Barus, Muhammad Irsan
Prodi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, UIN Raden Fatah

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri Kahar, Syadidul; Barus, Muhammad Irsan; Wijaya, Candra
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 2 (2019): ANTHROPOS JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v4i2.11949

Abstract

The purpose of this study was to find out the role of the Darusaa'dah Islamic Boarding School in the Pangkalan Susu District of Langkat in the Form of Santri Character The approach used is case study. The object of this research is religious Islamic education institutions. Data sources are people who are directly and indirectly involved with pesantren. To collect these data, the author uses several techniques in data collection, namely documentation, observation and interviews. Data analysis in research uses interpretive patterns that aim to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. In this study researchers focused on two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. used in the Darusa'dah Islamic Boarding School which is related to character formation. The Darusaa'dah Islamic Boarding School curriculum accommodates students who focus on learning two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. The pesantren curriculum material taught is sourced from the yellow book which includes; religious laws, monotheism, morals and Arabic. The education curriculum of the Darusaa'dah Islamic Boarding School is focused on the teaching of the Koran, hadith and the books written by the previous ulama. Educational material is presented based on class. The pesantren curriculum and general education curriculum are taught in the Darusaa'dah Islamic Boarding School, as well as forming the character of the santri.
Kontribusi Minat Belajar, Lingkungan Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Hasil Belajar PAI SMP Barus, Muhammad Irsan
Psikis Vol 3 No 1 (2017): Psikis: Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Prodi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v3i1.939

Abstract

Tujuan utama penelitian ini untuk mengungkapkan kontribusi: (1) minat belajar terhadap hasil belajar PAI: (2) lingkungan sekolah terhadap hasil belajar PAI: (3) profesionalisme guru terhadap hasil belajar PAI: (4) minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru secara bersama-sama terhadap hasil belajar PAI.Penelitian ini terdiri atas tiga variabel bebas, yaitu minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru. Variabel terikatnya adalah hasil belajar PAI. Populasi penelitian 170 orang. Sampel dipilih dengan teknik proportional random sampling sebanyak 135 orang. Data minat belajar, lingkungan sekolah, dan profesionalisme guru diperoleh dengan mengedarkan angket kepada 135 peserta didik, sedangkan data tentang hasil belajar diperoleh melalui dokumen hasil ujian semester. Data dianalisis menggunakan uji regresi berganda.Temuan hasil penelitian menunjukkan (1) minat belajar berkontribusi sebesar 17,8% terhadap hasil belajar PAI; (2) lingkungan sekolah berkontribusi sebesar 17,9% terhadap hasil belajar PAI; (3) profesionalisme guru berkontribusi sebesar 19,5% terhadap hasil belajar PAI; (4) minat belajar, lingkungan sekolah dan profesionalisme guru berkontribusi secara signifikan sebesar 28,1% terhadap hasil belajar PAI dan 71,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pembiayaan Pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Babussalam Kutacane Barus, Muhammad Irsan; Kahar, Syadidul; Kudadiri, Saidup
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12311

Abstract

Sistem pembiayaan pendidikan di Indonesia, pemerintah tidak bisa melepaskan diri dengan pihak swasta dan masyarakat. Hubungan pemerintah, masyarakat, dan swasta merupakan hubungan yang tidak terpisahkan dalam peranannya meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan. Berbeda dari sistem pendidikan di negara maju, negara berkembang memprioritaskan anggaran daerahnya untuk pembangunan pandidikan dan dilakukan dengan berbagai model pembiyaan yang menguntungkan bagi pembangunan pendidikan di negaranya. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mengungkapkan data deskriptif dari informan tentang apa yang mereka lakukan, rasakan, dan yang mereka alami terhadap fokus penelitian. Penelitian ini berupaya mendiskripsikan sistem pembiayaan pendidikan di STIT Babussalam Kutacane. Hasil penelitian diproleh bahwa STITBA menerapkan Sistem Keuangan Terpusat (SKT) untuk dana yang bersumber dari Uang Pembangunan dan SPP mahasiswa sehingga istilah defisit tidak berlaku dilingkungan STITBA. Sedangkan dana yang sifatnya untuk kegiatan tertentu seperti biaya PPL, PKM, Komprehensif, Seminar Proposal, Bimbingan Skripsi, Munaqasyah, dan Wisuda dikelola oleh Bendahara sekolah tinggi sendiri dengan membuat pertanggung jawaban kepada Pimpinan STITBA. Berdasarkan hal ini maka dana yang diproleh oleh STIT Babussalam Kutacane menggunakan model Penggalangan dana.
Perhitungan Unit Cost Pembiayaan Pendidikan Program Studi PAI STAI Sepakat Segenep Kutacane Metode Activity Based Costing Anwar, Sahipul; Barus, Muhammad Irsan
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.024 KB) | DOI: 10.31604/muaddib.v1i1.798

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi unit cost pembiayaan pendidikan Program Studi PAI STAI Sepakat Segenep Kutacane Metode activity based costing. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif untuk menginterpretasi makna yang terkandung di dalam data hasil wawancara dan dokumen yang dikumpulkan dan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan besaran komponen unit cost penyelenggaraan pendidikan. Hasil penelitian menyimpulkan unit cost penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan metode activity based costing pada Program Studi PAI secara keseluruhan adalah sebesar Rp 571.446.267,00. Unit cost penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam adalah sebesar Rp 1.632.703,62 per mahasiswa per tahun. Kata kunci: Unit cost, pembiayaan pendidikan, activity based costing
Berguru Islam ke Barat dan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia Zebar, Abdul; Barus, Muhammad Irsan; Wijaya, Candra
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12513

Abstract

This paper describes the background of sending lecturers of Islamic Religious Education Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) to the Islamic West and their contribution to the development of ICM in Indonesia. Historically the background of sending Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lecturers to the West was to change Islamic studies in Indonesia to become more comprehensive with more universal scientific methodologies and traditions. The shipping project was opposed by some Islamic leaders because it was considered to give birth to religious liberalism. On the other hand, the sending of lecturers was supported by a number of Islamic leaders to eliminate the tendency of sect sect of schools in Indonesia and efforts to integrate science in Islam. The contributions of alumni of Western Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lecturers include (1) encouraging the entry of science courses in Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI); (2) rationalizing the organizational structure of the campus, (3) updating the curriculum with more intensive Islamic studies with a variety of rich methodologies Renewing the curriculum; (4) publishing scientific journals; (5) open post graduate programs; and (6) changing studies at Islamic Higher Education from the pattern of schools to the non-Mazhabi approach.