Anwar, M. Choiroel
Prodi D4 Kesling Purwokerto

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

MODEL JEJARING KAUSALITAS TB ANAK (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS) Anwar, M. Choiroel
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.35 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3048

Abstract

Faktor yang mempengaruhi kejadian TB anak sangat komplek dan merupakan sesuatu jejaring sebab akibat. Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi TB anak pada anak yang tinggal serumah dengan penderita BTA positip, mengembangkan model jejaring kausalitas penularan, serta mengetahui hubungan kausal antar faktor risikonya. Jenis penelitian observasional dengan rancangan crossectional. Populasi adalah anak umur kurang 15 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TB paru BTA positip. Jumlah sampel 195 anak. Cara mengukur TB anak dengan melakukan tes tuberkulin dan diagnosis kemudian dihitung skornya, sedangkan variabel laten potensi penularan penderita BTA positip, sosial ekonomi, risiko perilaku, kondisi rumah, lingkungan dan kerentanan anak dengan wawancara dan observasi terhadap variabel indikator. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Analisis model pengukuran dengan confirmatory factor analysis(CFA) untuk mengetahui kesesuaian? variable indikator dalam menjelaskan variable latennya diketahui bahwa model layak ataupun cocok (Fit). Hasil analisis Structural Model dengan regression weighs untuk melihat hubungan kausal antar variabel laten dapat diketahui dari 12 hipotesis yang diajukan terdapat 9 hipotesis terbukti yakni terdapat? hubungan Timbal balik antara kejadian TB paru positip? dengan sosial ekonomi, ada pengaruh sosial ekonomi terhadap kondisi perumahan, kondisi lingkungan rumah, perilaku. Ada pengaruh potensi penularan penderita BTA positip, perilaku,? kondisi lingkungan, kerentanan anak, sosial ekonomi terhadap kejadian TB anak. Prevalensi TB anak pada keluarga penderita TB BTA positip : 39 %. Model dinyatakan sesuai (fit) dan terdapat 9 hipotesis terbukti. Implikasi penelitian adalah masalah Tb anak tidak dapat hanya diselesaikan dengan pengobatan penderita saja tetapi juga perlu diperhatikan semua dimensi jejaring penularan yang telah diteliti pada penelitian ini.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN KOMPOSTER DALAM PEMANFAATAN SAMPAH DI DESA BRINGIN KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG Anwar, M. Choiroel; Rudijanto I.W, Hari; Triyantoro, Budi; Wibowo, Gatot Murti
Jurnal LINK Vol 15, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v15i1.4441

Abstract

 Kompos adalah pupuk organik yang merupakan hasil penguraian atau dekomposisi bahan organik yang dihasilkan dari tanaman, hewan, sampah, yang dilakukan oleh mikroorganisme aktif, seperti bakteri dan jamur. Kompos dapat dibuat menggunakan sampah yang berasal dari dapur seperti kulit buah, sisa sayur, sisa buah, sisa makanan dan sampah kebun seperti dedaunan, dan rumput, yang dapat dijadikan kompos. Desa Bringin, kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang merupakan suatu desa  agraris yang banyak menghasilkan sampah dan dari hasil observasi terlihat potensi desa cocok untuk diperkenalkan jenis pupuk kompos sebagai sumber bahan organik di kebun petani. Tujuan dari pengabdian adalah membina dan mengarahkan warga masyarakat Desa Beringin agar mempunyai kemampuan membuat kompos dari sampah organik. Metoda pengabdian masyarakat adalah Mengadakan pelatihan pembuatan sarana pembuat kompos dan demontrasi pembuatan kompos  sampah  organic dengan menggunakan saranan pembuatan kompos yang telah dibuat. Pengabdian ini melibatkan Dosen, Mahasiswa Program Studi Imaging Diagnostik Magister Terapan Kesehatan Semarang, Kader, Masyarakat dan para pejabat lintas sektor. Hasil yang dicapai adalah terbuatnya 4 buah komposter untuk mpembuat kompos dan telah dibuat kompos dengan menggunakan komposter yang telah di buat bersama antara dosen, mahasiswa Poltekkes Semarang dan  mayarakat serta telah diketahuinya cara-cara pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Kesimpulan dari pengbdian masyarakat ini adalah setelah diberikan pelatihan pengelolaan sampah yang baik dan benar masyarakat dapat mengatasi masalah sampah yang ada di sekitarnya dan diharapkan masyarakat Desa Bringin dapat mengevaluasi pengelolaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
EFFECT OF MORINGA OLEIFERA ON LEVEL OF PROLACTIN AND BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS Sulistiawati, Yuni; Suwondo, Ari; Hardjanti, Triana Sri; Soejoenoes, Ariawan; Anwar, M. Choiroel; Susiloretni, Kun Aristiati
Belitung Nursing Journal Vol 3, No 2 (2017): March-April 2017
Publisher : Belitung Nursing Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.436 KB) | DOI: 10.33546/bnj.75

Abstract

Background: Breastfeeding among postpartum mothers has been a problem due to low milk supply. As a result, mothers often decide to give formula milk or other additional foods, which might affect to the infant’s growth and development.Objective: This study aims to investigate the effect of Moringa Oliefera on the levels of prolactin and breast milk production (baby’s weight and sleep duration) in postpartum mothers. Methods: Quasi-Experimental study with Non Equivalent control group design. There were 30 respondents recruited by purposive sampling, consisted of 15 respondents in intervention group and  15 respondents in the control group. This study was conducted from November until December 2016 in Four Midwive Independent Practice (BPM) in the working area of the Health Center of Tlogosari wetan Semarang. Data were analyzed using Independent t-test.Results: Findings showed that there was a mean difference of prolactin level in the intervention group (231.72 ng / ml), and the control group (152.75 ng / ml); and a significant effect on increasing the levels of prolactin (p = 0.002). The mean of baby’s weight in the intervention group was 3783.33 grams, and in the control group was 3599.00 grams. However, there was no significant effect of moringa oleifera on baby’s weight (p = 0.313> 0.05). While the mean difference on sleep duration was 128.20 minutes in the intervention group and 108.80 minutes in the control group. There was a significant effect on baby’s sleep duration (p= 0.000).Conclusion: There were significant effects of moringa oleifera on mother’s prolactin and sleep duration of the baby. However, there was no significant effect on baby’s weight. Thus, it can be suggested that moringa oleifera can be used as an alternative treatment to increase breast milk production and prolactin hormones. Midwives should promote the benefits of moringa leaves as one of alternative supplements.
The design of radiology viewing box using light emitting diode and potentiometer Diartama, Anak Agung Aris; Suswaty, Susy; Priantoro, Win; Sugiyanto, Sugiyanto; Sudiyono, Sudiyono; Anwar, M. Choiroel; Latifah, Leny; Santjaka, Aris; Amri, Faisal; Mulyantoro, Donny Kristanto
Global Health Management Journal Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.16 KB)

Abstract

Background: In the process of work to gain the maximum results, a radiologist needs a viewing box tool to read radiographs. Therefore, the authors want to develop a viewing box tool, which in general the work if this tool resembles the factory manufactured tool. The viewing tool box made can adjust the intensity of the light produced.Objective: to create a viewing box tool by using a potentiometer system.Methods: This study used applied research method by creating and using the design of viewing box tool by using a potentiometer system and testing the viewing box tool created by using a Lux meter and 15 respondents consisting of five radiologists and 10 radiographers who should fulfill the questionnaire form.Results: The mean of viewing box illumination reached 220 lux. The results of the questionnaire showed that 100% radiologist gave an A (excellent) and expressed that the viewing box tool created could be used properly and 90% radiographers provided an A (excellent) and expressed that the viewing box tool created could be used properly, while 10% radiographer gave a value of B (moderate).Conclusion: viewing box tool created could be used properly and obtained optimal results as a tool in reading radiographs. Potentiometer system contained in the viewing box was very helpful in reading radiographs because it allowed to adjust the light intensity according to user needs.Keywords       :  Viewing box, Potentiometer Bibliography   : 1980-2011
PAJANAN LOGAM BERAT (Pb) PADA SEDIMEN ALIRAN SUNGAI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) Anwar, M. Choiroel; Rudijanto I.W, Hari; Cahyono, Tri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v8i1.4440

Abstract

TPA Kaliori yang merupakan pengganti dari TPA Gunung Tugel di Kabupaten Banyumas, mulai beroperasi pada tahun 2013. Setiap hari menampung sampah yang dihasilkan oleh kota Purwokerto dan diperkirakan sekitar 40 – 50 truk/hari. Terjadinya longsor sampah ke tempat penampungan lindi menyebabkan lindi tidak terwadahi dan menyebabkan terjadinya pencemaran badan air serta sumur penduduk yang menjadikankan masyarakat sekitar berdemo untuk menutup TPA . Tujuan penelitian untuk mengetahui pajanan logam berat pada sedimen aliran sungai tempat pembuangan akhir. Jenis penelitian  merupakan penelitian observasional dengan rancangan  cross sectional study. Populasi penelitian  adalah : Lindi, badan air, air sumur dan darah. Pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada tanggal  16 dan 19 Oktober 2018. Parameter pencemaran yang diteliti meliputi :   pH, suhu air, TDS, Kekeruhan, warna dan Pb. Alat yang di gunakan yaitu pH meter, termometer, TDS dan untuk pengujian kandungan timbal (Pb), BOD dan COD dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Purbalingga serta laboratorium Prodia untuk mengukur kadar Pb di darah. Hasil penelitian didapatkan  rerata hasil Pb pada IPAL yaitu 0,260 mg/l. Rerata hasil Pb dalam badan air/ saluran terbuka yaitu 0,204 mg/l. Rerata hasil Pb dalam air sumur 1 dengan jarak 100m adalah 0,061 mg/l, sumur 2 dengan jarak 135m adalah 0,052 mg/l dan sumur 3 dengan jarak 120 m adalah 0,047 mg/l. Rerata hasil Pb dalam darah manusia 5,6 µg/dL dari empat responden dengan jarak rumah yang berbeda. Hasil penelitian dapat disimpulkaan  bahwa kadar Pb pada IPAL dan Badan air  melebihi baku mutu yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/l dan dari tingkat pajanan pencemaran sudah berada dalam darah manusia. Dari hasil penelitian ini dapat kami sarankan untuk dilakukan perbaikan pada tempat pengolahan Lindi
GAMBARAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH PENDERITA DBD DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Widiantari, Rahma; Anwar, M. Choiroel
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.169 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3842

Abstract

AbstrakPenyakit Demam Berdarah adalaah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan olehnyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan laporan Puskesmas Purwokerto Selatan jumlah kasus DBD padatahun 2016 tercatat 22 kasus.Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kondisi lingkungan fisikrumah penderita DBD antara lain pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis tempat penampungaan air, dankepadatan jentik (CI, HI, BI). Jumlah sampel adalah 16 orang penderita DBD di Kelurahan TelukKecamatan Purwokerto Selatan tahun 2017.Hasil penelitian terhadap 16 responden bahwa respondenterbanyak adalah perempuan berjumlah 11 orang (69%), berusia 11-20 tahun berjumlah 8 orang (50%)dan 11 orang pelajar (69%). Ketinggian tempat rata-rata 74 m diatas permukaan laut. Curah hujan 233mm. pencahayaan rata-rata dalam rumah 61 Lux, bagian luar rumah 543 lux. suhu udara rata-ratabagian dalam rumah 330C, bagian luar rumah 340C. kelembaban udara bagian dalam rumah 56%,bagian luar rumah 58%. Jumlah container yang ditemukan 35 container dengan kepadatan jentik CI=3,5%, HI= 6,25%, dan BI= 6,25%. Jenis container yang ditemukan antara lain tempayan, bak mandi,ember, kolam ikan, pot, tempat minum burung, kulkas, dispenser, dan botol bekas. Kepadatan jentik CImemenuhi batas WHO, (≤5%), H.I memenuhi batas WHO (≤10%), B.I memenuhi batas WHO(≤50%).Tetapi masyarakat juga harus rutin untuk membersihkan lingkungan rumah dan rutinmembersihkan tempat penampugan air minimal seminggu sekali dan dinas kesehatan untuk tetap lebihaktif dalam menggalakkan kegiatan PSN di Kabupaten Banyumas agar kasus DBD di KabupatenBanyumas dapat berkurang.
STUDI KONDISI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE PADA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMARON KECAMATAN BREBES TAHUN 2017 Nuraeni, Reni; Anwar, M. Choiroel
Buletin Keslingmas Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.158 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i4.3806

Abstract

AbstrakDiare merupakan salah satu penyakit menular dapat di sebarkan oleh vektor pembawa bibit penyakitkarena kondisi kesehatan lingkungan dan personal hygiene yang kurang baik. Dari data DinasKesehatan Kabupaten Berebes Kejadian diare di Kecamatan Brebes pada Tahun 2012 s/d 2016 4Puskesmas yaitu Puskesmas Brebes, Kaligangsa, Kalimati, dan Pemaron, kasus Diare yang ditanganipaling tinggi yaitu di Puskesmas Pemaron dengan jumlah penderita yang ditangani dari Tahun 2012 s/d2016 sebesar 26.252 jumlah penderita laki-laki dan perempuan yang ditangani.Tujuan dari KTI iniadalah Mengetahui kondisi sarana air bersih, kondisi sarana tempat pembuangan tinja rumah, Kondisipenyediaan dan penempatan sarana tempat sampah, dan mengetahui kondisi perilaku hygiene penderitapenyakit diare di Wilayah Kerja Puskesmas Pemaron Kecamatan Brebes Tahun 2017.Jenis penelitiandeskriptif yaitu menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan membandingkan dengan teori yang ada.Hasil penelitian yang dilakukan pada penderita diare di Wilayah Puskesmas Pemaron Kecamatan BrebesKabupaten Brebes dapat diketahui (100%) sumur gali yang tidak memenuhi syarat , Jamban leher angsayang tidak memenuhi syarat (44,4%) penerang tidak cukup, jamban cubluk tidak memenuhi syarat (0%)terdiri dari lubang tanah yang tidak di gali, (0%) tidak dibuat rumah jamban diatasnya,sarana sanitasitidak memenuhi syarat (65%) tidak Mempunyai tutup dan tidak mudah dibuka atau ditutup tanpamengotori tangan, (100%) volume tidak dapat menampung sampah yang dihasilkan oleh pemakai dalamwaktu tertentu (3 hari), (0%) tidak pernah menggunakan alat makan baik, (35%)tidak pernah mencucitangan dengan sabun sebelum makan, (25%) tidak pernah mencuci tangan dengan sabun sehabis makan,(25%)tidak pernah mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar. (20%) tidak pernahmelakukan pembersihan dan pemotongan kuku, (65%)tidak pernah meletakkan makanan dan minuman ditempat yang tertutup (45%)tidak pernah memelihara sarana tempat pembuangan sampah, (90%)kebiasaan tidak pernah memelihara tempat sumber air bersihKesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah diare terjadi di karenakan kurang mengertinyamasyarakat tentang PHBS (perilaku hidup bersih sehat) serta tingkat pendidikan yang rendah haltersebut dapat menyebabkan angka kesakitan diare yang cukup tinggi di Wilayah Puskesmas PemaronKecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Saran yang dapat diberikan adalah masyarakat harus rutinmerawat sarana air bersih, sarana pembuangan tinja, sarana pembuangan sampah, dan berperilakuhidup bersih sehat seperti cuci tangan pakai sabun antiseptic sebelum dan sesudah makan, sesudahbuang air besar, rutin melakukan pembersihan dan pemotongan kuku, meletakkan makanan danminuman di tempat yang tertutup.