Articles

Found 5 Documents
Search

Guru Profesional Sebagai Faktor Penentu Pendidikan Bermutu Dalyono, Bambang; Agustina, Dwi Ampuni
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2, Oktober (2016): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v2i2, Oktober.453

Abstract

Pengembangan kompetensi profesional dalam menghadapi era Indonesia emas mutlak diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Tanpa pengembangan profesionalisme, proses pembelajaran dan mutu pendidikan hanya akan jalan di tempat. Tidak ada inovasi, dan tidak ada pula kreatifitas serta tidak ada pembelajaran yang efektif.Paradigma pendidikan sudah seharusnya menggunakan paradigma baru, yaitu mutu.Pendidikan yang bermutu lahir dari guru yang bermutu dan professional. Guru profesional dapat berpengaruh terhadap pendidikan bermutu. Di sisi lain Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Dengan demikian guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Dari pembahasan dapat disimpulkan, bahwa : 1).Guru yang profesional harus disiapkan oleh lembaga pendidikan tinggi kependidikan (LPTK) yang berkualitas dan terstandar; 2). Guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; 3). Guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.Kata kunci : Guru profesional, pendidikan bermutu.
PENGEMBANGAN MEDIA KOCERIN (KOTAK CERDAS INTERAKTIF) DALAM PEMBELAJARAN DASAR-DASAR SAINS PADA JENJANG PAUD Kurniasih, Eem; Masduki, Lusi Rachmiazasi; Agustina, Dwi Ampuni
PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v5i2.1185

Abstract

Dalam pembelajaran dasar-dasar sains di PAUD selama ini belum menggunakan media berbasis komputer, terutama TK PGRI 73 dan TK PGRI 35 Pedurungan Semarang, oleh karena itu guru perlu mencari media yang sesuai dalm menumbuhkan motorik kasar dan motorik halusnya melalui kegiatan bermain. salah satu media terbarukan adalah media kocerin (kotak cerdas interaktif) yang dapat memotivasi siswa untuk lebih memahami suatu masalah dalam bentuk permainan yang diajukan dan dapat menimbulkan imajinasi dan mempersiapkan stimulus berpikir kreatif, salah satu materinya adalah mengenal alam sekitar, yang selama ini guru masih lemah dalam mempersiapkan media interaktifnya. Penelitian R & D ini bertujuan untuk mengembangkan media Kocerin bagi siswa TK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kocerin telah divalidasi oleh 2 orang validator dari UNISSULA dan UPGRIS Semarang dengan rata-rata validasinya 90,5 dan 94,5 artinya produk kocerin layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak, telah diterapkan di TK PGRI 73 dan TK PGRI 35 Pedurungan Semarang, kemudian respon anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan media kocerin di TK PGRI 73 dan TK PGRI 35 Pedurungan
COLLABORATIVE WRITING: ANALYZING STUDENT’S RESPONSES IN WRITING ACTION RESEARCH PROPOSAL Lestariningsih, Eni Dwi; Suparti, Suparti; Wijayatiningsih, Testiana Deni; Agustina, Dwi Ampuni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the student’s responses in writing action research proposals. The method  of this research is the descriptive quantitative.  The subject of this study was UT Semarang students 2018.1 in Pokjar Kaliwungu Kendal who took Action Research courses. The data collection technique used questionnaires by giving a set of questions or written statements to respondents to answer them. The results of the student’ s responses analysis before and after the Colaborative Writing model application showed that there was an increase in the average student’ s activeness because they were more enthusiastic in writing Classroom Action Research proposals by collaborating in writing with groups according to the developed teaching materials. Their tendency to more easily determine the topic of research using the Collaborative Writing model.Keywords: analyzing, writing research, collaborative writing, student’s responses
Ibm Budidaya Warung Hidup Dengan Teknik Wick System Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan Purnomo, Eko Andy; Agustina, Dwi Ampuni; Dalyono, Bambang; Lestariningsih, Enny Dwi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan budaya untuk kembali ke alam (back to nature) menyebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya mengkonsumsi sayuran yang mengandung bahan kimia. Saat ini dilingkungan perkotaan pola hidup sehat yang akrab lingkungan telah menjadi trend baru. Masyarakat di wilayah kelurahan Wonosari, kecamatan Ngaliyan, kota Semarang mencanangkan program adanya warung hidup. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak mengalami kendala, seperti keterbatasan lahan, banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara tanam, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Solusi yang bisa diterapkan adalah dengan menerapkan warung hidup dengan teknik Wick system. Tujuan dari kegiatanpengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan danpendampingan budidaya warung hidup dengan wick system. Kegiatan inidilaksanakan di kelurahan Wonosari, kecamatan Ngaliyan kota Semarang.Berdasarkan hasil pengabdian dihasilkan penerapan warung hidup denganteknik wick system. Keywords: budidaya, warung hidup, wick system
Model Pembelajaran Untuk Mengenalkan Kewirausahaan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah Agustina, Dwi Ampuni
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2, Oktober (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2, Oktober.866

Abstract

Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada 31 Desember 2015 menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang terampil serta memiliki kompetensi yang tinggi untuk bersaing ditingkat regional, nasional dan internasional. Pendidikan kewirausahaan merupakan komponen penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian siswa untuk menangkap peluang di era pasar bebas. Pendidikan kewirausahaan perlu dilakukan sejak dini. Makalah ini dimotivasi oleh pengenalan dan minat siswa sekolah dasar yang masih rendah terhadap profesi wirausaha dibanding profesi lain. Artikel ini menggunakan studi literatur untuk mengeksplorasi dan menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar dan bertujuan untuk membahas model pembelajaran untuk mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar kelas rendah dalam mendukung kompetensi SDM di era pasar bebas. Pendidikan kewirausahaan merupakan komponen penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian siswa untuk menangkap peluang di era pasar bebas; Kurikulum berbasis kewirausahaan memberikan arahan pembelajaran siswa Sekolah Dasar;Guru mempunyai peran penting ;Pada tingkat pendidikan dasar, penanamkan konsep-konsep terkait dengan kegiatan kewirausahaan dapat di berikan, walau hanya pengenalan minimalis.Kata Kunci: Kewirausahaan, Model Pembelajaran, Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah