Djohar, Setiadi
Sekolah Tinggi Manajemen PPM

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Elemen-elemen Sistem Manajemen Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMLK3) untuk Bisnis Berkelanjutan Wardhani, Mastika; Suharjo, Budi; Djohar, Setiadi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 1 (2018): JABM Vol. 4 No. 1, Januari 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.1.119

Abstract

This study aimed to analyze the relationship among the elements of management commitment, operational controls and human resource competencies in the occupational environmental, safety, and health management systems (ESHMS) in the XYZ Group. The secondary data were obtained from the company archives and judgmental sampling was used against the 100 expert respondents to obtain the primary data. Descriptive analysis and structural equation modelling (SEM) were used for data analysis method. The results showed that management commitment element significantly influences the company operational control and human resource competencies, and the operational control elements significantly influences the human resource competencies.Keywords: ESHMS, management commitment, operational controls and human resource competencies, SEM
Strategi Pengembangan Balai Inseminasi Buatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan Pendekatan Business Model Canvas Prabuwisudawan, Dwipanca; Rifin, Amzul; Djohar, Setiadi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.3.317

Abstract

Fungsi utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di semua sektor. Salah satu sektor yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah sektor peternakan. Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang merupakan salah satu pelaku usaha peternakan yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam sektor peternakan. Penelitian ini betujuan untuk 1) mengidentifikasi model bisnis BIB Lembang dengan menggunakan business model canvas, 2) membuat model bisnis yang telah disempurnakan dengan pendekatan business model canvas 3) membuat program perbaikan dari model bisnis yang telah disempurnakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan business model canvas dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil kajian didapatkan sembilan elemen model bisnis BIB Lembang antara lain co-creator, value proposition, channels, relations, value stream-returns, key resources, key activities, key partership, dan value stream-outlay and costs, pembuatan model bisnis perbaikan berdasarkan analisis SWOT pada masing-masing elemen, serta program perbaikan berupa pengembangan internal organisasi, saluran distribusi, informasi, dan komunikasi, serta pengelolaan keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU). Kata kunci: BIB, business model canvas, peternakan ,strategi pengembangan , SWOT
Strategi Bersaing dan Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan Resources Base View Perusahaan Komponen Otomotif Indonesia Purwantoro, Purwantoro; Daryanto, Heny K; Djohar, Setiadi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.220

Abstract

Indonesia has the highest growth of motor vehicle industry in Southeast Asia. The shifting of central car production has started since 2012 with the initial launch of low cost green car (LCGC). This development was followed by the growth of automotive component industry to support it. To compete in business coverage with high attractiveness industry, strategies and highly capable human resources are required by the company. This research utilized resource-based view in examining the connection between Porter’s competitiveness strategy and company’s human resource and its performance. This research classified human resource configuration into product-based and process-based, and the companies were categorized into strategic groups. Thus, this research examined the different performances between strategic groups. The relationship between human resource configuration and strategies was analyzed to reveal the differences of human resource and its competence in one strategic group and to examine its connection to the company’s performance. The primary finding in this research was the significant differences of performances among strategic groups in which companies in the same group have a distinctive human resource configuration.Keywords: competitiveness strategy, base resource, performance, competitive advantageAbstrak: Indonesia mempunyai pertumbuhan industri kendaraan bermotor tertingi di Asia Teggara. Pergeseran pusat produksi mobil sudah dimulai sejak tahun 2012 dengan diluncurkannya low cost green car (LCGC). Perkembangan ini diikuti oleh tumbuhnya industri komponen otomotif sebagai pendukungnya. Untuk dapat bersaing dalam lingkungan bisnis dengan industry actractiveness yang masih tinggi diperlukan strategi dan capability sumber daya yang unggul bagi perusahaan. Penelitian ini menggunakan resources base view dalam menganalisis keterkaitan antara strategi bersaing Porter, sumber aya perusahaan dan kinerja. Dalam penelitian ini penulis membagi konfigurasi sumber daya menjadi product based dan processs based. Lalu perusahaan-perusahaan ini dikelompokkan dalam grup strategi dan mengukur perbedaan kinerja antara grup strategi. Hubungan antara konfigurasi sumberdaya dan strategi dianalisis untuk mengetahui perbedaan sumber daya dan distinctive competence dalam satu grup strategi dan menganalisis keterkaitannya dengan kinerja perusahaan.Temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kinerja yang signifikan diantara grup strategi, perusahaan-perusahan dalam satu grup strategi memiliki perbedaan konfigurasi sumber daya.Kata kunci: strategi bersaing, resources base, kinerja, competitive advantage
KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN APOTEK DAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN MENGENAI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN YANG BERLAKU (STUDI KASUS DI KOTA DEPOK) Yulia, Prima Roza; Baga, Lukman M.; Djohar, Setiadi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 2, No 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.2.3.312

Abstract

Customer satisfaction is one of the indicators in the success of business services, including the health services such as pharmacy. Customer satisfaction towards pharmaceutical services can be measured by comparing customer expectation towards service quality in reference to the experienced reality of service performance. The objectives of this study are to analyze customer satisfaction and expectation levels, as well as to examine the prioritized improvement attribute in the pharmaceutical service dimension in Depok City. Moreover, it also aims to reveal the level of customer knowledge in Depok City towards pharmaceutical service standard in pharmacies, in accordance with what is established by the government. Analytical method in this research was performed by applying gap analysis in reference to the concepts of Service Quality (Servqual), Customer Satisfaction Index/CSI, and Importance Performance analysis (IPA).The results of the study showed that customer satisfaction towards the quality of pharmaceutical services in Depok City is still in the ‘adequate’ category but still below the ‘satisfied’ category. Meanwhile, the prioritized service attributes to be improved include the presence of pharmacists in pharmacies, availability of medicinal drugs, and feedbacks from pharmacists on customer questions regarding the medicines they purchase. On the other hand, the respondents’ knowledge on pharmaceutical services in pharmacies, in accordance with the standard established by the government, is still lacking.Keywords: pharmacy, customer satisfaction, pharmaceutical services, servqual, IPAABSTRAKKepuasan pelanggan merupakan salah satu indikator dari keberhasilan layanan bisnis, termasuk juga pada pelayanan kesehatan seperti apotek. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan apotek dapat diukur dengan membandingkan harapan pelanggan terhadap kualitas layanan dengan kenyataan dari kinerja layanan yang  diterima. tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasaan dan harapan konsumen serta prioritas perbaikan atribut pada dimensi pelayanan apotek di Kota Depok Selanjutnya, untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen di Kota Depok terhadap standar pelayanan kefarmasian di apotek, sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Metode analisi dalam penelitian ini menggunakan analisis gap berdasarkan konsep Service quality (Servqual), Indeks Kepuasan Pelanggan (Costumer Satisfaction Index/CSI) dan Importance Performance analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan untuk kualitas pelayanan apotek di Kota Depok adalah dalam kategori cukup tapi masih di bawah kategori puas. Sementara atribut pelayanan yang diprioritaskan untuk perbaikan adalah: kehadiran apoteker di apotek, kelengkapan obat, dan tanggapan dari petugas apotek atas pertanyaan konsumen mengenai obat-obatan yang mereka dapatkan. Di sisi lain, pengetahuan responden tentang pelayanan kefarmasian di apotek yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah masih kurang.Kata kunci: apotek, kepuasan konsumen, pelayanan kefarmasian, servqual, IPA
Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Salon XYZ Dewi, Nawangwulan Ratri; Sukardi, Sukardi; Djohar, Setiadi
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 4, No 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.3.365

Abstract

Salah satu jenis usaha jasa yang mengalami peningkatan dengan pesat adalah usaha salon kecantikan. Kota besar menjadi pendukung tumbuhnya usaha salon, seperti kota Bogor. Salah satu salon di kota Bogor yang cukup berkembang adalah Salon XYZ. Menyusul keberhasilannya, Salon XYZ ingin mengembangkan bisnis salon ke luar kota Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses bisnis Salon XYZ; 2) mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi Salon XYZ; 3) memformulasikan alternatif strategi pengembangan bisnis di luar kota Bogor; 4) memilih prioritas strategi yang dapat digunakan dalam pengembangan bisnis Salon XYZ. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) identifikasi proses bisnis Salon XYZ dengan menggunakan analisis deskriptif; 2) identifikasi faktor internal Salon XYZ menggunakan metode Internal Factor Evaluation (IFE) dan identifikasi faktor eksternal Salon XYZ menggunakan metode External Factor Evaluation (EFE), penentuan posisi bisnis Salon XYZ dengan menggunakan matriks Internal External (IE); 3) formulasi alternatif strategi menggunakan metode matriks SWOT; 4) perumusan strategi prioritas dengan metode Quantitative Stratategy Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis internal dan eksternal didapatkan posisi Salon XYZ berada pada kuadran II yaitu pada posisi bertumbuh dan membangun, strategi yang harus dilakukan adalah perluasan pasar, perluasan produk dan penetrasi produk. Hasil dari alternatif strategi matriks SWOT, didapatkan prioritas strategi dari QSPM adalah memperluas pangsa pasar dengan membuka outlet di luar kota Bogor yaitu ke Jakarta, Depok, Bandung dan Bekasi.Kata kunci: EFE, bisnis salon, IFE, QSPM, SWOT