Fahmi, Idqan
Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal

PERANCANGAN SISTEM EVALUASI KINERJA DIREKTORAT PEMBERITAAN LPP-TVRI DENGAN PENDEKATAN Balanced Scorecard (BSC) Indriani, Deasy; Fahmi, Idqan; Yusuf, Ahmad Mukhlis
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 3, No 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.3.1.47

Abstract

The objectives  of the research are to 1) formulate a BSC based performance model criteria in the Directorate  Information LPP-TVRI, 2) derive the Directorate  of  Information LPP-TVRI strategic components (vision and mission) into a strategic plan, objective and initiative, 3) develop a strategy map for the Directorate  of  Information LPP-TVRI, 4) define chosen factors in KPI as a performance criteria, , 5) conduct a simulation on the performance criteria  plan in the Directorate  of  Information LPP-TVRI using BSC method.  The method used in the research is Balanced Scorecard (BSC) for 4 perspectives; finance, consumer, internal business process, and growth and learning perspectives.  The result is presented in a strategic plan, objective and initiative based on the BSC four perspectives.  This becomes a measured output and can be evaluated by the management.  The focus on the improvement in this perspective will show a significant improvement.  The effort of the Information Directorate to increase the audience share as the responsibility in using public funds from APBN is carried out by specifying the KPI to be implemented.  The evaluation plan simulation on the performance of the Directorate Information LPP-TVRI derived from BSC method and the flow of cause and effect relationship through Strategy map, resulting in the presence of a number of KPI that has to be implemented by the TVRI management. Keywords:   balanced scorecard key, key performance indicators, Strategy Map, public televisionAbstrakTujuan penelitian ini adalah 1) merumuskan model pengukuran kinerja berbasis BSC dilingkungan Direktorat Pemberitaan LPP-TVRI, 2) menurunkan komponen-komponen strategik (visi-misi) Direktorat Pemberitaan TVR kedalam  rencana strategik, tujuan dan inisiatif strategik, 3) membentuk Strategy Map untuk Direktorat Pemberitaan TVRI, 4) menentukan faktor-faktor apakah yang akan dipilih menjadi KPI sebagai pengukuran kinerja dan  5) melakukan simulasi rancangan pengukuran kinerja Direktorat Pemeberitaan TVRI dengan metode BSC. Metode penelitian yang digunakana Balanced Scorecard (BSC) dengan empat perspektif; perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil penjabaran komponen strategik Direktorat Pemberitaan LPP-TVRI kedalam rencana strategis, tujuan dan  inisiatif melalui empat perspektif BSC menghasilkan output dan outcome yang terukur,  sekaligus bisa dievaluasi oleh jajaran top manajemen. Fokus perbaikan pada perspektif ini, akan memperlihatkan perbaikan yang signifikan. Upaya Direktorat Pemberitaan meningkatkan audience share sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana publik lewat APBN, dilakukan dengan menentukan KPI yang harus dilaksanakan. Simulasi rancangan penilaian kinerja atas Direktorat Pemberitaan LPP-TVRI, yang diturunkan dari metode BSC dan membuat alur hubungan sebab akibat lewat Strategy Map, menghasilkan sejumlah KPI yang harus dijalankan oleh manajemen TVRI.Kata kunci: balanced scorecardkey,key performance indicators, Strategy Map, televisi publik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA KARYAWAN PT PUL LOGISTICS INDONESIA Syafei, Muhammad; Fahmi, Idqan; Hubeis, Aida Vitayala S.
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 2, No 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.2.3.217

Abstract

The purposes of this study are 1) to analyzing the employee perceptions on the organizational culture, motivation, leadership, and work environment, and their effects on the employee performance of PT Pul Logistics Indonesia (PLI); 2) to analyze the most influential factors among the organizational culture, motivation, leadership, and work environment on the performance of PLI employees; 3) to formulate strategies to improve the performance of PLI employees by developing the organizational culture, motivation, leadership, and work environment. The methods utilized in this study were the Scale Analysis and Structural Equation Modeling (SEM). Thus, the organizational culture, motivation, leadership, and work environment have significant effects on the employee performance. Leadership is identified as the most influential factor followed by motivation, work environment, and organizational culture as the least. The formulation of strategies to improve employee performance covers the strengthening of professionalism culture, improvement in the commitment of performance assessment transparency, increase in knowledge and leadership awareness indicators, provision of supporting facilities and infrastructure, and increase in the understanding of employee SOP.Keywords: organizational culture, motivation, leadership, work environment, employee performance, SEMABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis persepsi karyawan terhadap budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan dan lingkungan kerja, serta pengaruhnya terhadap kinerja karyawan PT Pul Logistics Indonesia (PLI); 2) menganalisis faktor yang paling berpengaruh di antara budaya organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan, lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PLI; 3) merumuskan strategi meningkatkan kinerja karyawan PLI melalui peningkatan budaya organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan, dan lingkungan kerja. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah dengan analisis rentang skala dan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Budaya organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Kepemimpinan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja diikuti motivasi selanjutnya lingkungan kerja dan terakhir budaya organisasi. Rumusan strategi meningkatkan kinerja karyawan diantaranya penguatan budaya profesionalisme, peningkatan komitmen transparansi penilaian kinerja, peningkatan indikator pengetahuan dan kesadaran kepemimpin, pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kerja, peningkatan pemahaman SOP karyawan. Kata kunci: budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, kinerja karyawan, SEM
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMBIAYAAN BERBASIS BAGI HASIL (EQUITY FINANCING) PADA BANK SYARIAH X Priyanto, Toni; Fahmi, Idqan; Ismal, Rifki
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 2, No 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.2.3.281

Abstract

This study aims to determine the factors that affect the equity financing at the Islamic Banking which covers quantitative financing profit and loss sharing and to formulate policies to be performed by the management in maintaining the financing growth. The study was conducted by utilizing Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model with variables including BI rate and inflation as the external factor. The test results of both external factors indicated a negative impact on both financing. BI rate as an indicator of the governments policy becomes the fastest variable affecting the equity financing i.e. at lag 1. Inflation comes as the macroeconomic indicator at lags 2, 9 and 10. All internal factors have a negative impact on both financing types except for the cost of education and training, and autoregressive variables. The fund of the third party influences the sharing of profit and loss (mudharabah) at lag 1 and at 9, meanwhile the capital adequacy ratio affects the profit sharing (mudharabah) at lag 8, and it affects the loss sharing (musyarakah) at lag 6. The cost of education and training has an effect on loss sharing at lag 5, and Islamic banking basic education affects profit financing at lag 2 whereas the trend of financing profit sharing is at lag 8 and loss sharing at lags 1 and 2 and since it autoregressive, it affects each financing of the current period.Keywords: autoregressive, dynamic, mudaraba, musharaka, profit and loss sharing financingABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pembiayaan berbasis bagi hasil pada Bank Syariah yang meliputi pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara kuantitatif dan merumuskan kebijakan-kebijakan yang dapat dilakukan manajemen dalam menjaga pertumbuhan pembiayaannya. Penelitian dilakukan menggunakan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Model dengan variabel yang digunakan meliputi BI Rate dan inflasi sebagai faktor eksternal. Hasil pengujian kedua faktor eksternal memberikan pengaruh negatif terhadap kedua pembiayaan tersebut. BI Rate sebagai indikator kebijakan pemerintah menjadi variabel yang paling cepat memengaruhi pembiayaan berbasis bagi hasil yaitu pada lag 1. Berikutnya diikuti oleh inflasi sebagai indikator makroekonomi pada lag 2, 9 dan 10. Seluruh faktor internal memberikan pengaruh negatif terhadap kedua jenis pembiayaan kecuali biaya pendidikan dan pelatihan dan variabel autoregressive. Dana pihak ketiga memengaruhi pembiayaan mudharabah pada lag 1 dan 9. Sementara rasio kecukupan modal pada lag 8 memengaruhi pembiayaan mudharabah dan pada lag 6 memengaruhi pembiayaan musyarakah. Biaya pendidikan dan pelatihan memengaruhi pembiayaan musyarakah pada lag 5, pendidikan dasar perbankan syariah memengaruhi pembiayaan mudharabah pada lag 2. Sementara tren pembiayaan mudharabah pada lag 8 dan pembiayaan musyarakah pada lag 1 dan 2 sebagai autoregressive memengaruhi masing-masing pembiayaan pada periode kini.Kata kunci:    autoregressive, dynamic, mudaraba, musharaka, profit and loss sharing financing
PENGEMBANGAN KAMUS KOMPETENSI KESELAMATAN KERJA DI PT XYZ INDONESIA TBK Kristanto, Yudhie Dwi; Fahmi, Idqan; Maulana, Agus
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 3, No 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.3.1.1

Abstract

The occupational health and safety known as K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja) is one of the main objectives of PT XYZ Indonesia ltd. operation.  Currently PT XYZ Indonesia ltd has possessed an occupational safety competent model for the operational area originally from XYZ global. The objectives of the research are to define the role of the Occupational safety and health (OSH) department, arrange an appropriate competent model and specify the competent level requirements in each job positions and also formulate a development program for each competency.  The research uses DACUM (Developing a Curriculum) modified method and refers to AMA (American Management Association) competent literature.  The result of the research shows that there are nine main competencies in the department of occupational safety.  The four competencies in occupational safety cover 1) OHS mission implementation & tactical planning, 2) controls hazards & manages risks, 3) result oriented OHS, and 4) mastering complexity & manages incidents.  While the other five competencies are related to leadership competent, they are 1) communication, 2) partnering, 3) influencing, 4) building trust & personal accountability, 5) critical & analytical thinking.  The content designed for the competent model are 1) the list of nine main required competencies, 2) the definition of each competency, 3) the level of each competency, 4) the development for each level, 5) the need of the competent level for each job positions. Based on the research, it shows that the DACUM modified method is suitable to formulate the competency needed from the unit. Keywords: competent, occupational safety, human resources, DACUM, AMA AbstrakKeselamatan dan kesehatan kerja, atau yang juga dikenal sebagai K3,  merupakan salah satu tujuan utama dalam operasi PT XYZ Indonesia tbk. Saat ini PT XYZ Indonesia tbk telah memiliki model kompetensi keselamatan kerja untuk area operasional yang berasal dari XYZ global. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan peranan-peranan departemen OHS, menyusun model kompetensi yang sesuai dan menentukan tingkat persyaratan kompetensi di masing-masing jabatan, serta merumuskan program pengembangan di setiap kompetensi. Penelitian ini menggunakan metode modified DACUM (Developing  A  Curriculum)  dan merujuk kepada kamus kompetensi AMA (American Management Association). Hasil penelitian menunjukkan ada sembilan kompetensi utama untuk departemen keselamatan kerja. Empat dari sembilan kompetensi tersebut adalah kompetensi  keselamatan kerja, yang meliputi 1) OHS mission implementation & tactical planning, 2) controls hazards & manages risks, 3) result oriented OHS, dan 4) mastering complexity & manages incidents. Sebaliknya, lima kompetensi lainnya merupakan kompetensi leadership, yang meliputi 1) communication, 2) partnering, 3) influencing, 4) building trust & personal accountability, 5) critical & analytical thinking. Isi dari model kompetensi yang dibuat adalah 1) daftar sembilan kompetensi utama yang dipersyaratkan, 2) definisi masing-masing kompetensi, 3) tingkatan masing-masing kompetensi, 4) pengembangan untuk setiap tingkatan, 5) kebutuhan tingkat kompetensi untuk setiap posisi jabatan. Dari penelitian juga terlihat bahwa metode modified DACUM dapat dipergunakan untuk merumuskan kompetensi yang dibutuhkan dari unit kerja ini.Kata kunci: kompetensi, keselamatan kerja, sumber daya manusia, DACUM, AMA
Pengaruh Bauran Pemasaran, Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Benih Cap Kapal Terbang di Jawa Barat Supriatna, Dodi; Nurrochmat, Dodik Ridho; Fahmi, Idqan
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 3, No 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.3.3.341

Abstract

Marketing tools known as the marketing mix, interacts with the brand equity in influencing consumer purchasing decisions. This study aims to analyze the level of marketing mix and brand equity and analyze the effect of the marketing mix with dimensions of brand equity. Presentation techniques and data analysis used in this research is descriptive analysis and Structural Equation Model (SEM). Research using depth interview technique. The experiment was conducted in West Java province with the number of respondents 137 vegetable farmers. Research shows that the product and the price has no effect on all dimensions of brand equity. Meanwhile, marketing channels and promotion effect on perceived quality, each with a loading factor of 0.516 and 0.715. Brand awareness and brand association has no effect on the decision. Only perceived quality influence on purchase decisions with a value of loading factor of 0.516. The study concluded that, perceived quality influences purchase decisions. Channel marketing and promotion affect perceived quality.Keywords: brand equity, distribution channel, marketing mix, perceived quality, purchasing decision, SEMAbstrak: Instrumen pemasaran yang dikenal sebagai bauran pemasaran (marketing mix), saling berhubungan dengan ekuitas merek dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran dengan dimensi ekuitas merek dan menganalisis pengaruh ekuitas merek dengan keputusan pembelian. Teknik penyajian dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis Struktural Equation Model (SEM). Penelitian menggunakan teknik interview mendalam dilaksanakan di propinsi Jawa Barat dengan jumlah responden 137 orang petani sayuran. Produk dan harga tidak berpengaruh terhadap semua dimensi ekuitas merek. Penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran dan promosi berpengaruh terhadap perceived quality, masing-masing dengan loading faktor 0,516 dan 0,715. Brand awareness dan brand association tidak berpengaruh terhadap keputusan. Hanya perceived quality berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan nilai loading faktor 0,516. Penelitian disimpulkan bahwa, perceived quality memengaruhi keputusan pembelian. Saluran pemasaran dan promosi memengaruhi perceived quality.Kata kunci: ekuitas merek, saluran distribusi, bauran pemasaran, perceived quality, keputuan pembelian, SEM 
Perumusan Strategi Bisnis PT XYZ Hutahaean, Roy; Fahmi, Idqan; Yusuf, Ahmad Mukhlis
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 3, No 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.3.3.447

Abstract

The purpose of this study is to formulate business strategy of XYZ Company. This study used 4 analysis tool Matrixes i.e. IFE (Internal Factor Evaluation) and EFE (External Factor Evaluation), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threat), and QPSM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The primary and secondary data were used for this study. The IFE and EFE analysis showed weighted values of 2.52; 3.31 in quadrant II, indicating that this company is still in growth and development phase while, through the SWOT analysis, 5 alternative strategies could be concluded i.e. (1) collaboration with government to provide special fleet as domestic transportation to support national shipping industry; (2) collaboration not only with Head company but also with the other multi-stakeholders; (3) Capacity building regarding development of national shipping industry to XYZ employees; (4) establishment of agreement among multi-stakeholders against corruptions, collusion and nepotism; (5) development of a good working mechanism in accordance with the structural organization to increase working efficiency. Lastly, based on QPSM analysis, the main priority in business strategy of XYZ Co. is the capacity building for all of its employees.Keywords: business strategy, IFE,EFE, SWOT Matrix, QSPMAbstrak: Penelitian ini bertujuan memformulasikan strategi bisnis PT. XYZ melalui pendekatan analisis deskriptif. Alat alat analisis yang digunakan, yaitu matrix IFE (Internal factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threat) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil IFE dan EFE diperoleh nilai tertimbang masing masing sebesar (2,523;3,310) sehingga posisi perusahaan dalam matriks IE berada di kuadran II, yaitu tumbuh dan kembangkan. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh lima alternatif strategi (1) bekerja sama dengan pemerintah dalam menyiapkan armada khusus untuk pengangkutan dalam negeri sehingga mendukung industri pelayaran nasional; (2) bekerja sama dengan pihak lain diluar Perusahaan induk; (3) peningkatan kapasitas tentang pengembangan industri pelayaran nasional kepada staff; (4) membangun kesepakatan dengan pihak-pihak terkait untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (5) membangun mekanisme kerja yang baik sesuai dengan struktur organisasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja. Berdasarkan analisis QSPM prioritas utama dalam perumusan strategi bisnis PT.XYZ adalah peningkatan kapasitas seluruh staff.Kata kunci: perumusan strategi, IFE, EFE, SWOT Matrix, QSPM