tersedia, namun ketersediaan lahan untuk showroom masih kurang dibandingkan kebutuhan lahannya. Terakhir, pola persebaran industri kerajinan sangkar burung pada wilayah penelitian memiliki pola persebaran klaster, sehingga dapat menunjang terwujudnya lingkungan kreatif dan efisiensi dalam pengelolaan kawasannya. Jadi, berdasarkan hal-hal di atas, maka kesiapan aspek spasial pada pengembangan kawasan pariwisata berbasis industri kerajinan sangkar burung di Kelurahan Mojosongo masuk kedalam kategori tingkat kesiapan tinggi.
KESIAPAN KAWASAN COMMERCIAL STRIP SURAKARTA UTARA BAGIAN BARAT SEBAGAI PUSAT AKTIVITAS BARU Pamungkas, Muhammad Rizal; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Miladan, Nur
Desa-Kota Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i2.14756.167-176

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031, kawasan Surakarta utara adalah kawasan strategis dari segi pertumbuhan ekonomi. Koridor komersial (commercial strip) di Surakarta utara bagian barat direncanakan melalui koridor jalan Adi Sumarmo, Mangunsarkoro dan Pierre Tendean. Pengembangan pada kawasan utara diperlukan untuk mengurangi beban aktivitas yang saat ini menjadi pusat aktivitas. Namun, pengembangan pada kawasan utara masih perlu perbaikan pada aspek fisik dan non-fisik seperti perbaikan infrastruktur penunjang dan tingkat investasi. Dengan begitu, perlu mengetahui bagaimana kesiapan kawasan commercial strip Surakarta utara bagian barat dari aspek fisik dan non fisik. Pendekatan penelitian ini adalah deduktif. Metode pengumpumlan data menggunakan teknik purposive sampling, observasi, dan kuesioner pada data primer sedangkan studi literatur pada data sekunder. Teknik analisis mennggunakan teknik statistik deskriptif, dan overlay peta tematik. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kesiapan pengembangan kawasan commercial strip di Surakarta utara bagian barat berada pada kategori cukup siap. Cukup siap berarti kawasan Surakarta utara bagian barat layak dikembangkan sebagai pusat aktivitas baru namun perlu dilakukan perbaikan pada beberapa aspek. Perlu perencanaan yang komprehensiff baik aspek yang sudah memenuhi kriteria maupun yang belum memenuhi kriteria kesiapan agar seluruh komponen kesiapan berada pada tingkat kesiapan yang memadai. Maka dari itu, perencanaan yang perlu dilakukan yaitu mengembangkan kawasan commercial strip dengan konsep strip-center development pada area di sekitar jaringan jalan agar pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien dan mengurangi beban perjalanan
Kajian Kerentanan Bencana pada Kawasan Berisiko Banjir DAS Pepe Hilir, Surakarta Aisha, Mutiara; Miladan, Nur; Utomo, Rizon Pamardhi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW), Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23136

Abstract

Kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta termasuk dalam kawasan berisiko banjir dengan tingkat kerawanan banjir sedang sampai sangat tinggi yang ditentukan melalui data genangan dan data fisik alam oleh DPUPR tahun 2016. Risiko bencana banjir dibagi menjadi kerawanan dan kerentanan terhadap banjir. Kajian mengenai kerentanan pada kawasan berisiko banjir ini dapat menjadi masukan dalam mengidentifikasi kerugian fisik, sosial, dan ekonomi yang disebabkan oleh bencana banjir serta dapat menjadi pertimbangan terkait prioritasi evakuasi kawasan pada kawasan yang tingkat kerentannya lebih tinggi. Kerentanan merupakan keadaan yang ditimbulkan manusia dari proses fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kerentanan  terhadap bencana terbagi menjadi kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder didapat dari survey data ke lembaga BPS dan BAPPPEDA, serta dilakukan observasi dan penggunaan citra satelit untuk mendapatkan  data primer berupa digitasi persil bangunan untuk menentukan kerentanan fisik pada kawasan penelitian. Data primer dan sekunder diolah dengan teknik analisis skoring.  Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta memiliki kerentanan fisik yang tinggi dengan kerentanan sosial yang rendah, serta ekonomi yang rendah sampai sedang. Sehingga kerentanan rata-rata pada kawasan DAS Pepe Hilir Surakarta termasuk dalam klasifikasi kerentanan rendah sampai sedang. Kata Kunci: Kerentanan Fisik, Sosial, Ekonomi, Kawasan Berisiko Banjir;