Ferdian, Rizky
e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kelapa sawit di Desa Talang Bukit Kabupaten Muaro Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 3 (2016): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satiu komoditi ekspor Indonesia yang potensial untuk dikembangkan karena permintaan dunia akan kelapa sawit meningkat dari tahun ketahun. Sebagai salah satu wilayah di Indonesia, Desa Talang Bukit Kecamatan Bahar Utara merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan kelapa sawit sebagai sumber mata pencarian utama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kondisi sosial ekonomi petani kelapa sawit, untuk mengetahui dan menganalisis besar penerimaan dan biaya usaha petani kelapa sawit, serta untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kelapa sawit di Desa Talang Bukit Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan didalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Model yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Rata-rata umur petani kelapa sawit berada pada usia 42 tahun, dengan tingkat pendidikan terbanyak pada jenjang SMA/SMK, rata-rata jumlah jam kerja petani adalah 17 jam perbulan. 2) Rata–rata penerimaan petani kelapa sawit Rp 79,590,698 pertahun, dengan rata-rata biaya sebesar Rp 38.566.279 juta pertahun dan pendapatan bersih sebesar Rp 41,024,400 pertahun. 3) Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit adalah jumlah jam kerja, luas lahan dan jumlah batang tanaman sawitKata Kunci : Pendapatan dan biaya produksi petani kelapa sawit, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga, jumlah jam kerja. REFERENCES Ahmadi, Abu dan Uhbakti,Nur, 1991. Ilmu Pendidikan. PT Rineka Cipta. Jakarta. Ali,J; Delis, A; Hodijah, S. (2015). Analisis Produksi dan Pendapatan Petani Karet di Kabupaten Bungo. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah; 2(4): 201-208.Amir, Amri, 2007. Pembangunan dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Dalam Era Globalisasi. Biografika. Bogor. Anwar, 1995. Perilaku Masyarakat Pedesaan. LP3ES. Jakarta. Ardiyansyah.2012. Analisis Pendapatan Usaha Tani Karet Di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Badarusalam, 1995. Ilmu Usaha Tani dan Penelitian Untuk Petani Kecil. CV.Jasa Guna. Jakarta. Bahrun,B; Syaparuddin,S; Hardiani,H. (2014). Analisis Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin di Kabupaten Sarolangun. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah; 2(1): 1-8. Dumairy, 1996. Perekonomian Indonesia. Erlangga. Jakarta. Erwidodo, 1984. Beberapa Faktor yang Menpengaruhi Tingkat Hasil Usaha Tani Padi Sawah di Wilayah Perum Tani Jatiluhur Forum Penelitian Agroekonomi Pusat dan Pengembangan Pertanian BPP Bogor Volume 3 No.3. Hanafie, Rita, 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Penerbit Andi Yogyakarta. Hermanto, 1996. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta. Ibrahim, 1999. Tinjauan Sosial Ekonomi Pekerjaan Sektor Informal. Skripsi Unja. Karlina, 1992. Analisis Sosial Ekonomi Petani Penggarap. LP3ES. Jakarta. Mosher, 1987. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Yasaguna. Jakarta. Reksohadiprodjo, eko, 1979. Ekonomi Pertanian Mawas Diri. Yayasan Agro Ekonomika. Jakarta. Soekartawi, 1990. Teori Ekonomi Produksi. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Suratiyah, Ken, 2006. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta. Widyastuti, Astriana, 2009, Analisis Hubungan Antara Produktivitas Pekerja dan Tingkat Pendidikan Pekerja Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Jawa Tengah 2009. kripsi.Universitas Negeri Semarang.

ANALISIS RECOVERY GAS PADA PROSES DEWATERING SUMUR CBM 2# LAPANGAN XX PT YY CBM SEKAYU, KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN

PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.78 KB)

Abstract

PT YY CBM Sekayu telah melakukan lima pengeboran sumur eksplorasi yang dilanjutkan dengan pengeboran eksploitasi untuk memproduksi gas methane batubara di Blok Sekayu.Kelima sumur tersebut yaitu sumur CBM 1# , sumur CBM 2# , sumur CBM 3# , sumur CBM 4 # dan sumur CBM 5 #. Dari kelima sumur tersebut hanya sumur CBM 2 # yang sudah berproduksi, dengan dipasang pompa untuk kegiatan dewatering dan sudah menghasilkan gas. Sumur CBM 2# memiliki kedalaman 594,36 m dan terdapat tiga lapisan batubara yaitu lapisan batubara A pada kedalaman 271,88 – 305,71 m , lapisan batubara B pada kedalaman 318,21 – 339,24 m serta lapisan batubara C pada kedalaman 521,21 – 564,79 m. Kegiatan eksploitasi CBM di sumur CBM 2# menggunakan metode cased hole completion , yaitu air dan gas diproduksi bersamaan dari ke tiga lapisan batubara tersebut. Dari hasil perhitungan gas storage capacity dengan menggunakan persamaan Langmuir , maka laposan batubara A mempunyai storage capacity sebesar 114,72 scf/ton dan storage capacity pada lapisan batubara B sebesar 332,54 scf/ton. Banyaknya kandungan air dalam lapisan butubara di sumur CBM 2# yaitu 351.212.755,44 barel. Proses dewatering bertujuan untuk menurunkan tekanan reservoir dengan cara melakukan pemompaan air dari dalam lapisan batubara, dengan turunnya tekanan reservoir maka gas methane dapat keluar dari lapisan batubara dan mengalir melalui cleat menuju sumur pengeboran. Dari data hubungan antara tekanan reservoir dengan laju produksi air dan gas pada tekanan reservoir 1000 psia produksi air sebesar 2.703,2 barel sedangkan produksi gas 398,9 scf.Seiring dengan menurunnya tekanan reservoir dari kegiatan dewatering, maka produksi gas menjadi lebih besar dibandingkan dengan produksi air.Hal ini terlihat pada saat tekanan reservoir menurun sampai pada tekanan 500 psia maka produksi gas meningkat menjadi 59.284 scf sedangkan produksi air sebesar 32.351,6 barel. Untuk menghitung recovery gas pada saat produksi gas methane batubara dapat dihitung berdasarkan grafik Langmuir yang dihasilkan.