Articles

Found 12 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja (Literatur Review) Marlina, Hastuti; Jalinus, Nizwardi; Rahmat, Rusnadi
invotek Vol 18 No 1 (2018): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.435 KB) | DOI: 10.24036/invotek.v18i1.256

Abstract

Masalah remaja di dunia terkait kesehatan reproduksi yaitu kehamilan usia dini, kanker pada organ reproduksi, sulit mengakses kontrasepsi, aborsi yang tidak aman, HIV/AIDS dan IMS meningkat. Penulisan artikel bertujuan adalah untuk mengetahui dan mengkaji upaya serta program yang telah dilakukan berbagai Negara dalam memberikan pendidikan seks pada remaja yang terstruktur sehingga berdampak terhadap penurunan masalah kesehatan reproduksi remaja terutama TRIAD KRR (Seksualitas, HIV/AIDS dan Napza). Metode yang digunakan dalam pengumpulan jurnal menggunakan EBSCO, Proquest, Sciencedirect, google scholar yang diterbitkan dari tahun 2002 sampai 2018. Hasil dari literature review adalah diketahuinya potret pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja yang telah dilakukan oleh berbagai Negara yaitu:Integrasi Pendidikan Seksual pada semua strata pendidikan, Konseling Pendidikan Seksual oleh Dokter Spesialis, Konseling berbasis Sekolah didamping oleh Orang Tua. Korelasi pendidikan seks di sekolah oleh guru hendaknya berkelanjutan di lungkungan rumah yang melibatkan kontrol orang tua bahkan perlu adanya konsultasi rutin ke dokter spesialis seperti dokter kandungan, dokter anak dan dokter penyakit kelamin. Pendidikan seks tentang kesehatan reproduksi yang sudah dilakukan diberbagai Negara terbukti dapat mengurangi setidaknya TRIAD KRR.  Kata Kunci: Penddidikan, Seks, Remaja
Hubungan Mitos Pencegahan Infeksi Menular Seksual dengan Suspect Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja di Panti Pijat Kota Dumai Marlina, Hastuti
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.546 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol2.Iss4.67

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang penyebarannya melalui kontak seksual maupun non seksual yang disebabkan berbagai bakteri, virus, parasait, jamur dan kutu. Berdasarkan data World Health Organitation (WHO) setiap tahun terdapat kurang lebih 350 juta penderita baru IMS di negara berkembang termasuk Indonesia dimana 15,4% terjadi pada Wanita Pekerja Seks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku mitos pencegahan IMS terhadap kejadian IMS pada wanita pekerja di Panti Pijat Kota Dumai. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 40 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 67,5% responden suspect terinfeksi IMS. Terdapat hubungan perilaku mitos pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada wanita pekerja panti pijat. Variabel mitos mencuci alat kelamin dengan menggunakan sabun, alcohol, air soda, air rebusan daun sirih, air jahe sebelum atau sesudah berhubungan seks dengan suspect Infeksi Menular Seksual pada wanita Pekerja di Panti Pijat memiliki nilai POR (95% CI) yang paling besar yaitu 6,08 (1,540 – 23,992). Diharapkan tenaga kesehatan dan LSM khususnya Kota Dumai lebih meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan pengetahuan wanita pekerja di panti pijat agar tidak salah persepsi tentang mitos pencegahan IMS
Hubungan Karakteristik Individu dan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarang Hayana, Hayana; Marlina, Hastuti; Kurnia, Anggun
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.914 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol4.Iss1.195

Abstract

Perilaku higienis yang meliputi kebiasaan atau perilaku buang air besar (BAB). Perilaku buang air besar yang dianggap benar adalah bila penduduk melakukannya di jamban. Masih banyaknya masyarakat desa Tanjung Medang yang belum memiliki jamban yang memenuhisyarat untuk buang air besar. Di sebabkan Karena kurang informasi dan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat melakukan buang air besar sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, pendapatan, kebiasaan, sikap, dukungan social dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku Buang Air Besar  Sembarangan di Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti  tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel penelitian sebanyak 191 orang. Alatukur yang di gunakan pada penelitan ini adalah kuesioner dan pengolahan data menggunakan komputerisasi.Variabel Independen pada penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan, pendapatan, kebiasaan, sikap, dukungan social dan peran petugas kesehatan.Variabel Dependen adalah perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Analisis yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable pengetahuan (p=0.005); pendapatan (p=0.003); sikap (p=0.002); kebiasaan (p=0.022) berhubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Dan variabel pendidikan  (p=0.205); Dukungan sosial (p=0.267); dan peran petugas kesehatan (p=0.103) tidak ada hubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan Adalah sikap sebagai factor dominan yang berhubungan terhadap perilaku buang air besar sembarangan.Untuk mengurangi perilaku buang air besar sembarangan dapat di lakukan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan menanamkan sikap untuk berprilaku BAB dijamban agar dapat menjaga kondisi rumah tetap selalu dalam keadaan bersih dan sehat.
Perilaku Seksual Remaja SMA Negeri Se-Kota Pekanbaru Tahun 2012 Marlina, Hastuti; Lapau, Buchari; ., Ezalina
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.883 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol2.Iss2.45

Abstract

Perilaku seksual remaja merupakan segala bentuk tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk perilaku seksual remaja dimulai dari tingkat yang kurang intim sampai dengan yang paling intim (melakukan hubungan seksual). Remaja usia 15-24 tahun yang melakukan hubungan seksual sebanyak 66,55% secara global, 2,2% di Malaysia, 45% di Provinsi Riau dan 44,23% di Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja SMA Negeri Se-Kota Pekanbaru tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel adalah 1000 orang remaja SMA Negeri Se-Kota Pekanbaru. Prosedur pengambilan sampel dengan cara systematic random sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi remaja yang melakukan perilaku seksual berisiko sebanyak 280 orang (28%). Variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengawasan orang tua (OR:115; 95%CI: 13,24-999, 72), mitos tentang seks (OR:12; 95%CI:2,61-57,32), gaya hidup (OR: 8; 95%CI: 1,35-47,46) dan jenis kelamin (OR: 0,2; 95%CI: 0,06-0,61), variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah tempat tinggal selama bersekolah dan variabel yang lainnya merupakan counfounding dengan variabel dependen maupun independen. Sebaiknya diharapkan ada kerja sama institusi kesehatan dengan Dinas Pendidikan dalam hal memberikan penyuluhan baik itu kepada orang tua, guru dan remaja itu sendiri mengenai bahaya perilaku seksual, penyakit menular seksual, mitos tentang seks dan sebagainya.
PEMBERIAN TABLET Fe DAN JUS JAMBU BIJI PADA REMAJA PUTRI YANG ANEMIA DEFISIENSI BESI Marlina, Hastuti; Putriyana, Winda
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia defisiensi zat besi adalah menurunnya kadar hemoglobin (<12 gr/dL) Karena berkurang- nya penyedian zat besi sehingga pembentukan sel darah merah (eritrosit) terganggu. Remaja putri memiliki resiko paling tinggi menderita anemia usia 13-18 tahun dengan prevalensi 22,7%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia defisiensi zat besi dengan pemberian tablet Fe dan jus jambu biji di SMP Negeri 2 Rengat tahun 2015.Metode: Jenis penelitian adalah Analitik dengan desain Quasy Eksperimen menggunakan Randomized Pretest- Posttest Kontrol Group Design. Analisis yang digunakan adalah analisi univariat dan bivariat dengan uji T-dependendan uji T-independen. Populasi adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Rengat dengan sampel se- banyak 34 siswi yang mengalami anemia defisiensi zat besi (17 siswi untuk kontrol dan 17 siswi untuk perlakuan). Kelompok kontrol diberikan tablet Fe dan kelompok perlakuan diberikan tablet Fe dan jus jambu biji yang diberikan selama 7 hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi 10,506 dan setelah 10,612 sedangkan rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan intervensi 10,576 dan setelah 10,918 dengan selisih rata-rata 0,10 dan 0,34. P value 0,811 dan 0,317>0,05Kesimpulan: tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar Hb antara kelompok kontrol dan perlakuan Namun, dilihat dari selisih rata-rata antara kelompok kontrol dan perlakuan terjadi kecendrungan peningkatan rata-rata kadar Hb yaitu 0,24.ABSTRACTBackground: Iron deficiency anemia is a decrease in hemoglobin concentration (<12 g / dL) Due to the reduced provision of iron resulting in the formation of red blood cells (erythrocytes) is disturbed. Young women have the highest risk of suffering from anemia aged 13-18 years with a prevalence of 22.7%Objective: This study attempts to knowing the difference in levels of hb adolescent girls who had iron deficiency by the provision of a tablet fe and the juice of guava in public junior high schools 2 rengat 2015.Method: The kind of research is analytic with the design quasy experiment using pretest-posttest randomized con- trol group design. The analysis used is analysis of univariat bivariat and with test and test t-dependen t-independen. The population is the students of all class VII and VIII public junior high schools 2 rengat with samples from the students of 34 who had iron deficiency anemia who is in bundle up in the control group and 17 the students of the treatment group the students of 17. The control group given tablets fe and the treatment group given tablets fe and the juice of guava provided for 7 days.Result: The results showed an average of Hb levels in the control group before the intervention and after 10.612 10.506 while average Hb levels in treatment group before and after the intervention 10.576 10.918 with an average difference of 0.10 and 0.34. P value of 0.811 and 0.317> 0.05Conclusion: there was no significant difference in mean hemoglobin levels between the control and treatment groups, however, judging from the average difference between the control group and the treatment occurs trend increase in the average hemoglobin concentration is 0.24.
Manfaat Permen Jahe dan Permen Mint Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru marlina, hastuti; Astina, Nurul Puji
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.566 KB)

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga menyebabkan, tidak bisa makan, minum dan berat badan turun. Jahe dan daun mint dapat mengurangi mual dan muntah pada kehamilan karena didalam jahe dan daun mint tedapat minyak atsiri yang memblokir reflek muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan saat diberikan permen jahe dan permen mint. Metode penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan desain time series. Sampel Penelitian ini sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value 0,008 artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata frekuensi hiperemesis gravidarum antara kelompok permen jahe dan permen mint dengan mean rank (19,57) pada kelompok permen jahe dan (11,43) pada permen mint. Dengan demikian, kelompok pemberian permen jahe lebih efektif dibandingkan dengan pemberian permen mint. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui berapa gram jumlah jahe atau mint dalam 1 permen.
KESEHATAN REPRODUKSI PADA KOMUNITAS ANAK PUNK KOTA PEKANBARU Marlina, Hastuti; Kursani, Elmia; Hayana, Hayana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.523 KB)

Abstract

Kata Punk berasal dari bahasa Inggris yang lahir di London pada pertengahan tahun 1970. Punk adalah singkatan dari “Public United Not Kingdom”. Secara kasat mata penampilan anak PUNK sangat bertentangan dengan nilai sosial pada umumnya serta saat ini banyak anak PUNK yang telah melakukan seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang kesehatan reproduksi pada komunitas anak PUNK Kota Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara dan observasional. Pengambilan sampel dengan teknik snowball. Jumlah sampel 6 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Rentang usia 11-19 tahun. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan informan tentang konsep kesehatan reproduksi masih rendah, cara informan menjaga/merawat organ reproduksi belum sesuai ketentuan, sebagian besar informan tidak mengetahui mengenai hak-hak reproduksi dan anak PUNK hampir kehilangan semua hak reproduksi mereka, 2 laki-laki dan 2 perempuan dari informan telah melakukan seks pranikah, 1 informan laki-laki dan 1 informan perempuan pernah terkena Penyakit Menular Seksual. Diharapkan bagi pihak terkait khususnya dinas sosial agar dapat meningkatkan konseling kesehatan reproduksi terhadap anak PUNK.
ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD ARIFIN ACHMAD PROPINSI RIAU TAHUN 2015 Marlina, Hastuti; Hamzah, Sucy Nurkadrina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.665 KB)

Abstract

Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat. Pasien yang terkena stroke membutuhkan kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari (activity daily living) dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living pada pasien stroke iskemik. Di Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis penelitian adalah analitik kuantitatif, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu 74 orang pasien yang mengalami stroke iskemik. Data diperoleh dari Rekam Medik dan dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan tekhnik observasi. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living (ADL) secara berturut-turut sebagai berikut; kondisi fisik &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(p value 0,012) dan nilai POR 5,217 (CI 95%: 1,531-17,782), stress (p value 0.020) dan nilai POR 3,402 (CI 95%: 1,310-8,840), dukungan keluarga (p value 0.019) dan nilai POR 3,601 (CI 95%: 1,333-9,728), nilai kekuatan otot (p value 0,016) dan nilai POR 5,720 (CI 95%: 1,470-22,257), usia (p value 0,018) dan nilai POR 4,048 (CI 95%: 1,368-11,978), jenis kelamin (p value 0,002) dan nilai POR 5,063 (CI 95%: 1,855-13,821), pekerjaan (p value 0,019) dan nilai POR 6,926 &nbsp;(CI 95%: 1,414-33,932). Diharapkan kepada keluarga agar turut serta membantu pasien dalam melakukan terapi dan kepada petugas kesehatan agar mengoptimalkan pelayanan yang diberikan untuk kesembuhan pasien.
ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD ARIFIN ACHMAD PROPINSI RIAU TAHUN 2015 Marlina, Hastuti; Hamzah, Sucy Nurkadrina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.411 KB)

Abstract

Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat. Pasien yang terkena stroke membutuhkan kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari (activity daily living) dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living pada pasien stroke iskemik. Di Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis penelitian adalah analitik kuantitatif, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu 74 orang pasien yang mengalami stroke iskemik. Data diperoleh dari Rekam Medik dan dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan tekhnik observasi. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living (ADL) secara berturut-turut sebagai berikut; kondisi fisik (p value 0,012) dan nilai POR 5,217 (CI 95%: 1,531-17,782), stress (p value 0.020) dan nilai POR 3,402 (CI 95%: 1,310-8,840), dukungan keluarga (p value 0.019) dan nilai POR 3,601 (CI 95%: 1,333-9,728), nilai kekuatan otot (p value 0,016) dan nilai POR 5,720 (CI 95%: 1,470-22,257), usia (p value 0,018) dan nilai POR 4,048 (CI 95%: 1,368-11,978), jenis kelamin (p value 0,002) dan nilai POR 5,063 (CI 95%: 1,855-13,821), pekerjaan (p value 0,019) dan nilai POR 6,926 (CI 95%: 1,414-33,932). Diharapkan kepada keluarga agar turut serta membantu pasien dalam melakukan terapi dan kepada petugas kesehatan agar mengoptimalkan pelayanan yang diberikan untuk kesembuhan pasien.
a ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN SIALANGMUNGGU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU, RIAU.doc Marlina, Hastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.2 KB)

Abstract

Environment is one of the factors that cause an illness. An environment that does not meet health requirements will cause problems, especially the occurrence of environmental-based diseases. Based on the profile data of the Pekanbaru City Health Office, cases of dengue fever have increased, from 20 existing Puskesmas in Pekanbaru City, the highest increase in dengue fever cases was found in Sidomulyo Health Center with a mortality rate of 10% in dengue fever in 2016. This study aims to analyze environmental aspects related to dengue fever cases in Sialang Village awaiting the working area of ​​Sidomulyo Health Center. The type of research used is descriptive qualitative. With the number of respondents 9 people with dengue hemorrhagic fever cases and 2 community leaders. The results showed that people with cases of dengue hemorrhagic fever in Sialangmunggu Village still had unclean and positive environmental conditions for the existence of pleace breeding and resting pleace Aedes agypti mosquitoes, the community had a good level of education and knowledge of dengue fever, but attitudes and behavior what is encountered in the field is still not good for the existence of breeding pleace and resting pleace in the community home.