Wiyono, Joko
Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian obesitas menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2011 diperkirakan di dunia ada sekitar 1,6 milyar remaja berumur 15 tahun kelebihan berat badan dan sebanyak 400 juta orang gemuk (obesitas). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada mahasiswa di Universitas Tribhuhawana Tunggadewi Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 31 mahasiswa dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 31 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan dan observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel independen yaitu dengan memberikan fomulir food record yang akan di isi selama satu minggu yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Kriteria inskluasi penelitian adalah mahasiswa yang bersedia untuk diteliti, mahasiswa dengan IMT > 25,0 (kg/m2). Variabel dependen menggunakan observasi yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan responden. Hasil penelitian membuktikan bahwa pola makan mahasiswa sebanyak 24 (77,4%) mahasiswa mengalami pola makan tinggi dan obesitas mahasiswa sebanyak 29 (93,5%) mahasiswa memiliki obesitas I, sedangkan hasil Spearman Rank didapatkan nilai p value = 0,004 < α (0,05) yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada mahasiswa di Universitas Tribhuhawana Tunggadewi Malang. Mahasiswa perlu untuk menurunkan berat badan yaitu perlu mengontrol pola makan dan melakukan olahraga.

Regional Resource Management Based on Landscape Ecology in Northern Muria Peninsula, Central Java

Indonesian Journal of Geography Vol 48, No 1 (2016): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landscape ecology can be used to identify potential resources based on it physical, biological and socio-cultural characteristics. This research was conducted in the northern part of the Muria Peninsula. This study uses observation and sampling based on toposequences transects. The northern Muria Peninsula is a complex area. Landscape in this region is strongly influenced by volcanism in the past of Muria Volcano and Genuk Volcano also geomorphological processes such as fluvial and marine. Potential resources in the northern part of the Muria Peninsula such as potential for marine, mining, agriculture, farming, and tourism. Muria Peninsula regional management should be adapted to the potential and function of each area, so that will not cause environmental degradation.

PERBEDAAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DENGAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.394 KB)

Abstract

Perilaku seksual remaja rentan terjadi pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Pada ibu bekerja cenderung berperilaku negatif karena ibu memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi, mendidik dan membimbing remaja, sehingga remaja memiliki pengetahuan yang kurang terhadap perilaku seksual, sedangkan perilaku seksual remaja pada ibu tidak bekerja bisa terkontrol, karena ibu memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dan mendidik remaja tentang perilaku seksual sehingga remaja bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan tidak melakukan perilaku seks bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual pada remaja dengan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Desain penelitian menggunakan desain komparatif. Teknik sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 38 responden yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu bekerja sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual ringan yang menyimpang, sebanyak 11 (57,9%) remaja berperilaku seksual sedang menyimpang dan sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang, sedangkan pada ibu tidak bekerja sebanyak 13 (68,4%) remaja berperilaku seksual ringan yang tidak menyimpang, sebanyak 16 (84,2%) remaja berperilaku seksual sedang yang tidak menyimpang dan keseluruhan (100%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang. Hasil analisis data menggunakan uji mann whitney membuktikan ada perbedaan perilaku seksual remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang didapatkan p value = (0,001)

FAKTOR RESIKO TERJADINYA PENYAKIT NYERI SENDI PADA LANJUT USIA

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Depkes RI tahun 2015, penyakit nyeri sendi banyak ditemukan pada golongan usia lanjut, dengan jumlah pengidap penyakit nyeri sendi mencapai 23,6% hingga 31,3%. Nyeri sendi merupakan salah satu penyakit terbanyak yang di derita oleh kalangan lanjut usiadi Jawa Timur sebanyak 28% dari 4.209.817 lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya penyakit nyeri sendi pada lanjut usia. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif yang memberikan gambaran secara mendalam pada suatu fenomena dan kemudian melakukan analisis odd rasio. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 165 lanjut usia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan random sampling yang berarti pengambilan sampel secara acak sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 lansia yang mengunjungi Posyandu Lansia Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. Instrumen data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian membuktikan sebanyak 39,4% lanjut usia suka mengonsumsi makan yang tidak sehat, sebanyak 66,7% lanjut usia berada di lingkungan yang tidak sehat dan sebanyak 69,7% lanjut usia tidak pernah melakukan olahraga. Lanjut usia perlu melakukan hidup sehat seperti mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak, instan dan mengadung purin tinggi seperti daging sapi dan sayur bayam; rutin melakukan aktivitas ringan seperti menyapu rumah agar lingkungan bersih dan rutin melakukan olahraga dua kali dalam seminggu agar terhindar dari penyakit nyeri sendi. ABSTRACT Based on the data of MOH RI in 2015, joint pain disease found in elderly group, with the number of sufferers of joint pain reached 23.6% to 31.3%. Joint pain is one of the most diseases suffered by the elderly in East Java as much as 28% of 4.209.817 elderly. The purpose of this study was to determine the risk factors for joint pain in elderly patients. The research design used is a descriptive design that gives an in-depth description of a phenomenon and then performs an odd ratio analysis. The population in this study as many as 165 elderly with the determination of research samples using random sampling which means random sampling so that the number of samples used as many as 33 elderly who visited Posyandu Elderly Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. The data instrument used is questionnaire. Data analysis method that is used was descriptive. The results showed that 39.4% of elderly people liked to eat unhealthy diet, 66.7% of elderly in an unhealthy environment and 69.7% of elderly never exercised. So the elderly need to do a healthy life such as reducing the consumption of fatty foods, instant and high purine mengadung such as beef and spinach vegetables; routinely perform light activities such as sweeping the house for a clean environment and regular exercise twice a week to avoid joint pain disease. Keywords : Elderly; unhealthy environment; food; joint pain; exercise.

HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.288 KB)

Abstract

Tingkat religiusitas pada lansia diketahui dapat membantu dalam menghadapi kematian, serta memperoleh dan memelihara rasa berarti dalam hidupnya. Saat ini diketahui harapan hidup penduduk Indonesia naik dari 70,1 tahun di tahun 2009 menjadi 72,2 tahun pada periode 2010-2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah lansia di Kelurahan Tlogomas Kota Malang, yang berjumlah 80 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi wanita, berusia > 60 tahun, beragama Islam, tidak mengalami sakit berat, demensia, tuli dan kelainan psikologis lainnya. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat religiusitas sangat baik sebanyak 23 orang (71,9%), dan sebagian besar memiliki kualitas hidup baik sebanyak 22 orang (68,8%). Berdasarkan uji Spearman rho didapatkan nilai p-value = 0,00060 years old, Moslem, not suffering from physical or psychology disease such as demensia and each other. Data analysis using Spearman rank test with a significance value of 0.05. The results of the study most respondents total of 23 respondents (71.9%) have very good level of religiosity and as many as 22 respondents (68,8%) have a good quality of life. The results of statistical analysis controlling data using spearman rank test p value 0.000 obtained values> 0.05, meaning there is significant correlation between religiosity and quality of life of the elderly in Tlogomas Malang. Recommended for elderly to maintain the quality of life by consuming low fat food, exercise, regular sleep and reduce anxiety in the face of old age with increasing religiosity. Keywords : Elderly; quality of life; religiositas.

HUBUNGAN AKTIVITAS MENONTON TELEVISI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH 6-8 TAHUN DI SDN MERJOSARI 02 MALANG

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.983 KB)

Abstract

Aktivitas menonton televisi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan status gizi seseorang.Asupan nutriri yang berlebih tidak diimbangi dengan pengeluaran energi akan menyebabkan terjadinya kegemukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan aktivitas menonton televisi dengan status gizi pada anak usia sekolah 6-8 tahun di SDN Merjosari 02 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua anak usia sekolah 6-8 tahun sebanyak 20 orang dengan teknik sampling sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner.Analisa data dengan menggunakan uji statistik spearman rank, derajat kemaknaan (0,05).Hasil penelitian diketahui sebagian besar responden mempunyai aktivitas menonton televisi di Hari Minggu dalam kategori lama sebanyak 15 orang (75%), Senin 11 orang (55%), Selasa 13 orang (65%), dan sebagian besar status gizi responden dalam kategori gemuk yakni laki-laki 6 orang (30%) dan perempuan 7 orang (37%). Uji statistik p-value = 0,22 p-value > 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara aktivitas menonton televisi dengan status gizi pada anak usia sekolah 6-8 tahun.Direkomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperbesar sampel penelitian dan menyertakan faktor determinannya.

KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PERAWAT BERDASARKAN TINDAKAN TIDAK AMAN

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.864 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari tindakan yang tidak aman oleh kecelakaan pada perawat di rumah sakit PW. Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Ukuran sampel dari 99 perawat dengan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah Chi Square dengan tingkat signifikansi α 0,05. Pengambilan informasi yang diperoleh melalui kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar (54,5%) responden melakukan tindakan tidak aman dan sebagian besar (54,5%) responden pernah mengalami kecelakaan tempat kerja. Kebanyakan jenis (23,2%) dari tindakan tidak aman yang sering dilakukan adalah mengoperasikan peralatan tidak memenuhi standar. Sebagian besar jenis (30,3%) dari kecelakaan kerja yang MDS karena posisi yang salah saat bekerja. Hal ini disebabkan sikap perawat yang tidak disiplin dan tidak bekerja sesuai SOP yang berlaku di RSPW tersebut. Hasil tes data tindakan tidak aman dengan kecelakaan kerja dengan p=0.231> 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tindakan tidak aman dengan kecelakaan kerja pada perawat di RSPW. RSPW diharapkan untuk menerapkan K3RS sesuai dengan KEPMENKES RI, membuat SOP pada perilaku kerja yang aman dan melakukan pelatihan K3.

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENYAKIT DBD DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.515 KB)

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Demam berdarah juga bukanlah penyakit baru karena penyakit ini terjadi hampir setiap tahun seiring dengan perubahan musim, yaitu dari musim penghujan ke musim kemarau dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang semua orang tua yang memiliki anak usia 7-10 tahun dengan penentuan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berarti seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan hampir setengah (46,7%) pengetahuan orang tua tentang penyakit Demam Berdarah Dengue kurang, sebagian besar (53,3%) Perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue kurang, sedangkan hasil uji spearman rank didapatkan p value =0,05 dengan nilai korelasi 0,654, sehingga bisa disimpukan bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin baik juga perilaku pencegahan penyakt Demam Berdarah Dengue. Diharapkan peneliti selanjutnya yang meneliti tentang judul yang sama dengan menggunakan metode observasi lanjutan pada responden anak usia sekolah karena pada anak usia sekolah memiliki risiko yang rentan untuk terkena Demam Berdarah Dengue akibat dari buruknya perilaku pencegahan di lingkungan. ABSTRACT Dengue fever is a disease that has a high prevalence in Indonesia. Dengue fever is also not a new disease because this disease occurs almost every year along with changing seasons, namely from the rainy season to the dry season and vice versa. The purpose of this study was to determine the relationship of parental knowledge about dengue disease to the behavior of prevention of dengue in Tlogomas Village, Malang City. The research design uses a correlation design using a cross sectional approach. The population in this study were 30 people all parents who have children aged 7-10 years with the determination of the study sample using total sampling, which means that the entire population was used as research samples. Data collection techniques used were questionnaires and interviews. The data analysis method used is the rank spearmen test. The results prove that almost half of (46.7%) knowledge of parents about dengue disease is lacking, most of them (53.3%) Preventive dengue behavior, while the results of the Spearman rank test obtained p value =0.05 with a correlation value of 0.654 so that it can be concluded that the better the knowledge, the better the prevention behavior of dengue fever. It is expected that the next researcher who examines the same title by using the advanced observation method on respondents of school age children because school-age children are at risk of being vulnerable to Dengue Hemorrhagic Fever as a result of poor prevention behavior in the environment. Keywords : Parent Knowledge; Dengue Hemorrhagic Fever Prevention.

HUBUNGAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN HIPETENSI PADA LANSIA

Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Volume 4 Nomor 1 (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.558 KB)

Abstract

Tidur merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh manusia secara reguler.Tidur mempunyai efek yang sangat besar terhadap kesehatan fisik, mental, emosi dan sistem imunitas tubuh. Seseorang yang kualitas dan kuantitas tidurnya kurang cenderung lebih mudah terserang penyakit, diantaranya adalah serangan jantung, anemia dan tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan gejala yang sering ditemui pada orang lansia dan menjadi faktor resiko utama insiden penyakit kardiovaskuler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gangguan pola tidur dengan hipertensi pada lansia di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Wilayah Kerja Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 orang yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Person product moment (P < 0,05). Hampir seluruhnya (79%) gangguan tidur responden termasuk dalam kategori terganggu yaitu 33 orang dan sebagian besar responden lansia tergolong dalam kategori hipertensi derajat 1 sebanyak 33 orang (79%). Hasil analisis bivariat menunjukkan Pvalue (0,002) < (0,050) artinya ada hubungan yang signifikan antara gangguan pola tidur dengan hipertensi pada lansia di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Wilayah Kerja Dinoyo Kota Malang. Diharapkan petugas kesehatan dapatmelakukan penyuluhan kepada lansia agar bisa berperilaku hidup sehat dengan cara menghindari gangguan pola tidur untuk mengurangi jumlah penderita hipertensi di Indonesia. ABSTRACT Sleep is a resting condition needed by humans on a regular basis. Sleep has a huge effect on the physical, mental, emotional and immune systems of the body. Someone whose sleep quality and quantity is less likely to be more susceptible to disease, including heart attacks, anemia and high blood pressure. Hypertension is a symptom that is often found in elderly people and is a major risk factor for the incidence of cardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the relationship of disturbances in sleep patterns with hypertension in the elderly in Posyandu Mawar, Merjosari Village, Dinoyo Work Area, Malang City. The research design used descriptive analytical method with cross sectional approach. The research sample amounted to 42 people who were determined by purposive sampling technique. Data were analyzed using Person product moment test (P

HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat religiusitas berhubungan dengan kebutuhan psikologis lansia, membantu dalam menghadapi kematian, memperoleh dan memelihara rasa berarti dalam hidupnya. Diketahui harapan hidup penduduk Indonesia naik dari 70,1 tahun pada 2009 menjadi 72,2 tahun pada 2010-2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat religiusitas dengan kualitas hidup lansia kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian mengunakan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 lansia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sebanyak 32 lansia yang dijadikan sampel penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan lebih dari separuh 23 (71,9%) responden memiliki tingkat religiusitas sangat baik dan lebih dari separuh 22 (68,8%) responden memiliki kualitas hidup baik, sedangkan hasil korelasi spearman rank didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan kualitas hidup lansia kelurahan Tlogomas Malang. Diharapkan lansia menjaga kualitas hidup dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak, melakukan olahraga, tidur teratur dan mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa tua dengan meningkatkan religiusitas. ABSTRACT The level of religiosity relates to the psychological needs of the elderly, help in the facing of death, obtain and maintain a sense of meaning in life. Indonesian population life expectancy rise from 70.1 years in 2009 to 72.2 years in 2010-2015. The aim of research is to know the correlation of religiosity and quality of life of the elderly villages Tlogomas Malang. The study metode using the correlation metode with cross sectional approach. The population in this study were 80 elderly people with the determination of the sample using purposive sampling to obtain a total of 32 elderly people who sampled the study. Data collection techniques used were questionnaires. Data analysis method used was the Spearman rank correlation by using SPSS. Research shows more than half of the 23 (71.9%) of respondents have a very good level of religiosity and more than half of the 22 (68.8%) of respondents have a good quality of life, whereas the correlation results obtained spearmen rank p value = (0.000)