Articles

Found 2 Documents
Search

On The Legality of a Marriage and It's Legal Implication: An Unjustified Heroic Decision Mustofa, Latif
JUSTITIA JURNAL HUKUM Vol 1, No 2 (2017): Justitia Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justitia.v1i2.1159

Abstract

Objek artikel ini adalah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46 Tahun 2012. Isu sentral dalam putusan tersebut berkait-kelindan tentang keabsahan perkawinan dan status hubungan keperdataan anak di luar nikah menurut Undang-Undang Perkawinan. UU Perkawinan digugat inkonstitusional di hadapan Undang-Undang Dasar yang mengatur tentang kesetaraan setiap orang di hadapan hukum. Hakim Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan oleh Machica Mochtar dan anaknya Iqbal. Artikel ini ditulis setelah lima tahun Mahkamah Konstitusi memutus gugatan konstitusional keabsahan sebuah perkawinan. Rentang waktu tersebut mengindikasikan tujuan artikel ini untuk mengupas secara filosofis alasan hukum yang dikemukakan dalam putusan tersebut. Pertanyaan yang hendak didiskusikan dalam tulisan ini adalah benarkah Undang-Undang Perkawinan bertentangan dengan Konstusi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini memanfaarkan konsepsi penemuan hukum oleh Ronald Dworkin, H.L.A. Hart, dan Lord Fuller untuk melakukan analisa alasan hukum putusan. Tulisan ini berpendapat terdapat norma yang kontradiktif dalam kasus ini. Dalam bingkai kontradiksi norma tersebut, tulisan ini menunjukkan ketidaktepatan logika hukum Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai bahan renungan untuk putusan di masa mendatang ketika isu yang sama muncul. Kata kunci: anak di luar nikah, kontradiksi norma, hukum perkawinan
THE SUBSTANCE OF THE FORMAL PROHIBITION OF THE RIBA: ISLAMIC FINANCE AND THE TIE WITH THE REAL ECONOMY Mustofa, Latif
IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijish.v1i1.134

Abstract

Islamic Financial Institutions come up with sharia-compliant products mimicking one of their conventional counterpart. This particular development is one of the unintended consequences under the interpretation of the prohibition of interest. Islamic Finance Institutions need to find substitute for profit-generating mechanism. There is no consequential difference between ‘interestfree’ and interest-bearing products on the practical level. This paper attempts to deal with the question of the interpretation of riba on a theoretical level. This paper argues that equity-financing should be preferred to debt-financing. In doing so, this paper embraces a juristic approach to arrive at the intended conclusion. However, debt-financing could be utilised where deemed appropriate and no equity-financing method is applicable to a particular project.