Manu, Lusia
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Komposisi dan distribusi hasil tangkapan kapal pukat cincin KM Grasia 04 di perairan Laut Maluku (Composition and distribution catch of Grasia 04 purse seiner in Molucca Sea waters)

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 2, No 5: Juni 2017
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purse seine is considered to be the most productive fising gear to catch pelagic fish, so there are many purse seiners that based in Bitung Oceanic Fishing Port operate in Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (WPP) 715 Moluccas Sea. There was and  issue that the catches of purse seiner around FADs was classified as immature fish. Therefore,  necessary to study the diversity and distribution of purse seiner catches in the area.  The data collection was done by direct observation and active participation in the field and deep interviews with the crews of Grasia 04 purse seiner. At each hauling, twenty fish from each species were taken randomly measured their fork lengths.  Catches during the study consisted of six species; namely skipjack (Katsuwonus pelamis), yellow fin tuna (Thunnus albacores), little tuna (Auxis thazard), scad mackerel (Decapteru smacarellus), rainbow runner (Elagatis bipinnulata), oceanic trigger fish (Canthidermis maculata) and trevally (Selaroides leptolepis). The dominatcatch in each hauling were skipjack, yellowfin, tuna and scad mackerel. Results were showed that most of the catches of Grasia 04 purse seinerin the waters of Moluccas Sea not legal size.Keywords: Composition and distribution catch, purse seiner Grasia 04, Molucca Sea. ABSTRAKAlat tangkap purse seine dianggap paling produktif untuk menangkap ikan pelagis, sehingga banyak kapal purse seine yang berpangkalan di  Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI (WPP) 715 Laut Maluku. Beberapa issue menyebutkan bahwa hasil tangkapan purse seine terutama di sekitar rumpon tergolong ikan-ikan yang belum dewasa. Oleh karena itu, perlu mempelajari keragaman dan distribusi hasil tangkapan purse seine di wilaya tersebut.  Pengumpulam data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan partisifasi aktif dilapangan, wawancara dengan anak buah kapal KM Grasia 04. Pada setiap kali hauling, diambil secara acak 20 ekor ikan sampel setiap jenis dan mengukur panjang bakunya.  Hasil tangkapan selama penelitian adalah 6 jenis  ikan; yaitu ikan cakalang (Katsuwonuspelamis), madidihang (Thunnusalbacores), tongkol (Auxis thazard), malalugis (Decapterus macarellus), sunglir (Elagatis bipinnulata), tato batang (Canthidermis maculata) dan selar (Selaroides leptolepis).Tetapi hasil tangkapan yang dominan pada setiap hauling adalah cakalang, madidihang, tongkol dan malalugis. Hasil analisis menunjukan bahwa sebagian besar hasil tangkapan kapal purse seine Grasia 04 di perairan Laut Maluku belum layak tangkap.Kata kunci: Komposisi dan distribusi tangkapan, pukat cincin KM Grasia 04, Laut Maluku

Fluktuasi Musiman Cakalang (Katsuwonus pelamis): Studi Kasus Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Seasonal Fluctuation of Skipjack (Katsuwonus pelamis): Case Study of Bitung Oceanic Fishing Port)

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study we determined the seasonal catch fluctuations of skipjack (Katsuwonus pelamis) which landed at the Bitung Oceanic Fishing Port using descriptive method through case study approach. Data were analysed using analyzes period methods. The results indicated that the high seasonal index occurred from March to October, where the peak season occurred in May and August, and the respective indexes were 0.23 and 0.22 or equivalent to the catch average of 2.98 and 3.00 tons; and the low fishing season index was from November to February, which the lowest seasonal index of -0.36 occurred in December or equivalent to the catch average of 1.56 tonKeywords: fishing season, fluctuation, skipjack, Bitung ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi musim penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data dianalasis menggunakan metode analisis periode.  Hasil penelitian menunjukkan Indeks musim yang besar terjadi pada bulan Maret sampai Oktober, dimana puncak musim terjadi pada bulan Mei dan Agustus dengan index masing-masing sebesar 0,23 dan 0,22 atau hasil tangkapan rata-rata 2,98 dan 3,00 ton, dan indeks musim penangkapan terkecil berada pada bulan November – Februari, dimana indeks musim terendah terjadi pada bulan Desember yakni sebesar 0,36 atau rata-rata tangkapan sebesar1,56 tonKata-kata kunci : Musim penangkapan, fluktuasi, Cakalang, Bitung

Produktivitas purse seiner 15 – 30 GT penangkap ikan layang (Decapterus sp) (Productivity of Scads Purse Seiner 15-30 GT)

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Productivity of purse seiner contributes to fishing catch. The purpose of this research was determined the productivity of scads purse seiner > 15 GT - 30 GT which landed at the Bitung Oceanic Fishing Port during 2016. Descriptive method with purposive sampling technique used in this research. The results indicated that were 8 purse seiners having the productivity value is greater than 1.2 tons with the highest production of 216.51 tons. Keywords: productivity, purse seiner, scads, Bitung ABSTRAKProduktivitas kapal purse seine berkontribusi terhadap hasil penangkapan ikan.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produktivitas kapal purse seine penangkap ikan layang (Decapterus sp.) berukuran > 15 GT – 30 GT yang didaratkan di Pelabuhan Samudra Bitung selama tahun 2016. Metode deskriptif dengan teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan terdapat 8 kapal yang nilai produktivitasnya lebih besar dari 1,2 ton dengan produksi sebesar 216,51 tonKata-kata kunci: Produktivitas, kapal purse seine, ikan layang, Bitung

Kajian Produktivitas Perikanan Tuna Cakalang Tongkol yang Tertangkap dengan Kapal Pukat Cincin (purse seine) 20 – 30 GT di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Productivity of Tuna, Skipjack, Tuna Frigate Catched by Purse Seiner 20 - 30 GT Landed in Bitung Oceanic Fishing Port)

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to distinguish the productivity of purse seiner 20 - 30 GT and the fluctuation of Tuna, Skipjack and Tuna frigate landed in Bitung Ocean Fishing Port for the period of 2011 to 2015. Survey method with descriptive approach was applied in this research. The result indicated that the production reached the peak on 2011 to 2012 and subsequently decreased until 2015. In general, the production of every single purse seiner has shown a tendency to increase.Keywords : productivity, tuna, skipjack, tuna frigate, purse seiner, Bitung. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas kapal dan fluktuasi hasil tangkapan ikan Tuna, Cakalang, Tongkol yang menggunakan  kapal purse seine 20 – 30 GT di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung untuk periode tahun 2011 sampai 2015. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode survei dengan pendekatan secara deskriptif. Puncak produksi terjadi pada tahun 2011 sampai tahun 2012 dan selanjutnya mengalami penurunan  sampai tahun 2015. Perkembangan produksi per trip secara umum dari setiap kapal menunjukkan kecenderungan untuk naik.Kata-kata kunci: produktivitas, tuna, cakalang, tongkol, kapal purse seine, Bitung.

Komunitas ikan pada terumbu buatan pipa paralon dan biorock di perairan pantai Malalayang, Kota Manado Sulawesi Utara (Fish community inartificial reefs of paralon pipe and biorock, placedin coastal waters of Malalayang, Manado North Sulawesi)

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral reefs in Malalayang coastal waters has degraded due to impact of restoration and pollution, especially domestic disposals. It makes the fishermen communities who depend upon the coral reef fisheries difficult to fish in the coastal waters. One of the solutions for coral restoration is to develop artificial reefs. The objective of the study is to know the ecological condition of the fish communities in two types of artificial reefs, biorock and paralon pipe. Data sampling was done every week for one month in the morning at 09.00 O’clock am and afternoon at 14.00 pm, using stationary visual census method. The data covered species and number of coral fishes around the artificial reefs. Data analyses focused on the diversity and the richness individu. Results showed that the fish communities in both artificial reefs that the fish occurrence in the biorock were relatively higher than those in the paralon pipe, this is related to habitat conditions in biorock providing a greater opportunity for the presence of fish there. There were 13 to 15 fish genera found in both artificial reefs. The highest number was recorded in the morning. The diversity of fish species is low, but the abundance of fish is classifiedas moderate criteria.Keywords: artificial reef, coral fish, Malalayang Manado, BiorockAbstrakTerumbu karang di perairan pantai Malalayang sudah mengalami degradasi, karena dampak kegiatan reklamasi dan polusi terutama sampah. Hal ini menyebabkan masyarakat nelayan yang hidupnya bergantung pada perikanan terumbu karang semakin sulit menangkap ikan di perairan pesisir. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk merestorasi sumberdaya alam yang rusak adalah terumbu buatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi ekologi komunitas ikan pada dua tipe terumbu buatan, yakni biorock dan pipa paralon. Pengambilan data dilaksanakan dua kali dalam sehari yaitu pagi hari (pukul 09.00 Wita) dan siang hari (14.00 Wita) selama sebulan, dengan menggunakan metode stationery visual sensus. Data komunitas ikan yang dianalisa adalah keragaman dan kekayaan jenis. Hasil yang diperoleh adalah Keberadaan ikan di terumbu buatan biorock relatif lebih banyak dari pada di terumbu buatan pipa paralon. Ada 13 sampai 15 jenis ikan yang ditemukan di terumbu buatan biorock dan pipa paralon. Jumlah yang terbanyak dijumpai pada pengamatan di pagi hari. Nilai keragaman jenis ikan tergolong rendah, namun memiliki kelimpahan ikan yang tergolong sedang sampai tinggi.Kata kunci: Terumbu buatan, ikan karang, Malalayang Manado, Biorock.