Mustikasari, Eva
Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN ORGANISASI TEKNIK INFORMASI DAN ARSITEKTUR INFORMASI DALAM KERANGKA ENTERPRISE ARCHITECTURE Mustikasari, Eva; Gondokaryono, Yudi Satria; Heriati, Aida
Jurnal Sistem Informasi Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.827 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v10i2.394

Abstract

Merujuk pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.26/MEN/2011 tentang Unit Kliring Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka pengelolaan data dan informasi perlu disempurnakan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (kualitatif dan Kuantitatif) dan dibatasi pada rancangan Organisasi Teknologi Informasi (TI) dan Arsitektur Informasi (AI) dalam kerangka enterprise architecture (EA) dengan pendekatan kriteria informasi Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) V.4.1. Framework yang digunakan adalah The Open GroupArchitecture Framework-Architecture Development Method (TOGAF-ADM) sebagai landasan untuk menyelaraskan bisnis (tugas dan fungsi) dengan TI. Hasil penelitian diperoleh bahwa infrastruktur organisasi TI tetap berbentuk divisional, tipe organisasi TI dari bentuk vertical fungtional stovepipe menjadi bentuk matriks, fungsi organisasi dari bentuk sentralisasi menjadi desentralisasi. Kriteria untuk job competency, hard competency dan soft competency ditetapkan. Hasil AI memperlihatkan bahwa, komponen AI terdiri dari kumpulan entitas inti dan hubungannya yang saling terkait satu sama lain dengan pendekatan prinsip tujuh kriteria informasi. Masing-masing aktor dalam AI memiliki peran dan tanggungjawab dalam pelaksanaan implementasinya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang mengacu pada peraturan perundang-undangan dilingkup Balitbang KP.
Pola Hidrodinamika di Perairan Nunukan sebagai Usulan pada Permasalahan Abrasi Pulau-pulau Kecil. (Hal. 58-69) Hardhiyanti, Wulan Fitry; Kurniadi, Yessi Nirwana; Mustikasari, Eva; Noviadi, Yogi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.156 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKPerairan Nunukan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Berada dalam wilayah terluar, Kabupaten Nunukan menyimpan banyak potensi dalam sektor kelautan dan perikanan. Sangat penting untuk menjaga zona ekonomi eksklusif pulau-pulau kecil terluar Indonesia dari abrasi. Besar abrasi yang mungkin terjadi dapat diketahui dengan melakukan analisis pemodelan mengenai hidrodinamika wilayah tersebut. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul Hydrodynamic (HD). Pemodelan yang dilakukan terdiri dari grid persegi dan mesh terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa daerah di Kabupaten Nunukan terjadi peningkatan kecepatan arus antara 0,1625 m/s sampai 0,3 m/s yang berpotensi terjadi abrasi. Abrasi terjadi di barat daya Pulau Sebatik, Perairan Nunukan sepanjang 1.014,26 meter. Penelitian sebelumnya menunjukkan, ukuran butir di wilayah tersebut sebesar pasir kelanauan sebesar 0,01 mm. Terdapat hubungan antara kecepatan dan ukuran butir yang menyatakan wilayah tersebut memiliki potensi abrasi.Kata kunci: hidrodinamika, pemodelan, arus, pasang surut, abrasiABSTRACTSebatik Island is located in Nunukan sea at North Kalimantan Province. This island is one of the outermost area in Indonesia which is in border line with Malaysia. These outlying islands keep a lot of potential in marine, and fishery. It is important to keep Indonesia exclusive economic zone by protecting this outlying island from abrasion. Abrasion can be found by analyzing hydrodynamic modelling in the area. Hydrodynamic modelling is using software MIKE 21 with Hydrodynamic modules (HD). The numerical hydrodynamic modelling was consists of rectangular grid and unstructured mesh modelling. The modelling showed there are some area in Kabupaten Nunukan are has increase of current velocity between 0.1625 m/s and 0.3 m/s that potentially to abrasion. Abrasion occurred in the southwest of Sebatik Island, Nunukan sea along 1,014.26 meters. Based on the observation before, the grain size in the area was 0.01 mm sand silt. There is correlation between the current velocity and grain size in the area has potentially to abrasion.Keywords: hydrodynamic, modelling, current, tides, abrasion
ANALISIS KARAKTERISTIK DIMENSI EKOLOGI UNTUK MENUNJANG PENGELOLAAN PULAU – PULAU KECIL TERLUAR (PPKT) SECARA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA Mustikasari, Eva
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v14i1.7458

Abstract

Sebagai salah satu pulau terluar dari propinsi termuda di Indonesia, tingkat pembangunan di Pulau Nunukan berkembang dengan pesat. Pembangunan tersebut tentu berdampak terhadap lingkungan perairan sekitar Pulau Nunukan. Pada Bulan April 2016 telah dilakukan pengambilan dan pengukuran data hidro oseanografi dan data luasan mangrove. Sedangangkan pada musim peralihan I (April) dan Musim Peralihan II (September)  2016 telah dilakukan survey pengambilan data fisika-kimia air laut di perairan Pulau Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan pengukuran in situ dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata mencapai 40 cm/detik, pH perairan berkisar antara 7.3 – 8.2, salinitas 30 – 37 ppm, sedangkan suhu berkisar antara 27 – 30 derajat Celsius. Terdapat 8 parameter yang dihasilkan yaitu: Suhu, derajat keasaman, Salinitas, Dissolve oxygen, Total Dissolve Solid, Kekeruhan, Konduktifitas, Densitas. Secara umum parameter yang terukur di perairan Pulau Nunukan masih dalam kondisi baik, hanya terlihat nilai suhu dan kekeruhan yang berada di luar ambang batas baku yang ditetapkan pemerintah. Dari karakteristik tersebut diatas maka perairan nunukan sangat cocok untuk area budidaya rumput laut Khusus untuk jenis Eucheuma sp. Sebaran indeks vegetasi pada tahun 2016 menunjukkan data kepadatan vegetasi mangrove yang sangat rendah.
Coastal landform and its indicative risk of changes through integrated satellite and on ground observations for coastal development and revitalisation in Pati, Central Java Solihuddin, Tubagus; Salim, Hadiwijaya Lesmana; Mustikasari, Eva; Heriati, Aida
Jurnal Segara Vol 15, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i2.7864

Abstract

An appropriate foreshore management should take into account coastal processes based on physical and biological features of the particular coastal environment. This study aims to determine the coastal landform and its instability and susceptibility through satellite study, thematic map, and groundtruth checking. The coastal landform of Pati is typified by the muddy coast with ~1 km tidal mudflat moving seaward and coastal plain moving landward. Mangrove ecosystem, mainly Avicennia, intermittently occurs along the coast of Pati resting on muddy substrates where tributaries drain off water from the hinterland. The coastal plain is largely occupied by salt and/or fish ponds. Considering the geological condition, coastal characteristic, and oceanographic processes, the coast of Pati has medium to high-risk level of landform changes with shoreline changes greater than 1 m/yr and 5 to 10 yearly coastal inundation driven by the erosion and sedimentation. The study provides insight in recognising time and space scale of an indicative risk of landform changes and its driving processes for the coastal management and planning purposes.